Showing posts with label JOURNAL & OPINION. Show all posts
Showing posts with label JOURNAL & OPINION. Show all posts

Duozam Daily : Masa Tantrum Manipulatif, Bunda Mengalah Atau Tegas ?

14 November 2018
anak tantrum
 Salam semua. 
(MasyaAllah Tabarakallah) 
Untuk para ibu muda yang usia anaknya masih dua tahunan, trus anaknya tantrum. Santai aja ~ jangan terlalu diangkat emosinya. 

Saya alhamdulillah sudah melewai masa tantrum anak-anak di usia dua tahun kemarin. Dan itu benar-benar menguras energi dan emosi banget. rasa sabar yang ritmenya udah gak beraturan. Paling sedih deh kalau diingat-ingat betapa melelahkannya waktu itu kalau anak lagi tantrum. Selain lelah fisik, ya lelah hati juga. 

Saya paling kesal sama suami (bawa-bawa suami! hahaha) kalau suami itu gak tau nenangin anak, dia sebagai ayah cuma bisa liatin aja anaknya kayak gitu. Saya jadi kesel, dan mikir, ini kenapa sih Ayahzam gak care banget sama anaknya? Tahan banget telinganya dengar rengkan dan tangisan anak sampai lama kayak gitu. Bujuk kek, apain kek gitu yang biasanya dilakukan ayah pada umumnya. 

Selamat Hari Blogger Nasional Tulisan Pertama Tentang Merayakan Hari Blogger di Tahun 2018

27 October 2018
Ada juga ya hari blogger nasional ? 
Well ya kita tau sekarang banyak sekali perayaan hari yang di nasionalkan di Indonesia, untuk menghargai dan mengapresiasi. Jujur ini pertamakalinya saya membahas tentang hari blogger nasional itu sendiri, meskipun sudah lama jadi blogger (cie, anak lama ciee...) 

Asian Games 2018 : Bukan Sekedar Pesta Olahraga, Tapi Juga Unjuk Energi Anak Bangsa

04 July 2018
Salam semuanya.
Sudah siap belum kita menyambut pesta olahraga terbesar di Asia? 
Barangkali ada yang belum ngeh tentang Asian Games itu sendiri? hehe
Jujur saya juga baru tau tentang Asian Games ini loh. Beberapa bulan lau sejak diundang untuk menghadiri sosialisasi Asian Para Games 2018 yang menjadi rangkaian event Asian Games juga. 
Soalnya apa? Saya memang tidak begitu ekspert sama olahraga selain piala dunia, tapi begitu tau kalau Asian Games 2018 ini akan diadakan di Jakarta dan Palembang, saya jadi agak bersemangat.
Indonesia tuan rumah loh di ajang pesta olahraga se-Asia ini. 
Langsung saya auto kepo tentang persiapannya. 

#SannengTalks 13 Tentang 3 Hal Yang Ingin Dilakukan Sebelum Tahun Baru

04 December 2017
Judulnya kayak punya masalah yang harus segera dibereskan ya, hehehe. Tapi ya gitu, memang kalau ada masalah, harus segera diselesaikan. Tahun 2017 bagiku dan keluarga adalah tahun dimana kami harus belajar lebih keras tentang dinamika rumah tangga. Sudah gak terhitung berapa kali marah dan marah-marah ke suami, anak, dan bahkan orangtua heheheh. Sepertinya saya harus lebih intropeksi diri lagi, bukan karena saya kurang piknik atau gimana yaa, tapi saya sering merasa punya banyak beban gitu. Padahal sebenarnya gak ada sama sekali kok, tapi tetap saja sering merasa gusar.

Rumah Tangga Jauh Dari Keluarga Besar VS Dekat Dengan Keluarga Besar.

25 September 2017

Di keluarga saya, tempat tinggal sanak saudara semuanya berdekatan, satu dusun masih termasuk keluarga semua, Khusus keluarga Ummi, kalau ada yang menikah, pasti saudara-saudaranya siap-siap bangun rumah di sekitar situ juga. Ada tanah yang disiapkan dari mendiang Datok-datok kami. Jadi kurang yang bisa kena dengan istilah "Istri ikut suami" yang ada malah "Suami ikut istri" atau pokoknya harus tinggal di sekitar situ. Sama kayak Papa saya, yang semua keluarganya bermukim di Tamalanrea, dan sekitar Makassar, Papa saya anak lorong, anak pelosok kota banget, setelah menikah dengan Ummi, ya harus tinggal ke kampung halaman ummi. Begitu lah kampung halaman memang ya, sepanjang jalan, rumah-rumah masih terbilang sanak keluarga sampai sepupu-sepupu saya menamainya dengan dusun cendana #Halah AHAHAH

