Showing posts with label BLOG COMPETITION. Show all posts
Showing posts with label BLOG COMPETITION. Show all posts

Emak Milenial Harus Berkenalan Dengan Zenfone Max Pro M1 Limitless Gaming

25 November 2018
Tau gak ada beberapa alasan yang membuat sebagian besar atau bahkan hampir semua manusia di bumi ini harus mempunyai satu handphone dalam hidupnya. Kalau bisa saya rangkum sih alasannya ada 5 , apa aja itu ?
  1. Butuh Komunikasi
  2. Mengatasi Kebosanan
  3. Untuk Update berita Terbaru 
  4. Eksis di Sosial Media
  5. Takut Ketinggalan Jaman
Gak bisa dipungkiri kalau perkembangan smartphone semakin merajalela dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan kita. Smartphone sekarang lebih dari sekadar perangkat komunikasi dan alasan-alasan diatas tadi. 

Setelah menjadi gadget multimedia dan pusat hiburan, tau gak kalau smartphone pun sudah mulai bergeser menjadi perangkat gaming, khususnya mobile gaming. Kenapa? Karena trennya berlanjut sejalan dengan perkembangan e-sports di seluruh dunia.

Beberapa waktu lalu saya menghadiri event bareng teman-teman blogger lainnya, Diundang oleh tim ASUS Official yang datang dari Jakarta untuk menyapa teman-teman blogger dan memperkenalkan keluaran smartphone barunya. 

Sebagai pengguna Zenfone, saya jelas bersedia hadir dong, dan saya juga penasaran dengan smartphone zenfone terbarunya, yang katanya ini smartphone khusus gaming. 

Awalnya saya berpikir, "Ngapain ya emak-emak kayak saya ini diajak juga untuk cek smartphone asus yang khusus gaming? Saya main game juga gak sering-sering amat."

Bertempat di hotel swiss bell losari, sore itu saya sudah hadir, teman-teman blogger yang lain juga hadir, setelah registrasi dan mengambil nomor undian untuk hadiah nanti, kami dipersilahkan untuk melihat-lihat zenfone yang dipajang di meja.

Zenfone Max Pro M1 dengan tagline Limitless Gaming.
Kenapa sih musti limitless gaming? 



Hal ini dijelaskan oleh Bapak  Firman – head of Public Relation ASUS.
Dulu, asus merevolusi industri komputer di tahun 2007 dengan Eee PC. dengan zenbook di tahun 2011 mereka meluncurkan ultrabook pertama dengan intel, nah disitu ASUS menjadi PC no 1 di Indonesia untuk gaming. Notebook ASUS mendapat penerimaan yang baik di Indonesia. Dan sudah sejak 2013 memikat hari para masyarakat Indonesia dengan prosesor PC dan notebooknya.

Nah untuk itulah akhirnya ASUS bikin juga smartphone khusus gaming. Smartphone itu merupakan wujud ringkasnya komputer. Pengalaman dan kemampuan ASUS pc dan notebook dibawa ke smartphone. Karena ambisi ASUS adalah membuat smartphone menjadi produk yang terbaik dari sisi design, kualitas, dan performa dan tentu saja harga yang terjangkau. 

Ingatan saya kembali ke waktu ASIAN GAMES berlangsung beberapa waktu lalu, ada e-sport kan ya, lomba e-sport itu menggunakan smartphone yang performanya bagus untuk dipakai gaming e-sport tersebut.

ASUS, sebagai salah satu pemain utama di industri smartphone, tentu sudah mempersiapkan perangkat yang mendukung industri e-sports dan mobile gaming. Dengan perangkat terbarunya, yakni ZenFone Max Pro M1, produsen asal Taiwan ini mengusung tema Limitless Gaming. Alasannya, sederhana. Karena ia punya performa CPU-GPU yang sangat mumpuni untuk bermain game, dan baterai yang "Ga Ada Matinya". Sempurna untuk mobile gaming.
Lalu apakah tujuan diproduksinya Zenfone Max Pro M1 ini hanya untuk bermain game ? Saya sebagai emak-emak tentu khawatir kalau nantinya kebanyakan main game di handphone ini akan membawa dampak negatif ke anak-anak saya bukan? 

Tapi tahan dulu, jangan langsung berpikiran negatif dulu, hehe. Main game itu bukan hanya soal jelek-jelenya saja loh. Di event ini hadir Mas Romi, owner dai droidlime.com yang menjelaskan kalau gaming sekarang itu bukan lagi tanpa manfaat, ada banyak manfaat bisnis dalam menekuni dunia gaming. 

