Showing posts with label JALAN-JALAN. Show all posts
Showing posts with label JALAN-JALAN. Show all posts

Cerita Traveling Naik Bus Dari Surabaya Menuju Jogjakarta

14 January 2019

Salam semua, mau cerita tentang liburan pernikahan saya dan suami kami jalan jalan ke kota Surabaya dan Yogyakarta. sebenarnya tujuan awal sih ke Yogyakarta tapi kita beli tiketnya tujuan surabaya dulu baru dilanjutkan ke Yogyakarta. 

ini kali pertama saya jalan-jalan ke luar provinsi berdua aja loh. biasanya dilarang sama orangtua hahahhaa... keluar kota aja harus bareng keluarga, kalau ke jakarta biasanya dibolehinnya sama keluarga, sama temen pun kalau rame2 tetap ga di ijinin hehehehe.. jadi exited banged pas dapat liburan nikahan jalanjalan. udah ada yang jagain :) 

Nah tiba di Surabaya itu siang, saya dan suami menginap di hotel vini vidi vici di sekitar pasar baru Tunjungan plaza. Sengaja kami memilih dari Makassar ke Surabaya untuk menuju Yogyakarta, karena pengen ngerasain liburan di dua kota gitu. 

Sempat jalan keliling kota Surabaya, kebetulan suami pernah bertugas di Surabaya jadi dapat pinjaman motor dari temannya. setelah capek keliling surabaya malammnya kami dinner di Tunjungan plaza tempatnya menarik :) plaza yang kebanyakan resto dan cafenya, swalayan dan tempat shoopingya kurang mendominasi.
 
malam itu cuma makan dikit di situ, entah mungkin karena capek jalan2 jadi agak jetlag dikit heheheh tapi setelah reda, baru nafsu pengen makan bebek goreng, diantarlah saya ke Tugu pahlawan yang disana ada warung bebek goreng, antriannya rame dan nommm nommm noommm gurihdan enak banged :)


Baca juga : Kuliner Bali, Bebek Tepi Sawah

Keesokan harinya, pagi-pagi kita udah harus cekout hotel karena mau melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta kita memilih naik bus karena kalau naik kereta itu,terjadwal. Bisa aja adanya malam sementara saya dan suami pengennya berangkat pagi jadi milih naik bus aja. sebelum cekout kita sempat breakfast di Hotel. saya suka pekarangan dalam nya hotel V3 ini bernuansa ala Maroko. 
"Sayang, terminal bus nya jauh?" tanyaku ke suami
Suami jawab santai, "Di Surabaya semua dekat, karena gak ada macet" 

Saat sampai di terminal bus bungarasih Surabaya, orang belum ramai, karena pagi itu pukul 08.00, suami sudah beli tiket langsung di loket, kalau sekarang bisa di Joglosemar Travel. Saya sedikit cemas, karena perjalanannya katanya makan waktu tujuh jam, hiks.. saya paling gak suka sebenarnya perjalanan darat yang jauh. Tapi karena masih pengantin baru nih ya, jadi oke aja, yang penting bisa bobo di pundak mu ya suamiku. HAHAHAH. 

Baca juga : Liburan Mudah Ke Bali


Saat naik ke bus, kami diberi sepotong kertas berisi nama menu makanan dan minuman, disuruh centangin menu itu, ada nasi campur, nasi soto ayam, nasi ayam lalapan, dan untuk minuman ada pilihan es teh manis, es jeruk, dan es kelapa. 

"Sayang tadi yang menu makanan untuk makan di bus? padahal kan kita bawa ini bekal di tas" ya saya belanja di supermarket cemilan buat perjalanan. Suami jawab "Ndak tau juga sayang..." HAHAHAHA ini ternyata pertama kalinya juga suami naik bus ke Yogyakarta, dia yang ajak karena saran dari temannya juga. 
Sepanjang jalan, saya cuma liat sawah kiri kanan, kurang seruh sih sebenarnya, uhf, untung ruangan bus nya menyenangkan, kursinya bisa direabahkan sedikit, dan banyak bekal yang membahagiakan. 

Tapi menjelang siang, sudah jam 13.00 bus berhenti di sebuah rumah makan besar banget halaman parkirnya. Nama daerahnya Ngawi. Ternyata itu tadi gunanya kita mencentang makanan, turun dari bus, menuju rest area di rumah makan itu, masuk sana udah langsung diteriakin "NASI CAMPUR SIAPA??" nah suami angkat tangan, dibawain deh nasi campur ke kita, karena kita centang menunya tadi, kita gak menunggu lama makannya. 