Saya anak pertama dari empat bersaudara, dan juga paling pertama menikah. Karena sempat menjalani LDM (Long distance marriage) saya gak tinggal di mertua yang ada di Pare-pare, tapi tetap tinggal di rumah ummi di Gowa, dusun cendana, jadi begitu suami datang, tibanya langsung ke rumah ummi. Sampai akhirnya saya harus ke Jakarta ikut suami ke sana, berumah tangga di sana. Tapi jujur, rumah tangga kami, meskipun jauh dari keluarga besar, kami masih dibayang-bayangi bantuan orangtua. Sorry, bukan materi atau uang ya. Suami saya alhamdulillah sudah lebih dari cukup untuk membiayai rumahtangga kami.

#SannengTalks1 : Pakaramula Lagi

11 June 2017
Yeay akhirnya deh ya udah hari Senin! 
Kenapa? Monday is Money Day? Oh bukan! hahahaha... jadi saya mau pakaramula dulu.
Iya Pakaramula apaan sih? Baca judul postingan ini, orang luar Makassar pasti agak gak paham ya hihih. Karena memang pakaramula itu bahasa makassar yang artinya "Memulai" dan #SannengTalks itu apa? hubungannya sama hari senin apa?

#SannengTalks adalah ... jeng...jreng...jreng...

Seperti yang kalian lihat di foto post awal, ada tiga orang blogger Makassar [eh cie...] yang mau berkolaborasi menulis setiap hari Senin. Jadi Sanneng itu adalah nama hari Senin dalam bahasa Makassar. "Allo Sannengi..." [Hari Senin nih!] artinya kami bertiga harus siap menulis tentang hal-hal apa saja yang mungkin nanti menambag semangat kami menulis tentang kehidupan ini (uw woh*) 


Alasannya begini, "Ayo deh yuk, menulis opini-opini atau bahas tentang apa gitu yang sebagian pembahasan panjangnya tak perlu habis sampai di group line aja..." HEHEHEH! lagipula kan memang dasarnya ngeblog itu menulis keseharian kita, tulisan yang lahir dari opini kita masing-masing, dan kita sadari, satu pembahasan bisa ditulis dari berbagai angel sesuai dengan kemampuan yang menulisnya. 

Ketika Foto Dicomot Website Lain

08 June 2017
Assalamualaikum wr wb
Mungkin kalau baca judulnya pasti sebagian orang akan beranggapan begini, "Ya salah sendiri upload foto ke internet, sudah harus siap sama hal begini dong tentunya."

"Makanya, foto dikasih watermark sebelum di upload"
"Internet sifatnya bebas, kalau muncul di google dan fotonya bisa disave ya salah yang upload"
"Udah santai aja kali, gak apa-apa kok itu, hitung-hitung bantu oranglain"

Saya sebenarnya akan mengiyakan beberapa opini pembiaran tentang foto diambil-ambil oranglain dari blog kita untuk kepentingan lain sipengambil, izin atau gak izin, saya tidak begitu mempersoalkannya. Di facebook sendiri, ada beberapa akun yang memakai foto wajah saya sebagai foto profilnya, dengan nama yang berbeda-beda, itu saya cuekin aja sih, toh akunnya gak aktif-aktif banget juga HHAHAAHA. Ada juga beberapa fanpage yang pakai foto saya untuk puisi-puisi tentang wanita berhijab, quote-quote tentang muslimah dan sebagainya. Saya tau kok betapa kadang susahnya mencari gambar yang sesuai dengan isi tulisan di artikel kita untuk menarik minat pembaca dan mendongkrak view web, saya juga pernah kerja di Majalah dan kadang memang saya menggunakan image google search untuk mencari gambar/foto yang sesuai dengan artikel. Tapi dengan menyertakan credit tittle foto itu saya dapat dari mana.