Jaman sekarang ini, terutama kalangan muda yang kreatif sudah sangat tertarik untuk terjun menjadi seorang game developer. Kalau kita lihat games di Google Play Store dari HP Android, disitu ada banyak sekali berbagai macam jenis game yang dibuat oleh game developer dari Indonesia dari mulai game bertema pendidikan, game anak-anak sampai game yang cukup rumit. Ini menunjukkan bahwa SDM kreatif sedang tumbuh cukup signifikan bukan? Cuma ya itu, tenaga kreatif ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk terus berkembang.

Para game developer ini tentunya membutuhkan teknologi yang memadai untuk mempermudah kerja dan meningkatkan kinerja mereka. Beruntungnya, sekarang sudah banyak tekhnologi yang sejalan dengan perkembangan ini, Oleh karenanya, investasi bisnis game developer ini juga akan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.

Jadi emak-emak jangan selalu ngomel kalau anak tertarik sama gaming, sambil digali potensinya di bidang intelektual dan teknologi. Tapi kembali lagi, game itu untuk memanfaatkan waktu luang, bukan untuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. 

Jadi ya untuk itulah smartphone game ada, dan menurutku ya sudah seharusnya ada untuk menunjang bisnis dan perkembangan para developer industri kreatif Indonesia. Juga sebagai sarana untuk memudahkan e-sport di Indonesia. 
Saya mulai memakai zenfone sejak 2015, zenfone2. Zenfone tuh dikenal dengan smartphone yang prosesornya kuat. Diantara semua zenfone asus, zenfone max ini yang paling dinanti kehadirannya bagi penggunanya di Indonesia. Masa aktif batteray yang superior jadi ciri khas zenfone max. Dan sejak tahun 2015 itu performanya sudah diakui dunia, termasuk saya loh. Paling suka banget pakai zenfone. 

Zenfone Max Pro M1 Gak Cuma Ditujukan Untuk Gaming Lho!

ASUS Indonesia meluncurkan varian terkuat di seri Max M1, yaitu  ZenFone Max Pro M1 (ZB602KL) ZenFone Max Pro (M1) adalah generasi smartphone terbaru dengan platform Snapdragon 636. Performa ketahanannya gak di-galau-in lagi sama penggunanya, udah gausah ditanya lagi. 

Dengan layar Full View 6-inci Full HD+ (2160x1080) 18:9 yang memukau, baterai 5000mAh yang tahan lama, sistem dual kamera dan juga audio yang bombastis, ZenFone Max Pro memenuhi semua kebutuhkan kita di keseharian yang padat. ZenFone Max Pro adalah pendamping yang setia dan selalu siap saat dibutuhkan! 

Saya sebagai emak dua anak ini sebenarnya sudah jarang sekali main game di smartphone, tapi beberapa tahun lalu waktu anak-anak masih usia setahunan, saya biasa juga main candy crush dulu di line. 

Kan gak sedikit loh emak-emak yang menikmati perkembangan zaman seperti aktif di sosial media dan main game online. Tapi hanya ada beberapa game saja yang dimainkan oleh kaumemak-emak kayak saya karena biasanya kami ini main game yang gampang dan ringan-ringan aja. 

Waktu event gathering asus, saya coba main game balapan mobil gitu bareng teman blogger, seru banget , dan kerasa banget kalau udah laps akhir dan ikutan kesal kalau misalnya mobil saya dilambung sama lawan saya, HAHAHAH kebawa suasana serunya ya. 

Nah setelah sama-sama mencoba zenfone max pro M1 ini, ternyata teman blogger yang cowok happy banget karena kalau main game PUB (game berat) batteray nya yang sisa 13% itu masih tahan aja, dan 15 menit pertama main, gak begitu panas di tangan. 
Fitur Yang Menarik Dari Zenfone Max Pro M1
Ada beberapa fitur atau tekhnologi yang menarik perhatian saya di zenfone max pro M1 ini, apa saja itu? yuk bahas satu persatu.

  • Prosesor Snap Dragon 636 dan RAM 3GB

Snapdragon 636 diproduksi dengan proses fabrikasi 14nm FinFET berbasis arsitektur Kyro 260. Apaan sih prosesor snapdragon ini? Ini tuh yang bikin performa atau kecepatan Zenfone Max Pro M1 meningkat 40% lebih kencang dari generasi zenfone yang sebelumnya. lebih cepat switch dan movingnya untuk main game berat macam PUBG grafih high diresolusi HD. 

Untuk sekotr layarnya Zenfone Max Pro M1 ini punya brightness yang tinggi dan bis amenampilkan warna dengan tajam. 

  • Baterai besar 5000 mAh

Kapasitas baterai besar 5000 mAh menjanjikan mobile gaming berdurasi panjang, Meski mengusung baterai berkapasitas besar, ZenFone Max Pro M1 hadir dengan bodi ringkas berdimensi 149 x 76 x 8,46 mm dan bobot 180 gram. 