Sopir dan kernet sudah memberi aba-aba untuk naik kembali ke bus, setelah waktu istirahat kurang lebih 30 menit, eh tapi ada juga yang berganti bus dari kabupaten Ngawi ini. Ngawi dekat dengan kabupaten Sragen, tiap ada gate kabupaten, kernet akan teriak, dan ada juga penumpang yang turun. 

Kurang lebih tepat 7 jam, perjalanan. Karena saya sediakan bantal leher untuk tidur, jadinya saya tertidur cukup lama, dengan membayar 70ribu perorang sampai lah kita di kota Yogyakarta tepat setelah magribh. 
Saat sampai di Jogja, saya dan suami sempat kebingungan mau naik apa lagi ke hotel, waktu sama-sama pertama kalinya kami ke Jogja.

"Sayang, saya tanya-tanya dulu tukang ojek ya tentang hotelnya." usul suami. 

Tahun 2013 belum bikin planning mau nginap dimana, tiket beli langsung di lokasi, ga kayak sekarang udah bisa online pesannya HAHAHHAAHAH jaman ya jaman. 

Akhirnya karena informasi dari tukang ojek, kami juga ikutan naik ojek jadinya, tapi untung mas ojeknya mau tukeran motor, jadi saya tetap di boncengin sama suami, dan mas ojek semotor juga sama ojek yang satu.

Dibawanya kami ke hotel dekat keraton, nanti saya review hotelnya juga deh, cari fotonya dulu :) 

Jadi ya seru juga kok naik bus ke Jogja, perjalanan memang lama tapi kita santai aja, karena ruangan bus nya besar dan kursinya nyaman. Harga tiket bus nya juga murah. Intinya jangan lupa cemilan aja, karena dari rest area tadi, agak jauh lagi sampai tujuan. 

Trus cerita kami di Jogja bisa teman-teman baca di sini ya : Hello Prambanan Jogjakarta



La Picolla Italy, Tempat Menikmati Pizza Otentik Italy di Makassar

05 October 2018
Salam semua,

Ini pertamakalinya saya mengunjungi La piccola cafe. 

Cafe yang identik dengan suasana homey negara Italy yang ada di tengah kota Makassar. Saya sudah lama dengar tentang cafe ini dari beberapa teman, katanya ada cafe yang pizzanya itu asli orang Italy yang buat, dan tempatnya juga seringkali saya lewatin. Cuma entah kenapa belum berkesempatan mampir di sana. 

Dan minggu lalu akhirnya kesempatan itu datang ke saya, diinvite teman-teman blogger lainnya untuk meetup dan lunch di sana, di La Piccolla Cafe. Sebenarnya saya pikir siang-siang tuh enaknya ke tempat yang dingin kali ya, mall gitu, saya khawatir di sana akan panas karena melihat lokasinya di dekat pantai losari, Jl Lamadukelleng no 82, pas diujung jalan berbelok ke Haji bau. 

Tapi ternyata saat sampai di sana, serrrrrrr.. di sambut dengan sapaan "Ciao bellaa..." dari beberapa pramusaji yang cantik-cantik, dinginnn dan seperti ada angin sepoi menyambut. Gak sepanas yang saya kira, saya suka hawanya, terang tapi tidak silau, dan tidak pengap, cafe dengan suasana rumah-rumah yang ada di Italy ini punya cukup pendingin ruangan yang menyegarkan. 
Sampai di sana, sudah ketemu dengan teman blogger lainnya, karena memang dasar blogger ya, kita ngebahas dulu soal deorasi cafenya. Katanya ownernya gak mau disebut ini cafe, lebih suka kalau disebut sebagai warung atau kedai, hehe. 

Yang saya pernah baca sih memang hunian Italia punya ciri khas kaya akan tekstur. Seperti cafe bernuansa Europ yang di Makassar, yang pernah saya datangi memang ciri khasnya itu ada pada dindingnya yang bertexture. Sama seperti La Piccola ini, dindingnya batu bata yang dibiarkan natural tapi sudah diperhalus. Dekorasinya memang memberi kesan hangat pada ruangan karena catnya didominasi warna hangat seperti krem, cokelat muda, orange muda, pastel, atau cokelat kemerahan. Warna-warna itu beneran mewakili gaya desain interior ala Italia yang klasik dan romantis.

Walldecornya juga dihiasi dengan ranting-ranting pohon, gambar-gambar vespa dan mobil VW mini bus dengan warna bendera negara Italia, Hijau putih dan merah. Ada beberapa frame foto owner dan chef nya beserta keluarga chef-nya yang bule , terpajang di dinding. Cuma saya kurang srek aja sama baju-baju pemain bola Italy yang dipajang di dindingnya, seperti merasa kaos olahraga itu gak nyaman dilihat saat makan HEHEHEH. 

