Showing posts with label #SannengTalks. Show all posts
Showing posts with label #SannengTalks. Show all posts

Saat Buka Puasa, Kalian Tim Langsung Makan Atau Tim Takjil Dulu ?

28 May 2018
Kalau baca judulnya, mungkin kalian akan mengira yang buka puasa langsung makan nasi itu penganut paham "balas dendam" setelah menahan lapar dan haus seharian. HAHAHA, bukan kok, tidak kok. 

Jadi ini postingan ringan aja untuk melanjutkan kolaborasi #SannengTalks antara saya, mami ery, dan Teteh Awie. Ya bahasannya tentang menu-menu yang wajib ada untuk buka puasa di rumah. Minggu pertama ramadan kan biasanya kita anteng di rumah ya, saya juga sejujurnya pengen bisa anteng buka puasa di rumah sama keluarga besar atau keluarga kecilku, tapi sayangnya, masih sering juga nafsu keluar jalan bukber-bukber sama teman sekawan, atau juga ngajakin suami makan di luar aja karena malas banget masak kalau bulan puasa ya. HAHAHA padahal hari biasa juga malas.

Tentang Badan Kurus dan Badan Gemuk

22 January 2018
Setelah menikah, bentuk tubuh seorang wanita adalah yang paling utama di perhatikan warga sekitar. Tetangga, kerabat, teman-teman, dan bahkan keluarga sendiri. 

Kalau dibandingkan dengan jomblo, orang yang sudah menikah lebih cepat gemuk dan ngalamin banget yang namanya kenaikan berat badan. Ya gak lain penyebabnya adalah kenyamanan dan keterjagaan. Semua serba stabil, pola makan, pola tidur dan lain sebagainya, sementara jomblo kadang lupa makan jika sudah larut dengan pekerjaan atau tugas kuliah, makan jadi tidak teratur. Cian mblo... (eh maap*)

Waktu gadis berta badanku cuma sekitar 45-50kg aja, paling senang kalau ada di 50kg tapi sayangnya bb yang 50kg itu suka gak bertahan lama, biasanya langusng turun lagi ke 47kg dan stuck di 45kg. Setelah nikah, bb saya gak berubah kecuali saat hamil. Masa kehamilan, bb saya naik menjadi 66kg. Senang banget saya HAHAHAHA akhirnya gemuk. Cuma sayangnya, pergelangan tangan saya masih terlihat biasa aja yang mengembang itu pipi, bahu, betis dan perut tentunya hihihihi.

Saya pernah nge-block teman, hanya karena saat kami ketemu, setelah cipika cipiki, dia bilang begini, "Kurusmu say, sakit kah?"

Saya cuma senyum dan bilang, "Gak ji kak, alhamdulillah sehat."
Awalnya saya mau berlama-lama ngobrol sama dia, malah saya langsung pamitan aja, "Duluan ka kak nah, daagh..." KZL !

HAHAHA se-baper itukah?

Emang pernah saya gemuk banged sampe harus dinyatakan sakit karena kurus?
Lagian kalau kurus apa harus orang dibilang sakit?
Andai ketemu saya di rumah ya bisalah nanya seperti itu, lah ini ketemunya di Mall.

Bener banget deh kata kak Ery tentang etika berbicara dan bertanya mengenai hal-hal yang masuk ranah pribadi tiap orang. Nanya-nanya soal body itu termasuk tabu untuk dibicarakan. Baca postingannya di blog kak Ery.

Bagi sebagian orang mungkin merasa memiliki badan yang kurus adalah anugerah. Tapi pernah gak sih mikir kalau ada juga yang merasa kalau punya badan kurus itu bikin kurang percaya diri?
Ya, ada loh. Saya!
Saat berada dalam kondisi ini pasti dong saya pengen untuk bisa menggemukan badan.

Trus kalau sudah nikah dan punya anak, biasanya badan wanita cenderung naik, kalau gak naik atau gak gemuk juga?
kenapa?
Apa berarti hidupnya tidak tenang?
Apakah sebegitu layaknya dapat perkiraan, "Gak bahagia..." ?
Kenapa ya selalu dikait-kaitkan badan kurus itu sama dengan kurang bahagia? Oh please... Bukan berarti perempuan gemuk juga sudah bahagia. Tetangga saya ada yang gemuk tapi selalu curhat kesedihan dan kegalauan soal rumah tangganya, dimana suaminya sering pergi tanpa pamit gak tau kemana, pulang gak bawa apa-apa. Dia gak kurus-kurus juga.

Saya termasuk seorang istri yang berusaha keras agar gemuk, memasak yang enak-enak dan bergizi, beli dan minum segala susu yang dipercaya bisa menaikkan badan, itu semua cuma karena pengen menampik prasangka-prasangka orang.

Service dari suami gak bagus lah
Makan hati lah,
Stress karena perubahan hidup lah
Pokoknya segala macam prasangka, Saya pernah mendiskusikan ini ke suami, suami tentu senang kalau saya berhasil program penggemukan, tapi dia gak mempermasalahkan soal kekurusan saya. Karena apa? Karena dia tau dia membahagiakan saya kok, hehehehehhe.

Kalau semua orang protas-protes soal body, kenapa orangtua saya gak pernah bilangin saya kekurusan? Karena mereka paham kalau penyebab tubuh kurusm ini adalah karena faktor keturunan.
Gen yang menyebabkan tubuh kurus menurun ke tubuhmu dari orangtua atau dari kakek nenek.
Bukan karena sakit.