Nah, trus kenapa sampai bikin postingan blog segala kalau memang dicuekin? Ini beda nih, dan bukan hanya saya sendiri yang terlibat, tapi teman-teman saya. Jadi saya dan teman-teman hijabers di Makassar tuh bikin arisan bulanan yang sudah dimulai sejak 2011, tentu sebagai blogger aktif, saya selalu posting dong liputan-liputan arisan bulanan itu, termasuk foto rame-ramenya kami. Hampir tiap bulan saya nge post pertemuan arisan. Karena itu foto kami dengan mudah ditemukan di google image search dengan kata kunci "Arisan Hijabers", "Arisan Muslimah", "Hijabers Makassar"

Beberapa tahun lalu, di group line kami sering tertawa saja ketika ada teman yang mengirimkan screen capture foto rame-rame kami dijadikan flyer promo hotel di Jawa, tanpa izin dari saya dan tanpa photocredit tittle, mereka senang-senang aja. Sampai suatu hari, kejadiannya dua hari yang lalu, salah satu teman mengirim screen capture ke group, foto kami dipakai disebuah situs bernama wajibbaca.com dengan judul postingan yang lumayan bikin kita semua agak resah. 

Mungkin saya cuma mau sekedar mencairkan suasana, saya comment aja, "Ya ampun kenapa pakai foto kita yang lama sih? sini saya email, saya kirimin foto terbaru kita! AHHAHAHA" Tapi tanggapan yang lain berbeda, bendahara mulai menyadarkan kami, kalau ternyata situs itu di share di fanpage facebook dengan caption yang_bisa_dibilang_ "kurang ajar"
Bikin caption "Ngakunya Muslimah Pakai Baju Syar'i Tapi Sukanya Nongkrong Melulu, "Cabe" Bukan?," siapa yang gak mikir itu asem?! Isi postingan di website itu memang serupa dakwah, tapi kasihan sekali kalau harus sampai menyandingkan kata "Cabe" dengan muslimah, apalagi ada foto yang terpajang seakan yang dimaksud itu adalah orang-orang yang ada di foto itu. Tentu saja semua teman-teman saya yang ada di foto itu merasa keberatan dan gak rela! Memangnya si penulisnya kenal sama kami, ada saat kami nongkrong? ikut mendengarkan percakapan kami di situ seputar apa ?? 

Awalnya saya bingung juga mau gimana, tapi setelah sharing ke teman-teman blogger, akhirnya saya segera langsung komentar di fanpage-nya yang akunnya bernama "Berita Islami". 

"Postingan diatas pakai foto saya dan teman2 saya loh itu di comot dari blog pribadi saya di sini "Arisan Hijabsist III" tanpa izin dulu untuk judul seperti itu. saya keberatan loh admin,... dear admin,. segerakan fotonya diganti ya! saya kira sebagai portal dakwah begini, admin-adminnya paham tentang bagaimana sikap bijak tentang penggunaan foto oranglain dalam satu postingan tertentu."

Dan dilanjutkan juga komentar teman-teman yang lain yang membantu menasehati si mimin portal berita itu, kalau memakai foto saya dan teman-teman saya untuk berita negatif itu sama dengan memfitnah dan termasuk penyalahgunaan hak intelektual. Dan itu bisa kena pasal UUITE yang lagi kekinian itu, tentang pencemaran nama baik juga! Kemudian saya dan teman-teman semua-nya rame-rame me-report postingan yang ada di wajibbaca.com itu. Kemarin sudah "Page Not Found" link nya alhamdulillah [peluks semuanya*] 

Masalahnya juga, sudah banyak yang share di facebook, dan portal berita itu punya ribuan likers yang nge follow, sampe sudah ada yang komentar negatif tentang penampilan kami di foto itu, yang sebenarnya adalah foto Enam tahun lalu -_-" mau tidak mau saya jadi klarifikasi membalas komentar mereka tentang foto itu dicomot dari blog saya, dan sama skali tidak nyambung isi postingan dengan foto. Karena di postingan bilangnya baju syar'i nah kami paham kok di foto itu pakaian kami tidak syari'i :D

Terlepas dari semuanya, meskipun sebenarnya postingan itu tidak memakai foto, penulisnya harus mengubah cara penyampaiannya sehingga tidak bernada menjudge, apalagi sampai terbaca sebagai fitnah. Portal berita islam loh ini. 

Yasudahlah ya, postingan di webnya sudah kehapus, alhamdulillah. Tapi sisa shared di fanpage nya masih ada, tapi mending, karena sudah gak ada orang yang komen macam-macam, hihihehehe. Terimakasih semua teman-teman yang sudah ikut membantu :) Semoga gak ada lagi portal berita yang mencomot foto wajah oranglain tanpa izin ya.