Yang paling loveable adalah taplak meja, sarung kursi dan gordennya. Motif kotak-kotak merah putih, kayak di Bali biasanya motif kotak hitam-putih gitu. Oh iya ternyata motif kotak-kotak merah putih itu motif khas Italy loh, dan termasuk salah satu motif pakaian tradisional benua Eropa. Dan katanya material kain itu di beli langsung oleh ownernya di Italy. 
Karena kedainya kecil sesuai namanya La Piccola yang in English artinya "The Small One" makanya tidak cukup banyak kursi, ada satu meja memanjang yang cukup untuk ber 6-8 orang, kami duduk di situ, dan di sisi kiri ada meja untuk 2 orang, di depan dan belakang ada meja ber-empat. Jadi ini dempetan antara meja, makin dekat makin akrab. Konsepnya memang homey jadi pengunjung bisa merasakan keakraban juga karena saling berdekatan. 

Kami disajikan menu pembuka, yaitu garlic breads yang diatasnya ada tomato dan parmesan, seperti makan burger tapi ini beda gitu karena rotinya dipotong kecil-kecil.

Menu pembuka lainnya adalah popcorn, saya belum sempat coba sih tapi kata Dwi, yang duduk di sebelah saya, popcornnya enak, rasa dan texturenya mungkin ya. Di Lapciccola disediakan infused mineral water yang bisa bebas kita isi dengan kelas kita, diletakkan di dekat meja open kitchen.

Chef Giovanni "Nanni" Marras 

La piccola cafe ini dibuka dan didirikan langsung oleh Chef Nanni Marras bersama istrinya yang orang Sulawesi (Tionghoa-Mamuju), pada September 2017. 

Chef Nanni sendiri "tiba" di Makassar itu sejak tahun 2016 dan bekerja sebagai Chef De Cuisine di hotel The Rinra selama setahun. 

Dan alasan mereka mendirikan La Piccola itu karena chef Nanni ini kangen sama kampung halamannya gitu di Italia, dan selama dia di Makassar belum pernah menemukan rasa yang khas itali yang bisa mengobati rasa rindunya dengan makanan khas Italia, juga tentang budayanya. 

Nah jadinya mereka berdua berpikir kenapa gak mendirikan warung yang menjual jajanan khas Italia aja di Makassar. Sebagaimana yang kita tau itu ya kalau makanan khas Italia ya Pizza dan Pasta. Dua macam menu itu juga yang disajikan di La Piccola 

Kendalanya mungkin ada pada bahan-bahan, tapi Chef Nanni mengimprovisasi bahan-bahannya karena ingin juga meyesuaikan dengan selera orang Makassar. Dan Chef Nanni ingin menyajikan makanan yang HALAL. Chef sendiri yang menegaskan kalau di La Piccola ini semua bahannya fresh dan halal, tiap pagi chef jalan ke pasar membeli bahan-bahan, karena chef gak mau pakai bahan yang gak segar, itulah mengapa pizzanya yummy :)

Untuk isian berupa beff nya juga, chef sendiri yang asapin, dia gak beli instan. Dan dagingnya menggunakan daging sapi, gak pakai (maaf*) pork dan bahan-bahan yang dilarang. 

Untuk harga nya (silahkan liat di foto menu) memang terbilang agak mahal, tapi jangan langsung males ya,. seporsi spaghetti itu porsinya gak "pelit" porsinya termasuk banyak kalau sendiri, kalian kenyang, lagipula toping spaghetti nya juga tidak "biasa aja" selalu ada taburan-taburan lezat yang menambah cita rasa dan tentunya khas Italia. 

Pizza dengan harga 40-80ribuan itu juga bisa kalian nikmati ber-dua sampai empat orang karena di La piccola ini hanya menyajikan pizza dalam satu ukuran, yaitu diameter 35cm , gak ada pizza kecil gak ada pizza besar. Semua satu ukuran karena katanya itu termasuk budaya di Italia, konsisten terhadap ukuran pizzanya. 
Di La Piccola ini kalian bisa menyaksikan langsung bagaimana pizza kalian dibuat, karena kedai ini konsepnya juga open kitchen. 

Kenapa open kitchen?

Karena "the original pizza" di Italia dibuat untuk disaksikan bersama, agar semua orang menghargai budayanya, dan chef Nanni mendirikan kedai pizza ini bukan sekedar membuat makanannya tapi juga share tentang budaya orang Italia dalam passion memasak. 

Karena para pembuat pizza di sana itu menganggap adonan pizza sama seperti makhluk hidup yang sensitif, harus diperlakukan dengan lembut agar tidak merusak adonan atau adonannya tidak sobek. 