Orang kurus itu dilahirkan dengan sistem metabolisme yang sangat tinggi. Mereka boleh makan apa saja yang mereka mau kapan saja tanpa harus takut mengalami kegemukan.

*HOREEEEE* (asal tau healthy food juga dong ya)

Selain itu, saya juga udah sering baca-baca artikel saat saya melakukan yang namanya Program Penggemukan hihihi. Dan ternyata penyebab tubuh kurus dan sulit gemuk bisa juga karena adanya gangguan metabolisme di dalam tubuh.

Karena itu sebanyak apapun kamu makan akan langsung cepat dibakar oleh tubuh dan menjadi energi, tanpa sempat diserap terlebih dahulu zat gizi dan nutrisinya oleh tubuh.

So, ya ada enak dan gak enaknya memang dengan body yang saya miliki sekarang. Enaknya ya semua baju fit on me, all size! tapi saya biasanya milih-milih pakaian saya, yang mana yang bagus dikenakan sama orang kurus heheheh biasanya layered gitu.

Sedangkan gak enaknya, ya teteuppp prasangka orang itu loh yang mengira kurus itu sakit. -_-

Ya bisa jadi motivasi saya juga sih untuk tetap rajin menjaga kesehatan, yang awalnya saya malas olahraga dan cuekan sama bentuk tubuh, akhinrya ya mencoba untuk olahraga secara teratur.

Pokoknya ya yang penting sehat :)

Jangan lupa juga mampir di postingan Teteh Awie yang negabahas juga tentang body ini hehehe. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Pertamakali Bertemu Suami

20 December 2017
Mungkin sudah banyak yang tau ya gimana cerita pertamakali saya ketemuan sama suami. Soalnya sudah sering saya tuliskan di beberapa postingan cerita nikahan saya tahun 2013 lalu. Atau mungkin juga dengar-dengar dari cerita teman dan keluarga kami, #halah sok beken amat ya? HAHAHA..

Yang kenal saya pasti tau sebagian kisahnya, gimana suami saya pertama kali ketemu saya. Tau gak kalau kehidupan itu seperti hujan, kita tidak tau tetesan mana yg membawa berkah dan bencana...seperti pula orang yang datang dalam kehidupan kita... seseorang yang kita tidak tau bahwa kelak, bersamanya lah kita mengahbiskan hidup untuk Ibadah. :)

Jadi tanggal 4 Juni 2013, Saya sama sekali tidak akan menyadari kalau hari itu, akan datang dua orang cowok ke rumah saya. Sore hari tepat pukul 16.00 wita, saat saya sedang bersiap mau pergi ke event. Udah pakaian malah nih sisa mau manasin mobil. Waktu itu saya sadar sih, di ruang tamu, ada papa yang sedang menyambut kedatangan stafnya. Sambil saya ribet keluar masuk kamar nyari jilbab dan lipstik yang sering terbang (entah dengan sendirinya atau gimana) ke kamar adik atau kamar ummi :p 

#SannengTalks 13 Tentang 3 Hal Yang Ingin Dilakukan Sebelum Tahun Baru

04 December 2017
Judulnya kayak punya masalah yang harus segera dibereskan ya, hehehe. Tapi ya gitu, memang kalau ada masalah, harus segera diselesaikan. Tahun 2017 bagiku dan keluarga adalah tahun dimana kami harus belajar lebih keras tentang dinamika rumah tangga. Sudah gak terhitung berapa kali marah dan marah-marah ke suami, anak, dan bahkan orangtua heheheh. Sepertinya saya harus lebih intropeksi diri lagi, bukan karena saya kurang piknik atau gimana yaa, tapi saya sering merasa punya banyak beban gitu. Padahal sebenarnya gak ada sama sekali kok, tapi tetap saja sering merasa gusar.

#SannengTalks 12 Ngomongin Soal Keuangan Rumahtangga

13 November 2017
Salaam semua
Postingan #SannengTalk kali ini agak sok-sok lah ya hahaha tapi perlu teman-teman sekalian ketahui, wanita yang sudah berstatus istri, apalagi, ibu, wajib hukumnya tau akuntansi. Karena saya nih ya mau tidak mau, sadar atau tidak, ternyata saya sedang belajar akuntansi tiap hari. Jadi manager keuangan rumah tangga saya sendiri.

Waktu masih anak-anak, kalau mau ke sekolah minta uang jajannya sama Ummi pasti kan? Yang megang uang itu sepenuhnya adalah Ummi. Semenjak saya menikah, Ummi sudah ceritain tuh tentang sistem manajemen keuangan rumah tangga ala beliau. Jadi semua gaji papa yang sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di serahkan ke Ummi, jaman sebelum ada ATM, papa bawa uang cash ke Ummi dan semua uang yang masih dalam amplop itu diserahkan ke Ummi. Papa cuma dapat jatah bulanannya aja untuk akomodasi. Dengan catatan ya semua kebutuhan rumah tangga ya Ummi yang atur.

#SannengTalks 10 : Hidup Seperti Apa 10 Tahun Kemudian ?

15 October 2017
Sudah genap 10 postingan nih kolaborasi obrolan tiap senin, yang saya, kak er, dan mbak awie buat. #SannengTalks ke 10 ini rencananya mau kami buat berbeda, mau bikin giveaway dan video sesi talks perkenalan buat VLOG ku :D biar makin dikenal banyak orang   biar makin variatif aja gitu hehehe.