Durasi nge charger selama 30 menit sudah dapat 30% batterai, 60 menit dapat 60% dan untuk mendpaatkan full batteray 100% butuh 120 menit aja ngechargernya. Daya tahannya nyampe sampai 11,5 jam. Kalau untuk pemakaian harian bisa dapat 7-8 jam.

  • Dual Kamera Bokeh  

Aplikasi kamera yang ada di dalam zenfone Max Pro M1 ini adalah snapdragon kamera. Kamera belakang 13 MP dan 5MP F2.4 serta kamera depan 8MP. Tapi gak ada mode manual atau pro, cukup pencet mode auto, lalu akan tersedia banyak sekali pilihan fitur kamera yang membuat hasil foto bagus dan tajam. Shutter speed kamera lumayan cepat



Itu dia 3 tekhnologi dan fitur paling memikat hati saya di zenfone max pro M1 ini. Dari situ saya bisa ambil kesimpulan kalau zenfone max pro m1 ini bukan cuma samrtphone buat gaming aja, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan saya sebagai emak milenial yang juga seorang blogger dan vlogger.

Seperti yang saya ulas di atas, smartphone itu adalah ringkasnya komputer gitu kan, sebagai blogger yang harus multitasking, saya juga harus bisa meringkas diri dalam performa sebagai emak bekerja. Ditengah kesibukan mengurus rumah tangga, harus juga menyelesaikan pekerjaan blog, foto-foto dan menulis.

Blogger itu kalau nulis, gak sekedar nulis aja, tapi juga melakukan riset dan analisa data, jadi musti browsing-browsing juga, kalau smartphone yang dipakai lambat, bisa mengacaukan jadwal browsing dan postingan update kita.

Membuat konten di blog bukan juga hanya sekedar tulisan. Tapi juga ada visual data dan gambar-gambar yang mendukung pembahasan kita di postingan itu. Makanya smartphonenya emak blogger dan emak milenial itu harus kencang. Cocok deh dengan smartphone gaming zenfone max pro m1.
Selain 3 tekhnologi utama di atas, ada juga beberapa fitur menarik dari zenfone max pro m1 ini, antaralain : 
  • Face Unlock, jadi gak cuma finger print atau password kode kunci.
  • Pindah aplikasi dengan gampang, cukup double klik untuk buka aplikasi yang sudah dibuka sebelumnya 
  • 3D Touch, jadi kalau kita tekan lama di aplikasi, akan muncul optional menu di aplikasi itu, misalnya bisa cek trending topik di youtube dengan menekan lama aplikasi youtube. Tapi fitur ini tergantung aplikasinya, ada yang support dan ada yang tidak.
  • Gesture atau Zenmotion, yaitu kita bisa double tap di layar untuk mematikan dan menghidupkan layar.
  • Swipe Up to Wakeup
  • Night light. Fitur ini supaya mata kita nyaman lliat brightness layar di malam hari, atau kalau lampu dimatiin ya.
  • Cast Screen, Bisa menampilkan layar smartphone ke Televisi
  • Free Space Storage
  • Notification panel
  • Magnification. Fitur yang cocok banget kalao lagi persentase.
  • Rotate home screen
  • Screen Pinning, cocok nih kalau lagi dimainin sama anak-anak, mereka ga akan bisa buka aplikasi lain selain yang kita pinning
  • EIS camera , penstabil guncangan kamera
So, ya kesimpulannya saya sih lebih pengen memiliki zenfone max pro m1 ini dibanding smartphone lain, karena alasan dan ulasan yang sudah saya paparkan tadi, selain membantu meningkatkan kinerja dan bisnis di perindustrian kreatif bagian gaming, spesifikasinya juga cocok untuk emak milenial yang bekerja sebagai blogger seperti saya.

Smartphone ini gak akan bikin khawatir kalau lagi liputan atau ada event yang mau didokumentasikan karena batteray nya awet dan RAM dan prosesornya kencang. 
Saat event selesai, saya pulang ke rumah sambil terus memikirkan tentang zenfone max pro m1 ini ada dalam genggaman saya, bisa jadi segala kerjaan jadi lebih ringan dan kepuasan main game dengan seru bareng anak-anak dan suami yang juga suka main PUBG :) 

Semoga kalau ada rejeki, bisa punya zenfone max pro m1 ya untuk emak milenial ini, soalnya udah kenalan , menyisakan rindu kan.. heheh. 

sampai jumpa di postingan lainnya ya :)

4 Hal Berbeda Tentang Saya

15 December 2016

"Setiap orang mungkin bisa menceritakan sesuatu tentang oranglain, namun tak begitu pandai menceritakan tentang dirinya ..."