Jangan percaya pizza yang keluar dari dapur ke hadapan kalian kalau kalian tidak liat sendiri proses pembuatannya. Itu tuh di Itali begitu tuh. heehhehe beda ya dengan pizza tiga huruf, dapurnya jauh di belakang. Kalau La piccola ini gak, mereka mengutamakan unsur budaya juga. Jadi pelanggan bisa liat cara pizza mereka dibuat.

So, ya menu apa saja yang jadi pesanan kami waktu itu ? 

Margerittha Pizza
Pizza yang di taburi saos tomat, mozarella dan oregano
Black Pizza La Piccola
Dalam rangka first anniversary La piccola cafe merilis menu barunya, yaitu black pizza. Black Pizza ini ada smoked beed, mozarella, dan lainnya (silahkan liat di foto) tepung yang digunakan yang bikin pizzanya "black" gitu adalah moscula powder yang punya kelebihan membantu pencernaan. 
Spaghetti Al Granchio 
Sesuai namanya, al granchio yang in english "with crab" jadilah spaghetti ini ada yang jagain, hahahaha sebenarnya saya agak takut gitu karena ini kepitingnya posenya kayak lagi megangin spaghetthinya dengan tatapan tajam, takut kalau kepiting itu masih idup dan tetiba capitnya menerkam tangan saya HAHAHAHAHA. 

Tapi gak ya, hihi kepiting ini sudah direbus sedap dan matang pastinya siap kalian nikmati bareng spaghetti, buka cangkangnya dan dapat telur kepiting yang orange sedap di dalamnya, campur dengan spaghetti, nyesssssss rasanya di luar bayangan saya, ini asli yummy bangetttt. RECOMENDED kalian harus pesan ini kalau ke La Piccola.
Sebagai tambahan lagi, Chef Nanni bilang pizza yang di buat di La Piccola ini gak cuma bisa di cocol saos sambal aja, tapi bisa juga dengan sambel tumis cobek-cobek khas makassar loh. Yup di Lapiccola semua makanannya bisa kallian campur sambel tumis cobek-cobek. Saya udah cobain sambel tumisnya dan TOP BANGET! MANTUL cobeknyaa,, dan ternyata makan sama spaghetti itu ndesssss banget jadinya. 
cafe italy di makassar
Kalian kapan mau ke La Piccola ? jangan lama-lama karena ada promo anniversary mereka yang akan diperpanjang sampai tgl 31 Oktober nanti. 

Cukup dengan 50.000,- kalian bisa dapat pizza dengan teh manis loh, pizza nya bisa porsi ber dua sampai empat orang. Murah kannnn? apalagi sampai sana kalian bisa foto-foto selfie ala suasana Italia. 

Tips dari saya kalau kalian mau ke La Piccola cafe dan berniat untuk foto-fotoan, 
  • Boleh datang siang atau sore hari untuk dapat cahaya yang cucok tentunya.
  • Bawa lensa wide lebih disarankan, kalau lensa fix boleh di 27-35-dan 50mm aja 
  • Pakai baju yang trendi, edgy, gypsi
  • Warna baju yang oke biar fotonya on point itu warna biru dongker, hijau terang (tosca), mustard. Hindari warna putih, hitam, dan merah :D 
  • Jangan lupa ajak saya.
Sampai jumpa di post review selanjutnya ya

Suasana Sajian Paket All You Can Eat BBQ Hotel Claro Makassar Dengan Tema Under Water

26 September 2018
Salam semua,
Bulan lalu saya sempat nyelutuk ke suami, "Sayang, sekali-kali staycation yuk di hotel-hotel sini sama anak-anak... dinner, trus paginya berenang." dengan memasang wajah sok imut.

Waktu itu suami cuma berdeham aja, saya juga tau sih kalau responnya bakal gitu, datar. Gak iya, tapi gak juga bilang tidak. Tapi saya yakin kok, suami saya mengiyakan itu, tapi nanti, entah kapan dia akan cari dulu waktunya. Soalnya dia sibuk banget lah belakangan ini. 

Nah tepat minggu lalu, tiba-tiba suami minta saya untuk ngecek hotel apa aja yang menarik promonya, biar bisa staycation next weeknya dia libur weekend. Tentu saja, saya langsung searching dong, menurut saya hotel di Makassar pastinya bagus-bagus semua ya, dan tergantung kita butuh suasana yang bagaimana?
  • pinggir kota dengan pemandangan laut di area Makassar Barat, 
  • atau pinggiran kota dengan view tanah lapang dan sawah di area Makassar Timur. 
  • Atau tengah-tengah kota dengan suasana edgy perkotaan Makassar.
Selain viewnya saya juga tentu mikirin makanannya, karena ada beberapa hotel di Makassar yang sudah saya cicipin makanan-makanan sajiannya, dan menurut saya hanya beberapa saja yang rasanya memang enak, sesuai lidah saya dan dengan banyak pilihan menu tentunya. 