#SannengTalks 8 : Pernikahan Impian Ala Raisa Atau Laudya Bella ?

18 September 2017
Hai semua, kita lagi pengen ngomongin pernikahan nih, akad nikah sampai resepsi yang menjadi big dream goals nya para gadis-gadis. Udah punya suami dan udah emak-emak boleh dong ya bahas-bahas gaya nikahan para pengantin baru yang disana. 

Seperti kita ketahui, bulan ini adalah bulan #PatahHatiInternational ya karena terlaksananya sudah pernikahan SAH Raisa dan Hamis, juga Laudya Bella dan Engku Emran di Malaysia sana. 

Bisa dibilang pernikahan dua seleb itulah yang menyita banyak perhatian para netizen. Termasuk kami nih, sampai mau bahas-bahas deh di blog hihi. 

Pernikahan Raisa Hamis yang mungkin paling disoroti media, betapa tidak ya semua vendor dan sponsor yang dipakai itu punya pricelist diatas rata-rata. Harganya minta ampun!

"Resepsi Raisa Hamis sederhana banget, sukaaaaaa..."

Katee siapa sederhana?? HAHAHAH belum tau saja mereka harga vendor dekorasinya aja itu pakai punya cosaproject yang punya cabang kerja di Jakarta dan Bali. Puluhan juta loh. Mungkin karena di foto keliaran simple gitu, tapi gak liat aja aslinya, bahannya, beratnya, semua itu ada hitungannya. Mungkin karena gak keliatan banyak bling-bling dimana-mana jadi dikiranya sederhana juga harganya. 

Wedding consultan yang menawarkan dirinya ke persiapan pernikahan Raisa Hamis adalah tim Bride Story. Sebuah management vendor pernikahan, yang saya bisa bilang ini habis-habisan promosinya di acara Raisa Hamish. HAHAHA. Kalau kalian pengen tau lagi siapa-siapa lagi yang sponsorin silahkan lah cuss ke instagramnya Raisa dan liat sendiri tag-tagannya, itu perintah tuh kudu nge tag sponsor dong ya hihihihi. 

Review Cafe Makassar : Hologram Cafe #SannengTalks7

04 September 2017
Salaam semua,
Kembali lagi di #SannengTalks. kai ini sudah postingan yang ke-7 nih, dan temanya bahas tentang satu cafe lagi yang hadir di Makassar dengan konsep kekinian lagi. Hologram Cafe. 

Letaknya di jl Onta lama nomor 54, posisinya sebelah kiri kalau dari arah veteran, sebelah kanan dari arah ratulangi. Cafe ini sudah beroperasi waktu bulan Mei kemarin, karena itu banyak deh foto teman-teman seinstagram berpose ria di cafe hologram. Salah satu komunitasku malah sering nongkrong di cafe itu. Saya jadi penasaran deh pengen kesana juga, tapi tunggu momen pas ya, kapan dan bareng siapa... 

Akhirnya saya kepikiran, karena sesi #sannengtalk5 kemarin mau bahas soal fahsion, jadinya musti cari cafe yang nyaman geras untuk foto-foto dan tentunya viewnya bagus. Kontak kak Ery dan kak Awie, mereka pun setuju untuk foto sesion sambil lunch di sana. Saya kontak juga si wartawan lincah kesayangan kami, Echa. Untuk bantuin ketemu sama owner atau pengelola cafenya biar kita bisa izin dulu gitu kalau mau foto-foto di sana hehehe. 

#SannengTalks 6 : Ngapain Aja Dalam 24/7

28 August 2017

Salaam semua, gak terasa sudah #sannengTalks 6 aja nih kolaborasi kami bertiga, hehe. Kali ini giliran saya yang memberi tema, tapi sayangnya saya gak sempat menyelesaikan dan ikut share link bareng, karena kemarin tuh mendadak diajak liburan sama suami hihiw. Jadi tuh awalnya saya kepo aja gitu sama kegiatan kak Ery dan Kak Awie seharian ngapain aja sih? HAHAHAH jadi semacam kayak pacar aja minta dikabarin 24/7 kan ga mungkin yak, siapa saya! wkwkwk makanya saya minta mereka merangkum kira-kira dominan aktifitas mereka dalam sehari selama seminggu berulang itu ngapain aja? hihihi. Bisa baca jawabannya di sini
So. ya gimana dengan saya sendiri? Biasanya pagi hari sampe pagi lagi itu ngapain aja? ada yang kepo gak kalau saya? Atau biasanya juga ada yang suka nebak iseng kalau saya ini emak eksistensinya besar di luar rumah, jarang di rumah dan hobby titipin anak ke neneknya. WKWKWK. Sok tau ya :p hihihik . Well saya tulis aja juga, setidaknya postingan ini saya simpan buat duozam nanti hihehe.