Begitu kata kak Ama, si pemilik blog di www.ama.web.id 
Kami sedang terlibat percakapan di group line bersama dengan teman-teman blogger MAM lainnya. 

Dari kalimat itu bermula, akhirnya saya pun memulai untuk menceritakan beberapa hal tentang diri sendiri yang mungkin jarang orang ketahui. Termasuk suami saya, sebelum akhirnya tiga tahun menikah dengan saya hingga kini, hehe.

Jadi saya mulai darimana ya ?
apa memulai dengan menulis nama lengkap, seperti mengisi buku diary teman saat jaman sekolah menengah dulu. "Biodata koe" hahaha. Any way, sebenarnya saya ini hanya orang biasa dari turunan keluarga biasa juga, proses kehidupan yang saya jalani juga sebenarnya biasa saja, kurang dramanya, berjalan datar-datar saja. Tapi dari situ saya berpikiran, saya harus menjadi orang yang berbeda dari keluarga saya yang kebanyakan, ngikut arus. 



1. Menjadi seorang anak
Saya ini termasuk anak yang manja, saya tidak dekat dengan ummi saya, lebih dekat dengan papa saya. Saya merasa yang mengerti saya adalah papa saya, sedangkan ummi saya cukup dengan melakukan tugasnya sebagai seorang ibu yang mengurus, merawat dan membesarkan saya. Sama papa, saya bisa curhat dan meluapkan segala emosi, baik itu dengan text ataupun ucapan. Kata keluarga saya, waktu kecil saya nakalnya bukan main! Nakal tingkat dewa.
"Balaki skalli ko kau dulu, baru deh semua yang jagaiko, ampun-ampungi" Begitu kata om dan tante saya yang kalau melihat saya sudah besar, sudah cantik, sudah kemayu, image saya sekarang selalu teteup dibumbuhi dengan cerita masa kecil saya.

Saya menghabiskan masa kecil saya di Ibu kota, karena Papa tugas di sana. Lanjut soal naka, saya senakal apa sih? Konon, katanya, saya suka membuka kran air bak mandi yang ada di lantai atas, bak mandi penuh sampai banjir dan air merembes keluar, sampai ke tangga dan menetes ke lantai bawah. Membakar bantal, boneka-boneka, selimut, dan gorden. Tapi syukurlah rumah tidak sampai terbakar. Kalau di dapur, saya suka menuang saos sambal ke dalam panci nasi. Isi kulkas, semisal syrup, atau minuman dingin lainnya, saya tuang ke dalam cerek dan menjadikannya air mandi. Uang di dalam dompet ummi, saya lipat jadi origami perahu-perahu dan mainnya di selokan depan rumah. Main sepeda, pulangnya magribh, keliling sampai keluar kompleks, dan alhasil, di sambit pakai sapu sama papa wkwkwkw, yang paling saya ingat, di sekolah SD saya mukul teman cowok yang suka iseng coret-coret buku saya, mukul pakai tangan, dan entah kenapa hidungnya berdarah. 

Mainan saya, robot-robotan semua, mobil-mobilan, beda dengan adik saya yang perlengkapan masak-masak, boneka barbie dan mainan anak cewek sewajarnya. Di sekolah saya kurang suka pelajaran matematika dan semua hal yang dihitung-hitung. Lebih suka dengan pelajaran bahasa dan sejarah. Belum lagi kalau pelajaran seni, menggambar, buku gambar saya selalu nilai 9. Ummi sempat marah kenapa nilai matematika saya dapat 5, tapi papa senang karena pelajaran lain rata-rata 8. 

Sebagai seorang anak sepatutnya lah kita berbakti terhadap orangtua, menjelang remaja, saya jadi anak yang nurut kok, ikut apa kemauan orangtua, masuk SMP Negeri 05 ketika saya pengennya sekolah di PGRI, sekolah yang sama dengan tetangga teman main saya. Masuk SMA 01 Sungguminasa Gowa ketika saya suka baju batik anak kachak. Kuliah di Fakultas Hukum Unhas ketika saya mulai jatuh cinta dan mau menekuni sekolah design graphic dan fashion di Esmod Jakarta.

Dan well... saya berhasil mengikuti keinginan orangtua, saya juga berhasil menjalaninya tanpa keluhan di depan mereka, walaupun ya kadang tertekan juga. :) Setelah lulus S1, Papa mengizinkan saya bekerja dimana pun saya mau, akhirnya pun saya merambah ke dunia Jurnalis dan entertainment, saya mulai bekerja di studio foto, di beberapa kantor majalah, dan terakhir sebelum resign, saya bekerja di perusahaan bosowa Makassar. Oiya soal menikah, bukan pilihan orangtua kok, pilihan sendiri hihihihi.