Nah yang saat ini pas dengan pencarian saya adalah promo weekend escape hotel Claro Makassar. Teman-teman di Makassar pasti tau dong, oiya hotel Claro Makassar ini adalah nama baru dari hotel Grand Clarion Makassar. Pergantian namanya itu saat merayakan anniversary hotel yang ke 12 tahun dan karena katanya anak sang pemilik hotel yang punya inisiatif untuk mengganti nama, management dan pemegang saham dan lain-lainnya gak berganti kok cuma nama aja, rebrandin gitu. Dan ini baru aja awal bulan Juli 2018 kemarin berganti namanya. 

Pengen Ulang Liburan : Badung, Bali Lagi dan Lagi. Yuk! Rencanain Sekarang.

20 April 2018
Salaam semua,
Merasa gak sih kalau pertengahan bulan ini kegiatan makin padat ? jelang sebulan lagi mau ramadhan ya pastilah banyak kegiatan ya, para EO sibuk menggelar event belanja, event musik, event pembukaan ini itu, event persiapan lomba wajah ramadhan ikhwan dan akhwat. Para owner restoran sibuk bikin menu baru. sibuk membuka cabang baru, buka cafe baru, sales yang ada di mall sibuk mengganti label tag dagangannya (dikata kacang*) hihihi sibuk gonta-ganti style di etalase tokonya masing-masing, sibuk kasih diskon, sibuk hitung-hitungan strategi penjualan. 

Para sutradra sibuk melauching trailer film ramadhan di televisi maupun bioskop, kejar tayang untuk pemutaran saat lebaran nanti. Para guru sibuk menutup tahun ajaran baru, dan para emak-emak yang anaknya memasuki usia sekolah, sibuk mencari sekolah terbaik untuk anaknya, basis ini basis itu, sistem ini sitem itu, kesana kemari seacrhing, hunting sampai dapat yang terbaik. (itu tadi curhats*) 

Apapun kesibukan masing-masing kita, pasti adalah yang namanya jeda, istirahat, atau skalian nampol, tanggung, selesaiin sampai beres, kemudian... LIBURRRR... LIBURAN!! 

Liburan itu bukan lagi sebuah keinginan, tapi sudah termasuk kebutuhan 

Menurut saya, jaman sekarang ya (gak mau bilang jaman now, mainstream!* saya kan anti mainstream orangnyahhhh :p) memang yang namanya liburan itu sudah jadi kebutuhan loh, bukan lagi soal "pengen aja..." Jadi orang yang sibuk itu memang menyenangkan, tapi justri liburan itu bikin produktivitas kesibukan kita meningkat.

Dulu saya orang yang paling males banget liburan, mending ke mall aja, mall itu udah cukup buat saya, tapi nyatanya nih ya hidup bukan melulu berkutat di kantor, rumah, atau terkadang mall aja lho! Ada begitu banyak tempat di dunia ini yang lebih indah dan mengasikkan yang tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Dan pentin gbanget untuk diketahu bersama, (cieehhh) Ilmu dan pengetahuan tidak hanya datang dari buku maupun atasanmu di kantor. Interaksi dengan orang luar atau penduduk lokal di tempat yang kamu kunjungi akan membuatmu semakin ‘kaya’.

Liburan Ke Bali Dengan Cara Yang Mudah dan Ringkas

20 December 2017
Huah, akhir tahun nih! pertanyaan-pertanyaan yang akan sering muncul ketika akhir tahun adalah "Mau liburan kemana? mau acara apa?" Aahhhh mau gak mau pasti jadinya kepikiran. Pengen lagi liburan. 

Sebenarnya saya termasuk orang yang gak begtiu suka melakukan perjalanan jauh untuk liburan, kalau hari libur ya pengennya staycation aja. Tapi semenjak udah pernah diajak traveling ke Jogjakarta dan Bali, semenjak instagram hadir untuk menjadi tempat ajang pamer foto-foto liburan kece, saya jadi suka traveling jadinya AHAHAHAyy.

Apalagi waktu event family gathering teman angkatan suami, saya bawa duozam ke Gili Trawangan, Lombok, bersama teman-teman ayahzam dan keluarganya masing-masing. Ahhh seruuu.. keseruan itu menyisakan banyak foto-foto kece yang akhirnya pun bikin pusing mau upload yang mana dulu HAHAHAH.