#SannengTalks5 : Fashion Item Penting Untuk Daily Outfit Sesuai Karakter Ala Saya

06 August 2017

Salaam semua
Saya kembali lagi posting soal Fashion, yeayy... senang juga soalnya masuk ke tema pilihan untuk #SannengTalks ini. Semua sudah pada sering dengar kan ya istilah OOTD (Outfit Of The Day) bisa diartikan setelan (pakaian) pada hari itu.Tapi dasarnya orang Indonesia ya mereka sering memberi arti lain lagi, yaitu "orang-orang tukang dandan" BAHAHAHHA. Foto-foto dengan hashtag ootd paling banyak dijumpai di Instagram karena kata ini digunakan ketika seseorang nge- post gambar yang sesuai dengan pakaian yang dia gunakan saat itu dengan tujuan untuk memberi oranglain inspirasi gaya berpakaian sehari-hari atau untuk ke acara-acara tertentu. Diakui memang kan biasanya kita bingung tuh mau pakai apa kemana, mix match gimana warna yg look nya bagus, tapi bagi orang yang gak suka fashion malah dibilang jadi ajang pamer. huhuhu.. 

So ya, saya sendiri dulu sering #OOTD tapi memang sih sudah agak jarang keluyuran keluar rumah, secara udah ada ekor duaaaaaaa makemak hahah :v jadi seringnya kebanyakan dirumah aja. Keluar rumah cuma kalau ada event blogger aja atau ada pertemuan kumpul-kumpul sama yang lama gak ketemu misalnya geng komunitas dan lainnya. Faktor kelupaan foto juga sering jadi kendala gak mempostingnya saya tentang OOTD hihihi. (Kasian gak ada yang mau fotoin, nasib tukang foto*) Belum juga kalau misal mau pakai timer, ada bocah-bocah yang suka iseng, daripada telat mending lah cusss aja. 

Jadi beberapa waktu lalu, saya, mbak Awie, dan Kak Ery janjian untuk lunch bareng di salah satu cafe hits Makassar. Bersama dengan Echa, teman jurnalis. Kalau ketemu, gak ngobrol pasti gak seru dong, setelah bahas gosip lambe turah (gak penting banget*) HAHAHA kita bahas dan cerita-cerita tentang fashion, abis kece-kece banget kakak-kakak ku ituuu, datang ke cafe sesuai dengan karakternya masing-masing. Unchhh..

#SannengTalks4 : Bahagia Tidak Sesederhana Itu.

24 July 2017
Saya pernah nonton film jepang. Waktu saya masih SMA, Film remaja sih, saya lupa judulnya apa, tapi sampai sekarang saya masih ingat ceritanya. Ada seorang cowok anak SMA, anggap saja namanya Lee. dia anak sulung dari 5 bersaudara, adiknya masih kecil-kecil semua, di rumahnya yang kecil kumuh cuma ada ibu dan ke empat adiknya. Ayahnya masih hidup, tapi jarang pulang ke rumah, entah dimana mengembara. Lee menjadi tulang punggung keluarganya sekarang, pulang sekolah dia bekerja paruh waktu, malam tiba, dia pulang ke rumah hanya untuk membawa makanan, kemudian lanjut lagi perkejaan lainnya sampai dini hari, bangun pagi langsung ke sekolah. Begitu seterusnya. 

Sampai suatu hari, dia menang undian gitu, dan mendapatkan hadiah rumah yang mewah, ada seorang teman kerjanya yang bisa membantu mengurus segala surat-surat sampai rumah itu sah menjadi miliknya. Rumah mewah itu bertempat jauh dari lokasi tempat tinggalnya dipinggiran, rumah mewah itu berada di tengah kota. Pindah lah mereka ke sana, sekolahnya juga pindah. Senang dong mereka, bahagia mereka akhirnya bisa memiliki rumah mewah, adik-adiknya bisa menikmati fasilitas kolam renang dan makanan yang banyak di dalam rumah itu. Melihat itu, Lee ini bahagia. Tapi tetap ada yang kurang... 

Akhirnya dia bertekad mencari ayahnya, saat menemukan ayahnya, dia mendapati ayahnya sedang bermain musik di pinggir jalan. Lee mengajak ayahnya pulang. Ayahnya seorang musisi, dia menikahi ibu Lee saat usia muda dan melahirkan Lee serta adik-adiknya, kemudian pergi mengembara bermain musik. Kenapa? seperti ayah yang tidak bertanggung jawab ya... 

"Ayah takut kalau ayah tidak mencari kebahagiaan ayah sendiri, ayah akan menyiksa Ibumu..."

Begitu kata ayahnya saat diajak pulang, dan ternyata... Ibunya Lee yang mengizinkan ayahnya untuk pergi mengembara dengan musiknya itu. Ayah Lee orang yang baik, dia juga terkadang pulang untuk menengok Ibunya Lee dan adik-adiknya, tapi tidak memperlihatkan diri dihadapan Lee karena takut Lee belum mengerti dan menganggap ayahnya, orang yang tidak bertanggung jawab. Ayahnya memang menunggu, menunggu sampai Lee paham... Apa itu Bahagia.

"Apa kamu bahagia Lee?" Tanya ayahnya

Terang saja Lee sebagai anak yang berbakti, menjawab "Iya ayah, aku sudah cukup bahagia melihat ibu dan adik-adik bahagia di sana, di rumah mewah itu..."

Ayahnya hanya tersenyum, dan berkata, "Lee... tanya kembali hatimu yang paling dalam, apakah kamu bahagia?" kemudian ayahnya berlalu pergi kembali. Lee termangu ditempatnya (scene di sini yang paling saya suka*)
Yup, hanya hal kecil yang bisa kita pikirkan yang membuat kita senang, kita sudah bisa defenisikan itulah bahagia. Dari film itu saya bisa menangkap kalau sebenarnya perasaan bahagia itu tidak begitu mudah di dapatkan.