2. Menjadi Anggota Masyarakat, lingkungan sosial
Saat berada dilingkungan masyarakat, saya berusaha menjaga hubungan baik dengan tetangga,  karena tetangga saya ini, keluarga semua. Cuma yang saya kurang suka adalah sikap mereka yang terlalu masa bodoh. Kurang mengenal dunia luar kecuali dunia yang mereka ciptakan sendiri. Jadinya saya kurang berbaur dengan tetangga saya, tapi saya sering kok main ke rumah mereka masing-masing, sekedar bawa gorengan untuk dimakan bersama sambil... gosip! Nimbrungnya begitu saja sih, kalau soal saya mau mengedukasi atau menginvite mereka ke dunia yang sama dengan saya, saya dibilang "Tampo" sombong dan angkug, atau mentang-mentang pendidikannya tinggi dan mentang-menatang saya anak horang kayaaaa. Mengesalkan bukan? hahah jadi mending saya diam dan ikut alurnye mereka saja kalau memang sedang ada di rumah. Tapi tak jarang juga sih mereka minta bantuan ke saya, misal ya minjem duit dan lupa balikin -_-" Saya tidak suka menagih tapi mengkode aja cukup. 

Kalau di luar rumah, saya senang berkomunitas, dimana-mana setiap komunitas yan gberhubungan dengan seni, saya pasti join, bergabung! lalu saya bukan cuma ingin menjadi sekedar anggota, saya sukanya jadi centre of point! eh HAHAHA ya saya suka jadi beda diantara yang lain, walaupun memang jadinya tidak sesuai HAHAHA tapi saya suka mencoba maju. Hal yang mungkin orang jarang ketahui itu saya suka repot loh kalau urusan soal kepanitiaan atau hal lain yang bersangkutan dengan  "Hubungi qiah..." HHAHAHAHA

3. Menjadi seorang istri
Moment terindah dalam hidupku, bertemu dengan suamiku, setelah melewati pencarian yang cukup panjang, saya mengenal beberapa pria dalam hidup saya, tapi saya memang sih tidak begitu serius dengan mereka. Saya, kalau dibilang pacaran, saya cuma merasa senag karena ada yang ngantar kesana-kemari dan ada yang bayarin, soal hati dan perasaan saya tidak begitu ambil pikir. WKWKWK iya saya santai mode on. Kalau ada cowok yang mulai mau serius dengan saya, saya biasanya kasih tau ummi atau papa lebih dulu, dan mereka bertanya, "Kerjanya apa?" Saya tau, kalau bukan PNS, ya wes sudahi! begitulah keluarga saya men cap pekerjaan sukses -_-"

Awalnya saya belum pernah mencintai suami saya saat bertemu, tetapi saya memang mengaguminya semenjak mengenalnya. Berani langsung mengkhitbah sebelum kami kenal. pribadinya yang santun, menyayangi keluarga dan terutama akhlak dan agamanya yang jelas melebihi saya serta pemikirannya yang smart meyakinkan saya bahwa kelak dialah yang akan menjadi imam dalam mahligai rumahtanggaku. Di resrui orangtua dan di SAH kan oleh agama dan negara.

Saya pernah jaim ke suami, bikin pribadi sendiri, yang sesuai teori di buku-buku istri sholehah, tapi akhirnya saya kalah dan kepribadian asli saya yang saya tunjukkan ke suami, WKWKKWWK aneh memang, tapi ya saya niatnya memang mau belajar, tapi apa daya... belajar memang butuh proses, dan suami saya menerima apa adanya saya, menerima "karapa-rapa"nya saya, menerima saya yang tidak bisa masak, menerima saya yang suka telat bangun subuh, menerima saya yang pokoknya pemalas dan manja.

4. Menjadi seorang ibu
Saya suka marah-marah, belum pandai mengontrol emosi saya terhadap anak saya. Langsung punya anak dua dengan jara usia beda 10 bulan, memang adalah boom life saya! mau tidak mau harus menerimanya bukan? hal tentang saya sebagai ibu ini sebenarnya masih berjalan, dan memang banyak yang masih harus saya tuliskan, tapi intinya, pada anak saya suka marah-marah. itu saja hiks... marahnya bagaimana dan kenapa , nanti memang akan saya ulas satu persatu di blog pribadi saya. Semoga saya berkesempatan menuliskannya kembali, biar nanti anak-anak saya baca dan memaklumi emaknya ini. EH hiihihi.

itulah gambaran singkat tentang saya yang memang saya jarang infokan ke teman-teman, hihihiik, jadi begitulah Qiah. 

aaahhh yang penting saya mulai berani mengulas tentang diri sendiri secara singkat di sini, karena ini sebenarnya adalah menerima tantangan kak Ama, yang ngakunya dia kepo terhadap member-member MAM yang lain HAHAHAHHA. kak Ama, semoga keponya reda ya :D hihihihi

Mama Entrepeneur Harus Switchable Dong!