Malam Ramah Tamah Family Gathering Macz12euni | Oceano Jambuluwuk Gili Trawangan

17 November 2017
Masing ingat gak postingan saya tentang gathering acara reuni teman angkatan suami, kami ke Gili trawangan Lombok. Postingan itu akhirnya saya bisa lanjutin sedikit demi sedikit, biar kenangannya jadi banyak gitu dan gak cepat dilupakan heuheheh. 

saat perjalanan menuju gili trawangan. 

Malam ramah tamah saat gathering ini bertujuan untuk saling kenal-kenal antar keluarga kecil sesama teman angkatan suami. Bisa dibilang malam ramah tamah inilah acara intinya. Jadi kayak gini "Hai apakabar? Istri orang mana? Anak sekarang berapa?" secara langsung di malam ramah tamah itu langsung dijawab dan ditunjukin, "nih dia nih... kenalan dulu.. salim nak sama om dan tante.." ahahahah ilustrasi nya begitu.

Pesona Tak Berbatas Festival F8 Makassar 2017

16 September 2017
Silahkan membaca postingan sebelumnya 
Opening Ceremony F8 Makassar 2017 

Saya masih excited dengan sisa kemeriahan Festival F8 kemarin. Tau gak? F8 Makassar Masuk Calender Of Event Indonesia. Event besar di Kota Makassar F8 ini mencakup Fashion, Food & Fruit, Fusion Music, Fiction Writer, Folk, Flora & Fauna, Fine Art dan Film.

Alhamdulillah ada getar haru yang saya rasakan saat mengetahui bahwa F8 telah masuk ke kalender festival nasional Kementerian Pariwisata 2018. Seperti yang kita ketahui biasanya event festival bisa menjadi acara tingkat nasional minimal harus digelar tiga kali, tapi sekali lagi Alhamdulillah F8 ini yang baru cuma dua kali digelar, sejak tahun 2016 kemarin, sudah dimasukkan ke kalender Event festival Indonesia. Jelas ini salah satu prestasi yang membanggakan untuk Kota Makassar. Saya sebagai warganya tentu merasa senang dan bersyukur ya. 

Makassar dikenal dengan nama Jumpandang atau Ujung Pandang, sejak tahun 1999, 13 Oktober berganti nama kembali ke Makassar yang juga dikenal dengan Anging Mammiri. Sekarang ini Pemerintah Kota Makassar sudah semakin maju, terasa sekali bukan? pariwisata kota Makassar sudah tidak bisa dianggap "remeh"an saja. Kalau kalian ke Makassar gak akan ditanyain lagi, "Mau ngapain?"

Makassar juga dikenal dengan kota Sombere' dan smart city. Sombere' itu memiliki makna cerewet, terbuka dan terlibat dengan siapa saja. Sudah terlihat dari sejarah Makassar yang sudah terkenal sejak abad ke 15 sebagai salah satu kota Bandar rempah-rempah dan menjadi kantor terbaik dunia 32 perusahaan asing asal Asia Timur hingga Eropa Utara.

F8 Makassar 2017

10 September 2017

"Qiah, apa itukah F8 acara apa? semacam pasar malam?" Tanya ipar saya yang tinggal di Pare-pare.
Saya langsung jawab "Bukan kak!"
Tapi sambil mikir juga sih, iya ya gimana menjelaskan tentang apa itu F8 kalau ada yang tanya ya? apalagi dengan kalimat tanya "semacam apa?" hehehe. 

Jadi say amencoba untuk menguraikan secara simple-simple saja ya tentang F8 Makassar ini. 

Suatu hari, saya mendapat undangan gala dinner dari dinas pariwisata kota Makassar dalam rangkain event Celebes Fashion Week di Femme tahun 2016 kemarin. (Oh iya kalian bisa baca dengan klik ini tentang Femme dan Gala dinner waktu itu). Dispar Makassar mengundang "Maritage Indonesia" sebuah organisasi yang berisi kumpulan sosialita dan designer indonesia yang memajukan industri perekonomian Indonesia dibidang fashionnya. Singkat cerita, Pak Wali hadir memberikan sambutannya, dan dalam sambutannya itulah pertamakalinya saya mendengar tentang F8!

"Kalau di luar negeri ada F one, maka di Makassar ada F8! Kenapa F8? karena angka 8 adalah angka unlimited, sebagaimana kota Makassar yang unlimited juga pesona pariwisatanya."