Lee mungkin merasa bahagia akhirnya dia tidak perlu kerja keras lagi untuk memperaiki rumahnya di pinggiran kota, sekarang dia punya rumah mewah, mobil dan cukup uang tunai untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Dia sudah punya segala yang dulu dia inginkan untuk Ibu dan adik-adiknya.

Saya lanjut lagi ya cerita filmnya.

Lee jadinya berpikir untuk terus melakukan pertemuan rutin dengan ayahnya, saat mereka kembali ketemu, ayahnya kembali bertanya. "Apakah kamu bahagia Lee?" Kali ini Lee tidak langsung menjawab, seperti ada yang terserak di dadanya belum bisa dia ungkapkan. "Ayah..., bahagia itu apa?"

Yup itu pertanyaan pentingnya, semu orang mungkin bisa mencari kebahagiaan, tapi pertanyaan pentingnya adalah "Apa itu Bahagia?" sebagian orang mungkin bisa bilang bahagia itu kalo punya rumah gede, mobil keren dan uang jajan berlipat ganda, bisa kemana-mana dengan mudah, mendapatkan apa saja dengan mudah. Tapi apakah orang yang gak punya itu semua, tidak bahagia??

"Lee.. Ibu mu dan adik-adikmu senang di rumah itu, pernah kamu tanyakan mereka, apa mereka bahagia? Mereka senang belum tentu mereka bahagia. Dan kamu Lee, carilah bahagiamu sendiri."

Akhir certianya Lee dan keluarganya kembali ke rumah lamanya :D Bisa teman-teman pahami kan? kita senang, bukan berarti kita bahagia.

Semakin kesini, di usia saya yang sudah 29 tahun ini, saya jadi paham perbedaan senang-senang dan bahagia itu sendiri. Kadangkala kita hanya senang-senang tapi tidak benar-benar merasa bahagia di situ.
Ah ungkin saya terlalu berpikiran serius kali ini ya hehehe, defenisi bahagia itu banyak memang ya, boleh deh postingan #SannengTalks kali ini dijadikan threat buat membahas defenisi bahagia versi teman-teman masing-masing.

Jangan lupa baca juga tentang BAHAGIA versi
kak Ery dan kak Awie


Ditunggu komentarnya ya teman-teman tentang BAHAGIA versi kalian, sampai jumpa di #SannengTalks berikutnya.

#SannengTalks3 : Tentang Teman Yang Suka Cerita Belakang

10 July 2017
Nahh.. nah.. pembahasan seru nih kayaknya ya HAHAHAH dan sekaligus mungkin salah satu pembaca blog ini ada yang agak gemetaran gitu. "Jangan-jangan tentang saya nih dia posting nih?" HAHAHA :p emang ada ? #eh. Jadi begini topik ini saya yang pilih loh kali ini, kan memang setiap mau Sanneng Talks, kami bertiga, kak Ery, kak Awie dan Saya punya giliran untuk ngasih tema tiap dua minggunya ini. Dan kenapa kepikiran sih buat bahas tentang ini? Ya karena entah saya saja yang merasa kalau akhir-akhir ini sering ada yang ceritain. Berasa penting banget jadi orang ya :P 

Jadi begini, di Makassar, saya bergau gak cuma dengan teman yang seusia saya, ada adik-adik manja yang usianya sepuluhan tahun di bawah saya, teman arisan yang seumuran dan seangkatan, teman komunitas yang lebih tua dari saya, dan bersyukurnya saya bisa tetap balance dengan mereka. Di satu sisi saya harus mengambil sikap dewasa karena saya yang paling tua diantara sekumpulan adik-adik cantik yang punya hobby yang sama itu, dan saya yang memang agak ribut dan terkesan emboss di genk arisan yang seangkatan saya. Dan dibeberapa komunitas saya harus belajar menghormati dan patuh terhadap kakak-kakak senior yang lebih tua dibanding saya.

Terhadap itu, tentu saja jalinan pertemanan itu ada dinamikanya. Sama kayak jalanan, gak cuma ada jalan tol pastinya hihih. Sebenarnya sudah biasa loh soal ngomongin teman sendiri di belakangnya, itu sering terdengar. 

coba baca postingan Tentang Teman Cerita Belakang by kak Awie

dan cerita kak Ery juga 

Saya gak mau muna sih sebenarnya saya juga kalau ngumpul sama teman-teman, kadang malah ada sedikit bumbu-bumbu keseruan yang ditabur diatas meja pertemuan itu [halah*] paling juga bahas tentang : 

"Eh si ini mau nikah tawwa dii..?"
"Iyoww padahal deh sama mantannya kemarin pacaran tujuh tahunan"
"Eh si anu ndak jadi datang kesini, karena lagi jalan bareng sama si anu"
"Malasku saya si anu lama skali gerakannya"
"Nda pernah ma mau gang kontak sama si anu, karena setiap ini... dia pasti pinjam uang"
"Eh anu begini, begitu..."
"Kasian anaknya gak ASI.. sibuk nongkrong sih..."

Dan banyak lagi. Paling ya begitu konfirmasi berita yang sebenarnya beritanya disebarkan sendiri sama si temen itu via status sosial medianya. Dan karena kami juga sedikit kepo ya akhirnya gitu, menindak lanjuti penyelidikan HAHAHA. 