05 December 2016
Siang hari, usai memberi makan duozam, anak-anak saya. Segera saya berpakaian untuk siap-siap ke suatu tempat.
Handphone saya berdering.
"Haloo Qiah, kamu sudah dimana? ini kita mau briefing untuk konten talkshow sebentar..."
Terdengar suara Mbak Ika, branch manager salah satu merk smartphone ternama. Yang pada hari itu saya diundang sebagai blogger dan aktifitis hijab community Makaasar untuk mengisi acara di panggung booth pamerannya. 

Saya yang baru saja selesai berpakaian menjawab, "Oh, I.. iya Mbak ini sudah prepare kok..."
"Kira-kira nyampai di atrium jam berapa?"
"Jam dua Mbak, InsyaAllah."
Suara Mbak Ika masih datar, "Jam dua? Ditungguin ya, soalnya mau briefing dulu untuk jahit konten kita dengan konten kamu nanti"
"Siap Mbak Ika, Aku secepatnya ini kesana..."
"Oke yooo, daagh..." Telepon ditutup.
Baru selesai berpakaian bukan berarti saya sudah langsung naik ke mobil, dan on the way menuju lokasi. Belum! Saya masih harus mengurus duozam. Tas perlengkapannya yang berisi susu, popok, tissue basah, minyak angin, kaos kaki, baju ganti, topi, jaket, dan cemilannya. Berikutnya saya mempersiapkan tas laptop, kamera, kabel data, hardisck, dan perangkat kerja saya yang lainnya. Barulah saya bisa naik ke mobil. Itupun belum on the way menuju lokasi event, tapi on the way menuju rumah nenek duozam, Ummi saya. Ya nitip anak-anak dulu, hehehe.

Sampai di rumah Ummi, saya bunyikan klakson, keluarlah Papa berlari kecil menjemput cucunya di mobil. "Apa mi itu isi tasmu? besar skali!" Tanya Papa ketika melihat tas ransel di jok belakang.
"Kamera sama laptop dua. Mau talkshow sebentar, pakai slideshow" Jawbaku. Sebenarnya papa sudah tau kok tas ransel itu berisi perlengkapan perangkat kerja saya, tapi tetap saja bertanya sambil geleng-geleng kepala.

Setelah mengantar duozam ke rumah neneknya, saya pun akhrinya meluncur. Jarak antara lokasi acara, Atrium mall panakkukang dan rumah Ummi saya, kurang lebih sekitar 50 menit. Diperjalanan, Mbak Ika sudah menelpon dan nge-whatsapp, mempertegas kalau dia sudah terlalu lama menunggu. Booth sudah ramai, panggung belum ada yang isi karena menunggu saya, tampil pertama sebagai selebrasi pembuka pameran. Sementara itu saya juga harus menghubungi model muslimah dari lembaga kursus yang saya buat, Maysa. 5 orang diantara mereka juga sudah seharusnya ada di Atrium Mall Panakkukang untuk membantu saya mempresentasekan tentang Maysa Course. Dan sisanya, 15 orang ada event juga di Anjungan losari dan EO nya di sana belum melihat satu pun tim dari Maysa datang. Saya yang bertanggung jawab atas mobilisasi mereka. 

Sampai di Atrium, Syukurlah saya sudah bertemu dengan 5 model muslimah Maysa di sana. Saya menyapa Mbak Ika, yang dari raut wajahnya, terlihat memang agak kesal karena jadwal ngaret. Tapi saya tetap senyum manis, "Mbak Ika, maaf ya tadi macet dan nyari parkiran lama..."
"Ya Qiah, ini Mas Bondan, dia Manager Stage, ini kontennya kamu kasih tau ya ke Mas Bondan."
Seroang Bapak-bapak berbadan gemuk, menghampiri saya memberikan selembar kertas yang berisi rundown stage dan konten pembahasan saya dan MC di panggung nanti. 
"Nanti kan mau fashion show kan modelnya, ada musiknya?" Tanya Pak Bondan
Saya segera mengeluarkan laptop Acer Aspire One saya yang berisi musik fashion show. "Ini Pak musiknya di sini, sudah saya folderkan." 

Singkat cerita, Acara di Atrium Mall Panakkukang hari itu berjalan lancar. Setalahnya, saya harus menghandle lagi event di Pantai losari, EO-nya menghubungi saya meminta file foto model yang akan fashion show. Sementara saya sedang menyetir. Menepilah saya, membuka laptop yang agak besar, kemudian menyalin fotonya ke laptop Acer Aspire One, untuk mengemail foto-foto adik model Maysa ke panitia acara. Sayangnya saya tidak bisa hadir mengisi talkshow di sana karena jam pulang saya sudah lewat. Pukul 18.00 sudah waktunya saya harus pulang menjemput duozam di rumah neneknya. 