Saya menyetujui hal itu. Di Makassar kita bisa mendapatkan kenikmatan wisata yang menarik dan tak kalah dengan ibu kota Jakarta. Hal ini yang ingin dibuktikan oleh Pak Walikota Makassar dibawah pimpinan Bapak Ramadan Pomanto. Saya merasa sejak pak Ramdan Pomanto (yang akrab disapa dengan pak Dani) memimpin kota, terasa sekali banyak kemajuannya. Maka dari itu slogan kepemimpinan pak Dani adalah DUA KALI TAMBAH BAIK

Kuliner Bali : Bebek Tepi Sawah Beach Walk Bali

17 August 2017
"Ndak sekalian sama piringnya sayang, kita habisi?"

Tanya suami sembari mengejek dalam ketakjubannya melihat saya menghabiskan satu ekor bebek goreng gurih, tanpa sisa. Iya tanpa sisa! dengan tulang-tulangnya pun habis saya gigit-telan-in HAHAHA bagaimana tidak? bebek goreng yang terkenal ini memang segitunya kok, bukan saya yang kelaparan, doyanan atau gimana, tapi suerr... bebek goreng tepi sawah di Bali ini gurih sampai ke tulang-tulangnya bisa dihabiskan tanpa keselek. 

Jadi ceritanya, ini postingan telat, akhir bulan April kemarin, saya dan anak-anak diajak suami untuk ikut liburan reuni angkatannya ke Lombok. Setelah selesai dari Lombok yang hanya 3 hari itu, sebagian ada yang melanjutkan lagi liburan di kota Mataram, dan sebagian lagi ke Bali. Saya sama suami dan 3 keluarga temannya yang lain melanjutkan liburan ke Bali selama 4 hari.


Nah kunjungan ke Bebek Tepi Sawah ini rencananya mau coba langsung yang di Ubudnya, yang katanya memang suasananya lebih bagus di sana dibanding tempat lain. Tapi karena jadwal kepulangan kami sudah mepet, gak sempat lagi ke Ubud, akhirnya cuma coba yang ada di BeachWalk bali. 

Checkout hotel jam 12, pesawat pukul 17.00 jadinya kami masih punya waktu untuk ngadem dulu di Mall Beach Walk yang paling hits itu, yang bikin saya lebih memilih ke Bali aja terus daripada ke Jakarta. HUeheEHehe. Tapi barang-barang masih dititip di lobby hote, nanti abis jalan-jalan ke BW kita akan kembali lagi ke hotel untuk ambil barang dan diantar sama mobil hotel ke bandara. 

Saat sampai di Beach Walk, kita langsung tanya informasi dulu, dimana bebek tepi sawah? lantai berapa? dan ternyata lokasinya di lantai 3, lantai mall yang paling atas. Sebelum langsung keatas, saya dan bu Marlin tentun jalan-jalan dan shoping dulu. hehe 

Oceano Resort Jambu Luwuk Gili Trawangan

02 June 2017
Postingan sebelumnya dibaca dulu ya :

Setelah menempuh perjalanan, dari hotel di Mataram menuju dermaga Senggigi ke Gili Trawangan, memakan waktu kurang lebih dua setengah jam, akhrinya dari tempat makan siang di Gili Trawangan kami naik cidomo menuju tujuan utama liburan waktu itu. Oceano Resort Jambu Luwuk Gili Trawangan.
Lega skali rasanya pas turun dari cidomo, langsung menginjakkan kaki di tempat indah ini. Harum laut dan semilir angin menyambut kami, belum lagi pepohonan yang menjulang tinggi seakan mengucapkan "Welcome" ke kami dengan senyuman, hati terasa adem sekali, meski saat itu cuaca panas skali loh. Look like home... 

Resort Jambu Luwuk ini terletak di ujung dalam Gili Trawangan, agak jauh dari "kota"nya gili trawangan, tempatnya syahdu, tenang, dan fresh nature pokoknya. Saya dan suami, serta teman yang lain yang berbarengan tiba, dengan langkah kaki pelan-pelan (menikmati pemandangan) menuju ruang resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah di atur panitia. Ruangan resepsionisnya terbuka, unik dan berbeda. [lohat foto di bawah] lumayan lama menunggu kamar siap, akhirnya kami diberikan kuncinya. Kamar untuk kami sekeluarga ada di bagian utara resort dan bagian blok depan. 
Menuju kamar, melewati kolam renang dan taman yang luas dan dilengkapi dengan kiddy land. Perosotan dan ayunan serta patung-patung hewan nusantara, bikin anak-anak senang melihatnya. Sempat juga di sambut sama beberapa mbak-mbak dari layanan SPA Message nya, dalam resort ini ada Melah SPA. 
Bentuk bangunan kamarnya mengambil bentuk rumah adat suku sasak, Bale Lumbung. bentuknya unik. Ujung atap yang runcing kemudian melebar sedikit lalu lurus ke bawah dan bagian bawahnya melebar kembali dengan jarak atap 1,5 - 2,0 meter dari tanah dan diameter 1,5 – 3,0 meter. Kalau rumah adat aslinya sih, bagian atap dari bale lumbung ini suatu ruangan yang digunakan untuk menaruh padi hasil dari beberapa kepala keluarga. 