Yang ngeselinnya di sini, punya teman yang suka banget update status menyinggung kita. AHHAAH jadi saya pernah punya teman gitu, yang ajakin berteman duluan sebenarnya dia ya lewat blog dia kenal saya akhirnya berlanjut ke facebook dan sampai nongkrong-nongkrong bareng gitu, setiap ngobrol selalu dia yang mau mendominasi kalau yang serba bisa gini gitu itu tuh dia. Saya mah apa atuh... cuma mendengarkan sambil menikmati makanan dan minuman cafe baru waktu itu, paling juga iya iya aja sambil sibuk foto-foto. 

Beberapa lama kemudian, saya mulai sering sibuk lain selain pergi nongkrong bareng sama dia, entah itu ada event berbayat, job review blog, atau mengisi kelas-kelas dengan materi yang saya tau. Entah apa mungkin dipikirannya kalau saya punya teman banyak selain berteman dengan dia, artinya saya ini ngejauhin dan ngeledekin dia. Hoalah cape dehh... temanku bukan cuma kamu mbake. HAHAHAHAH. 

Akhirnya tiap saat buka sosmed, timeline yang lewat postingan dia yang selalu nyindir-nyindir saya. Saya taulah soalnya barusan saya datang telat, di statusnya dia nulis begini "Daeng Sallo, miss telat" HAHAHAHAHA [ups* siapa nih yang tau doi?] HAHAHAHA dibahas akhirnya di blog wkwkwkw.
Another case, ada juga yang selalu nyinyir, katanya kalau si A ngumpul sama teman genk nya pasti ngebahas saya. Loh? WKKWKW soalnya katanya saya aktif banget foto OOTD dan foto eksis nongkring-nongkrong sama teman-teman di social media, saya gak ngurusin anak saya katanya. Sejak kapan kehidupan seseorang bisa kalian nilai lewat postingannya sih ya ? wkwkwkkw paling malesin lagi karena ini dulu juga genk saya, ya karena saya punya komunitas terlalu banyak katanya, terlalu sibuk katanya, akhirnya entah sengaja gak sengaja mereka sering ngumpul tanpa saya jadinya. WKWKKW yaudah eyke cabut dan memang sih ya kesibukan saya bukan cuma sekedar cari waktu untuk kumpul-kumpul sama kalian yang temannya maunya itu-itu aja, gak menerima kalau ada temannya punya teman lain lagi. Ya toh mereka yang gak membuka diri. Males banget sama orang-orang yang berpikiran tertutup kayak gini :p

Dan juga, beberapa yang selalu merasa tersaingi itu suka bikin alibi dan cari banyak cara untuk bisa menjelek-jelekkan kita di depan teman-temannya yang mendukung dia. Kalau kata mbak Awie sabar sih ya, jadikan juga refleksi diri. Tapi ya orang yang begini perlu dilihat juga kapasitasnya seperti apa. Kalau misalnya yang suka jelekin kita itu memang orang yang terakui lah di kota makassar dan memang sepak terjang dan pengalamannya sudah lebih OKE dari kita ya its fine, wajar saya merefleksi diri. tapi kalau mereka "do nothing" GAK SAMA SEKALI PUNYA hal yang bisa mereka banggakan atau dibanggakan teman-temannya selain cerita-ceritanya itu... BYE BYE! aku mah jauhin! bisa dengan diam tanpa kata langsung gak temanin, atau juga bisa dengan terang-terangan saya bilang saya males sama kalian! HUH!
Mereka gak mikir mungkin ya kalau mereka yang diceritain dibelakang mereka, trus mereka tau, gimana rasanya? Apa mereka tidak menghitung seberapa baik orang itu, tetap saja dianggap buruk baginya. 

Jaman kita sekolah malah sering ada teman yang suka ceritain keburukan temannya sendiri ke orang yang suka sama temannya itu. Jaman kuliah juga masih ada yang begitu, sampai kita emak-emak pun HAHAHAHAH gak berhenti ya. Atau mau tau bahkan keluarga juga ada yang begitu. Istigfar yuk.. huhuhu.. 
Tau begitu, mulai yuk menghindari sifat suka dan hobby ceribel ini, ada kok tuntunannya :

Pertama, tentu dengan mengingat beratnya dosa atau adzab bergunjing. Misalnya mengingat selalu hadits "Sesungguhnya ghibah itu akan menghanguskan kebaikan seseorang lebih cepat daripada jilatan api atas kayu bakar".

Kedua, dengan merenungi aib atau kejelekan/kekurangan diri sendiri. Kita harus ngaca dan terus intropeksi diri. Dengan begitu kita akan sibuk memperbaiki aib sendiri dan mengabaikan aib orang lain (tidak suka bergunjing). yuk bareng-bareng mengupayakan.

Menurut al-Ghazali, jika kita telanjur bergunjing, bergegaslah beristighfar, lalu meminta maaf orang yang kita gunjingkan. Kalau tidak bisa bertemu dengan orang itu, banyaklah memujinya dan mendoakan serta menyebut kebaikannya. ^^

Sampai jumpa di postingan #SannengTalks4 yaaaa...