Setelah dijemput, di mobil, Si abang agak rewel. Cara menenangkannya ya menyajikannya hiburan, sayangnya LCD mobil sedang bermasalah, jadi saya bukakan laptop yang satunya untuk Abangzam menonton video lagu anak kesukaannya. Sampai di rumah, saya memberi makan duozam, kemudian beres-beres kamar, dan lanjut duduk menghadap layar laptop lagi. Memindahkan file satu dan yang lainnya, dari laptop ke laptop.

Sampai di rumah, ngurus suami, bobo-in anak-anak. Langsung cek line dari beberapa klien saya di @LadkiyaProject. Project ini adalah bisnis jasa saya yang bergerak dibidang design dan cetak, seperti pemesanan design undangan, mulai dari undangan event, aqiqah, resepsi nikah, dan lainnya. Kadang juga saya mendesign logo dan label, untuk hal itu saya selalu menyamakan presepsi dulu dengan klien tentang deskripsi logonya. 

"Qiah, Minggu depan kosong gak?" Tiba-tiba ada Whatsapp dari kak Dadank, owner @dblurphoto jasa fotografi prewedding dan wedding di Makassar
"Kosong ji kak, kenapa?"
"Ada job motret prewednya klien ta nah, Qiah mi yang turun nah"
"Oke noted kak"
Saya pun mencatat jadwal, sekaligus perjanjian fee dengan kak Dadank di laptop acer kecil. Sebagai fotografer freelance, saya harus pandai mengatur jadwal, tidak asal menerima job. Kalau misalkan job yang datang berurutan dengan job yang sudah diset, saya biasanya menolak. Karena saya tidak bisa tiap hari keluar bekerja. Harus sehari isi. sehari kosong. Hehehe.
Begitulah sedikit gambaran cerita tentang aktifitas saya. Dan kenapa sih ya perangkat kerja saya musti ada dua laptop? Karena memang butuh! Hihihi. Jadi ceritanya waktu jaman mahasiswa, jaman dimana saya lagi tertekan-tertekannya menyelesaikan tugas akhir untuk mendapat gelar sarjana hukum, saya memiliki laptop perjuangan, notebook acer aspire one. 

Setelah sarjana, laptop itu masih terus menemani saya, karena saya juga sempat bekerja sebagai reporter dibeberapa media cetak di Makassar. Mengetiknya enak, kecil mungil dan tentunya enteng dibawa kemana-mana. 

Hingga sekarang laptop itu masih saya pakai, saya isi dengan catatan dan file penting untuk keperluan event. Acer aspire one ini saya fungsikan sebagai nota perjalanan kerja, catat pemasukan dan pengeluaran di Word dan Excel. Berbeda lagi laptop yang saya pakai untuk kerja seperti mendesign dan mengedit foto klien, juga untuk nge-blog.
Hanya saja, lama kelamaan, ya namanya juga era globalisasi, yang mengharuskan kita untuk bermultimedia lebih kencang lagi. Dan tanpa disadari saya pun terjun di dunia online, yang dimana kalau saya offline, semua terbengkalai. Saya merasa acer kecil ini saya tidak sanggup lagi membantu saya beraktifitas, dan sepertinya sudah enggan mendukung passion saya dalam bekerja. Sementara saya, ibaratnya saya ini harus #switchable dan pokoknya harus serba mampu kalau menghadapi hobby yang sudah dijadikan pekerjaan. Demi agar supaya saya bisa menjadi seorang yang profesional.

Belakangan ini memang saya galau, saya sebenarnya enggan mengganti acer kecil saya, saya masih inginkan acer kecil menemani kegiatan saya. Tapi di satu sisi, pengen upgrade untuk lebih menunjang karir saya kedepanya. Lah jadi bingung bin menggalaukan memang ya. Karena saya butuh asisten yang memang pas performanya untuk mendukung dan membantu saya. Walaupun begitu, saya merasa berhasil dalam hal perawatan perangkat kerja ya. HEHE.

Karena kadang, seorang mama entrepenur juga punya rasa lelah kalau semuanya serba lambat dan terbengkalai. Sebab memang fokusnya terbagi antara mengurus rumah tangga dan pengembangan usahanya. 
Bersyukur, untuk masalah yang satu ini, saya sudah menemukan solusinya, loh! baru-baru ini gara-gara liat video youtube-nya mbak Diela Maharani, seorang ilustrator yang dapat unboxing challenge Acer Switch Alpha 12.