Saya penasaran dengan kamar bagian belakang, jadi sempat jalan-jalan dulu ke belakang, dibagian belakang, ujung resort ini adalah kamar VIP yang di depan kamar langsung ada kolam renang dan taman yang cantik dilengkapi dengan air terjunnya. Posisi kamarnya berjejeran dan besebrangan lagi, kalau kamar saya dan teman lainnya, saling hadap-hadapan dan cuma ada dua-tiga kamar deketan. Sebelah taman berikut baru kamar lain lagi dua-tiga kamar lagi, seterusnya sampai ke belakang. Luasss banged sampe para witers dan room service harus menggunakan sepeda untuk menuju kamar kami :D
Di teras kamar ada kursi dan meja santai, serta tiang jemuran, pintu kaca dengan frame kayu tebal akhirnya kami buka, dan masuk langsung lihat kasur dan televisi, lemari, meja rias, serta pintu menuju kamar mandi. kamarnya lumayan luas. Sampai kamar, suami langsung meletakkan semua barang-barang, baju-baju di taruh di lemari, di gantungan, dan printilan Duozam di letakin di meja. Kemudian kami rebah bersama anak-anak di kasur. Capekkk terbayar dengan keindahan resort ini :D

Nuansa tradisional juga tampak terlihat ketika masuk ke bath room, ada bambu kecil yang difungsikan sebagai ladder rack handuk kering. Wastafelnya dari kayu dan kaca tebal, perpaduan yang ekstentrik ya. Hanya saja lampunya kurang terang kalau malam hari, nuansanya sebenarnya tidak menakutkan tapi yaaa bisa dibilang kurang romantis karena tidak begitu remang cahayanya. 
Kalau menurut rundown acara, sore hari di resort itu kita ada outbond untuk ibu-ibu tapi, semuanya pada capek kalau musti outbond, jadi diganti jadi acara bebas aja. Maraja bangun pukul 15.30 dan kami semua langsung siap-siap untuk berenang bersama... YEAY.

Di depan resort ada pantai yang cantik tapi anak-anak lebih pengen di kolam renang depan, di situ ada perosotan dan memang kolam itu terdekat dari kamar kami. Nuansa biru segar kolamnya memang memikat, airnya tidak terlalu dingin dan kedalamannya child friendly. Di tepian dalam kolam ada space cafe atau bar gitu, bikin kita bisa memesan minuman atau snack sambil berendam di kolam. Sore itu kolam masih agak sepi, mungkin yang lain pada hore hore di pantai langsung, terlihat juga ada yang lebih memilih duduk di bean bag dan kursi pinggir pantai menikmati senja, mungkin sebagian lagi memilih tidur dulu :D

Tak lama berenang, ayahzam menyarankan untuk menyudahi, karena kita masih butuh istirahat lagi, jelas saja abangzam dan maraja protes, mereka masih pengen main-main di kolam, ya sambil nangis ngebilas mereka dan pakein minyak angin. Khawatir juga sih sama keadaan mereka, capek gak? Masuk angin gak? Tapi alhamdulillah., doa Datok Nenek di Makassar menjaga mereka tetap sehat walafiat dan ceria selalu hehe. 

Dan malamnya ada acara ramah tamah dan inti reunian mereka, sekaligus saling berkenalan para Ibu-Ibunya nih dibuatkan acara tukar kado gitu sembari makan malam bersama di pinggir pantai, ahhhh romantic moment. hehehehe.... penasaran gak makan malam dan ramah tamahnya gimana itu suasananya di pinggir laut? Dan gimana berjalannya acara reuni itu? Nantikan postingan selanjutnya ya.

Oh iya yang berminat suatu waktu ke Oceano Resort Jambuluwuk Gili Trawangan ini, harga per kamarnya tuh starting from 800ribuan untuk 2 dewasa dan anak-anak terserah berapa hihihi. Lounge & bar nya punya harga menu yang lumayan murah dibanding hotel-hotel bintang lima, mungkin karena ini resort ya, sempat liat harga menunya yang terletal dalam kamar kami, ada minuman greentea dan thai tea itu 30ribuan. Indonesian food seharga 60ribuan. Breakfast menunya juga variatif, banyak dan enak ;) Kita juga bisa menyewa sepeda 50ribu per hari untuk dipakai keliling gili trawangan. Lebih lengkap untuk info dan bookingnya bisa visit web nya :)

http://www.oceanojambuluwukresort.com/

Cerita selanjutnya : Malam Ramah Tamah Macz Reuni The Club House Gili

Auto Post Signature