#SannengTalks2 Lebaran & Reuni

26 June 2017
Assalamualaikum wr wb, 
Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin semua. Hari kedua lebaran, tamu-tamu masih terus berdatangan, ini aja post blog maih harus beresin ruang tamu sebenarnya hihihii. Ya its Monday again, artinya waktunya ngobrol di blog nih, bareng 2 kakak blogger andalan aku, siapa lagi kalau bukan kak ery dan mbak awie, di Sanneng Talks ehehehe. Namanya komitmen ya bikin obrolan apapun itu di blog tiap senin, biar kolaborasinya jalan terus, waktu sibuk-sibukpun kita tetap menyempatkan untuk share ini.

Di #sannengtalks2 ini kita akan bahas atau cerita-cerita sedikit mengenai lebaran dan reunion, gimana sih suasana lebaran kalian? 

Baca juga yuk versi lebaran dan reuni di blog kak awie 

Sebenarnya saya termasuk orang yang jarang menghadiri reuni-reuni saat buka bersama ataupun lebaran loh. Kenapa? Karena saya termasuk keluarga besar yang jadwal silaturrahimnya berketerusan sampai semingguan biasanya. Selain itu saya termasuk anak yang sering pindah-pindah sekolah, jadi reuni SD, SMP tidak pernah sekalipun saya hadiri HAHAHAH ,, payah banget yak. Tapi kalau ketemuan biasa atau janjian biasa, sering sih, apalagi perjumpaan yang tak sengaja, macam Rahul dan Anjali gitu ketemu tak sengaja di basecamp. Kaget dan senang bercampur dengan kecanggungan. AHAHAH.

Selain reuni dengan teman, sebenarnya saya lebih excited reuni dengan keluarga. Keluarga besar kami tinggal terpisah, untuk berjumpa hanya pada saat lebaran atau saat ada acara besar keluarga seperti pernikahan, sunatan, dan lainnya. Lebaran memang cocok dijadikan moment reuni, karena semua yang merantau ke luar pulau, keluar kota, semua kembali ke kampung halaman masing-masing, lalu berkumpul di kediaman kakek kami yang termasuk yang paling dituakan di dalam keluarga. Dalam setahun ini pastilah banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Seperti misalkan, sepupu kecilku yang dulu banget saya sering mandiin dan gendongin, sekarang sudah besar, sudah jadi anak cowok yang cool dan banyak gebetan, jangankan deket sama saya, nyapa saya aja dia malu-malu. Juga sepupu gadis-gadis remaja, sudah pada SMA, sudah jadi mahasiswa, doyang bergaya, padahal dulu keluar rumah cuma kutangan :p dan herannya saya, mereka gak ada yang follow instagram saya BHAAAAAHAHAHHA -ngarep* iya sebenarnya semua keluarga kalo disatukan dan diminta follow-follow-an instagram, bisa tembus 500 followers lah. EH ini kenapa jadi bahas ginian hahahaha~ well karena saling tinggal jauh dan jarang komunikasi, akhirnya malah saling malu-malu saat berjumpa.

Nah kalau reunion sama teman, senanglah pasti. Pernah suatu waktu saya disinvite sama teman SD saya wktu di SD sudirman Makassar. Itu seru banget waktu pertamakali jadi member SD sudirman 1 jadi serasa nostalgia kembali, ada satu orang yang memang sengaja mencari kami di dunia maya dan mengumpulkan kami. Astrid namanya, dia sampe punya foto sekelas kami dengan walikelas. saya bahkan lupa sama sekali siapa astrid ini, duduk dimana dia waktu kami sekolah, HAHAH abisnya liat fotonya di facebook cantiknya masyaAllah kaya Chelsea Islan, setengah mati saya mau ngingat wajahnya waktu SD dan akhirnya dia buka mulut ngasih clue “Qiah saya ini yang sering bareng kamu nunggu jemputan di Bank Indonesia, kamu nunggu papamu, saya nunggu kakakku” disitu mulai ada bayangan. Betapa berubah banget mukanya. Dulu dia kacamata sekarang matanya bening banget :D

Saat di line group juga ada yang Tanya “Ini qiah yang item manis itu kan ya?”
“Iya yang inyol itu”
“Hooh yang nilai menggambarnya dapat 10”
“yang biasa kita nyontek muatan local sama dia”

HAHAHAH seperti itu teman-teman SD saya mengenali saya wkwkwkw. Mulai dari fisik saya, keterampilan dan prestasi saya. Saya pun mulai mendeteksi satu persatu teman-teman saya yang sebagian besar wajahnya gak berubah-berubah2 amat. Yang paling nakal malah jadi paling ganteng dan sudah sarjana kedokteran. Yang paling jahil sering isengin saya dan teman-teman, udah nikah dia hihi. Akhirnya setelah obrolan di line kita semua pada penasaran dan berniat saling ketemuan reuni bareng-bareng saat lebaran, in bermaksud menunggu teman yang merantau, pulang ke Makassar. Akhirnya mereka reuni dan saya tidak bisa hadir karena sedang perjalanan ziarah ke rumah nenek bersama keluarga lain -_-“ Tapi saya malah jadi satu komunitas dengan teman SD, arisan bareng juga sama dia :D

Kalau teman SMP beda lagi, ini gak ada line group, saya satu kampus dengan beberapa teman SD jadi ketemu di kampus aja udah kayak reuni, cerita lainnya, jaman MABA gitu, saya pernah dikenalin sama cowok dengan temen saya, saat tukeran nomor hape dan akhirnya telponan eh malah ketahuan kalau kami ternyata ini teman sekelas waktu di SMP5 BAHAHAHAHAH. “Makassar sempit ya Qiah…” HAHAHAH sempat jadian tapi gak keterusan, soalnya saya kurang sreg sama orang yang seumuran dan gak dewasa [haaaalaahh*] lama kemudian saat udah nikah dan punya anak masing-masing, tak sengaja lagi kami ketemu di kantor walikota, dia rupanya kerja di sana dan saya sedang ada urusan untuk men SAH kan surat. Eh yang heboh malah dia ke teman-temannya, “Tolong dibantu suratnya dia ya, teman SMP ku tawwa, mantanku juga…” -_-; tapi itu dibawa canda aja kok, obrolan singkat juga saling Tanya anak berapa sekarang.