Beritanya ini Acer Switch Alpha 12 pertama kali diperkenalkan dalam sebuah acara di New York, Amerika Serikat, April lalu, sekarang ternyata mulai masuk ke pasaran  Indonesia. Dan tau tidak? Produk ini diklaim sebagai laptop 2-in-1 (ketegori laptop yang juga berfungsi sebagai tablet) pertama di dunia yang mengusung sistem pendinginan tanpa kipas (fanless) dengan teknologi Liquid Loop.

Kalau tanpa kipas, pasti tidak bising, jadi bisa kerja maupun belajar dengan tenang tanpa diganggu suara mesin laptop. Tidak adanya kipas pada Switch Alpha 12 juga membuat laptop ini tidak memerlukan ventilasi. notebook jadi bebas debu karena tidak ada sirkulasi udara yang keluar masuk penyebab debu pada mesin laptop. Ah jadi bisa aman sama anak-anak. Jika tidak ada debu pada notebook, maka akan menyebabkan efisiensi energi dan notebook yang tertutup debu dapat membuat sistem menjadi kelebihan panas dan rusak. So, sudah pasti Switch Alpha 12 akan memiliki usia yang lebih lama tentunya. Jadi bisa hemat gak perlu ganti beli lagi. 

Saya uraikan spesifikasi dan keunggulan Switch Alpha 12 ini dalam infographic yang saya buat ya.
Saya sepertinya tak ragu lagi kalau memang butuh performa bertenaga, saya ke Switch Alpha 12 aja, soalnya Acer sudah menanamkan prosesor Intel Core i Series generasi ke-6 yang memiliki kinerja kencang dan hemat energi. Jadinya Acer Switch Alpha 12 berada di level lebih tinggi dibanding produk sejenis yang biasanya masih mengandalkan prosesor Intel Core M.

Paling menyenangkan untuk saya ketahui ini ya port usb-nya. Melalui port tersebut, menyalin data berkecepatan hingga 5 Gbps, alias 10 kali lipat lebih kencang dibanding USB 2.0. Ah jadi kalau ada klien, yang minta dikirimin foto atau apa gitu, bisa langsung cusss. 

Sementara di sisi layar, layar 12 inci yang memiliki resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) telah dilengkapi teknologi IPS. Jadi, Saya tidak perlu susah menyamakan warna dikamera dengan layar laptop lagi, soalnya layar Acer Switch Alpha 2 menghadirkan gambar tajam dan warna yang baik dari berbagai sudut. Bahkan telah membenamkan teknologi BlueLight Shield yang membantu mengurangi emisi cahaya biru pada layar. Dengan begitu mata tidak cepat lelah walaupun menggunakan notebook dalam waktu lama.
Kalau di video mbak Diela, saya melihat dia begitu asyik dan terbantu sekali dengan adanya pena digital Active Pen. Dengan pen itu kreativitasnya pada layar semakin tidak terbatas. Cocok skali memang ditangan seorang ilustrator, kalau saya paling pada saat mengedit foto yang butuh selective kecil atau membuat sketsa logo klien. Stylus dengan sensitivitas hingga 256 tingkat tekanan mampu memberikan pengalaman menulis digital yang rapi dan mudah di layar Switch Alpha 12. Jaman sekarang blogger sedang tren menghias blognya dengan font brusher, denngan pen milik acer ini bisa loh bikin brusher font karya sendiri. Pena ini juga sangat membantu saat menggunakan fitur Windows Inks, seperti mengatur ketipisan dan ketebalan garis atau membuat sketsa digital lebih presisi saat layar menjadi kanvasnya.

Gemes kan ya, berikut spesifikasi lengkap dari Switch Alpha 12 
Jadi, kesimpulannya. Switch Alpha 12 ini dapat menjadi partner yang memudahkan saya menjadi seseorang yang “switchable” antara profesi sebagai seorang mama entrepenur dan hobi yang sudah dijadikan pekerjaan. Beberapa orang ada yang sering bertanya atau mengungkap pernyataan : "Mau dong bisa kayak Qiah, sudah punya dua bocah tapi tetap bisa aktif kemana-mana". Tak jarang juga loh ada yang nyinyir begini : "Kalau mau eksis gak usah bawa anaknya ke event-event blogger, mengganggu.", "Kasihan si Nenek, dititipin cucu melulu, sementara itu Mamanya keluyuran." 

Ah semua argumen itu saya senyum-senyumin aja. Yang bilang saya baik dan senang sama saya, maka saya akan lebih baik dan lebih senang sama dia. Yang bilang saya malesin, dan tukang keluyuran aja, saya akan... senyum-senyum aja, tetap action selagi itu positif. Ehehee. Yuk jadi aktif, multitasking, dan #switchable dengan switch alpha 12.

Auto Post Signature