Beda lagi kalau teman SMA, tahun ini saya juga gak hadir di reuni SMA. Ada anjangsana dan bukapuasa bersama,bertepatan dengan event lain, yang memang lebih senang saya dating sih daripada reuni SMA hihihi eh kenapa ? ah kepo aja sih ahahaha. Namanya SMA di situ ada genk-genk kan ya, jadi ada satu genk gitu yang lebih pengen ambil panggung jadi semacam “beda kelas” lah sama mereka HAHAHA jadinya bikin males, tapi bukankah itu ajang silaturrahim dan moment buat maaf-maafan? Iya sih ya tapi memang gak dipungkiri kalau ada moment begini :
“Eh datangki buka puasa bersamanya itu alumni ta?”
“Iya mauka dating tapi malaska kalau nda bisako semua gaes”
“Iya gang saya ndak bisa belum mudik bla, Qiah gimana?”
“aih saya ada event ku juga hari itu HAHAHA janganmi dating pade”
“Iya deh kita dating juga gak disamperin jaki, mereka ji mau diliat action HAHAHA”
“Silaturrahim toh… tawwa”
“Iya pade nanti saya mampir setor muka saja kwkwkwk”

Inti masalahnya adalah di gank SMA kalau liat kita punya banyak teman selain teman SMA, mereka bakal update status dan bilang blab la blab la .. yang entahlah kenapanya mereka begitu. Ini saya biang aja ah AHAHA kalau kamu dan genk kamu dari SMA sampe skrg bisa lengketnya Cuma sama genk SMA itu aja ya gausah bikin threat toh sama yang bisa berbaur kemana-mana :D eh qiah ini momen lebaran HAHHA rileks, saya sih udah biasa ngadepinnya, udah maafin kok mau mereka bilang apa juga. Tapi toh saya tetap bisa komunikasi ke mereka tanpa rasa kesal, saya pun gak segan ngeduluanin komen di uploadan mereka. Menjaga silaturrahi itu tidak dengan ketemuan melulu kan.

Gimana teman kampus? Teman kampus mah tiap tahun ada halal bi halal nya skalian sama dosen-dosennya malah hihi seru, bahkan tahun lalu ada nobar bareng uang panaik skalian reunion juga itu. Saya suka sama tman kampus saya semua, bisa blend juga sama kegiatan-kegiatan saya, ada yang jadi EO, jadi lawyer, pegawai bank, dan lain sebagainya deh bisa blend, groupnya juga saya betah :D
Selain teman sekoah dan kuliah, ada juga reuni yang ngebet-ngebet musti diadakan, reuni komunitas hahahahah itu so pasti bakal saya datangin. Satu lagi, reuni teman angkatan suami! Ini juga wajib saya ikutin kalau ada, hehehe senang bisa saling kenal para istri-istri yang kerjaan suaminya samaan kan bisa omongin gaji dan bonus-bonusnya hihihii. 

Jadi teman-teman, gimana moment lebaran dan reuni kalian ? hehehehe cerita di kolom komentar ya, reuni mana yang paling bisa dan seneng kalian sempatin dating hheheheheh :D sampai jumpa di sannengtalks berikutnya.

#SannengTalks1 : Pakaramula Lagi

11 June 2017
Yeay akhirnya deh ya udah hari Senin! 
Kenapa? Monday is Money Day? Oh bukan! hahahaha... jadi saya mau pakaramula dulu.
Iya Pakaramula apaan sih? Baca judul postingan ini, orang luar Makassar pasti agak gak paham ya hihih. Karena memang pakaramula itu bahasa makassar yang artinya "Memulai" dan #SannengTalks itu apa? hubungannya sama hari senin apa?

#SannengTalks adalah ... jeng...jreng...jreng...

Seperti yang kalian lihat di foto post awal, ada tiga orang blogger Makassar [eh cie...] yang mau berkolaborasi menulis setiap hari Senin. Jadi Sanneng itu adalah nama hari Senin dalam bahasa Makassar. "Allo Sannengi..." [Hari Senin nih!] artinya kami bertiga harus siap menulis tentang hal-hal apa saja yang mungkin nanti menambag semangat kami menulis tentang kehidupan ini (uw woh*) 


Alasannya begini, "Ayo deh yuk, menulis opini-opini atau bahas tentang apa gitu yang sebagian pembahasan panjangnya tak perlu habis sampai di group line aja..." HEHEHEH! lagipula kan memang dasarnya ngeblog itu menulis keseharian kita, tulisan yang lahir dari opini kita masing-masing, dan kita sadari, satu pembahasan bisa ditulis dari berbagai angel sesuai dengan kemampuan yang menulisnya. 

Auto Post Signature