Nah untuk awas nya nih, saya sempat searching kalau kita pengen tau foto kita dipakai website yang mana saja : (silahkan lihat gambar)

Ngihihihi lumayan juga ya fotonya yang di save as website lain... tapi yang lain-lain memang isi postingannya tidak menyinggung penampilan kami, jadi saya dan teman-teman tidak merasa risau, justru kami senang bisa membantu terpenuhinya tampilan menarik suatu artikel. Tentunya bukan yang konten nyinyir -_-

Teman-teman yang lain pernah juga gak menemukan foto wajahnya digunakan untuk postingan konten nyinyir kayak diatas tadi? huhuhuhu KZL ya.

Menjaga Wibawa Suami

20 May 2017
Awal menikah biasanya anak gadis selalu dapat suguhan atau wejangan tentang nasehat-nasehat bagaimana cara menjadi istri yang baik untuk suami. Saya sendiri pun sejak pertama menyandang status seorang istri, biasanya mendapat nasehat seperti itu dari tante, sepupu, dan kerabat lain yang sudah jauh lebih dulu membina bahtera rumah tangga. Berbeda dengan Ummi yang sebetulnya tidak terlalu banyak memberikan wejangan seperti itu. Kenapa? Ummi tidak serta merta memberikannya semua ke saya.

Suatu hari, setahun pernikahan saya (kurang lebih ya) saya sedang ada di rumah Ummi, ikutan berkumpul sama tante di teras. Mereka sedang membicarakan sepupu saya yang cowok, yang baru beberapa bulan menikah. 

"Jengkel ku liatki itu anak datang pegang tas cewek, baru banyaknya lagi orang di situ..." celoteh tante Ida.

Tawaddhu Berpikir

Seandainya "mereka" hidup di jaman Rasulullah...

Seandainya orang ini hidup di jaman Nabi: 
Melihat Nabi memimpin perang Badar, Uhud, Khandaq dll,...
Mereka akan berkata: Nabi kok hobinya perang, mestinya Nabi itu mengajarkan kedamaian, toleransi, kebhinekaan, seperti aku ini...

Mendengar Nabi berdoa "Semoga Allah merobek-robek kerajaannya (kerajaan persia)"
Mereka akan berkata: Nabi kok mendoakan jelek, mestinya Nabi itu berdoa yang baik-baik, seperti aku ini...

Mengetahui Nabi menghukum potong tangan bagi pencuri wanita dari kalangan bangsawan, kemudian Nabi marah karena ada yang coba-coba menawar hukuman tsb...
Niscaya mereka pun akan berkata: Nabi kok keras dan pemarah begitu, mestinya Nabi itu mengayomi dan mudah memaafkan, seperti aku ini...

Gadget Suami Istri

10 April 2017
Haloo semua, :)
mungkin dari judulnya sudah ketahuan ya saya mau bahas apa? Iya saya mau bahas tentang gadget dalam kehidupan suami istri. Pernah suatu ketika saya bertemu dengan teman lama, tak sengaja berjumpa sih, saya tau dia sudah menikah dan waktu itu saya juga bertemu dengan suaminya.

"Haiiii say, sama siapa?"
setelah cipika cipiki, "Iya ini aku sama suami juga"
Suami teman saya itu hanya menoleh sebentar ke arah saya dan teman-teman yang lain, senyum tipis dan kemudian doi melakukan #GerakanMenunduk ke smartphone nya tanpa ikutan menyapa dan sekedar basa basi, padahal berapa kali kami bertanya, "Kapan datang dari Jakarta?" berharap doi yang menjawab tapi sayangnya, doi terlalu asyik dengan smartphonenya, jadinya istrinya yang menjawab terus, mungkin karena kesal dengan doi (ya akhirnya doi dianggap sombong*) kami semua pergi aja tanpa pamitan ke doi. 

Sebagian dari kami beranggapan, mungkin suami teman kami ini cuma pengen menjaga pandangannya, jadinya menunduk aja dan smartphone sebagai alasan pelengkapnya. "Ah tidak! dia ndak alim-alim bangetji orangnya, liatmko instagramnya update terus, dia kan anak-anak komunitas juga." Celutuk salah satu teman.
"Mungkin juga tawwa memang kerjaannya harus standby smartphone terus"
"Deh tapi biar mamo begitue, kalau ada yang sapa ki, berhenti lalo mi dulu, menitan ji ndak satu jam ji kepeng."
"Ndak do' sombong memang orangnya itu, teman sederajatnyaji mau na sapa..."
"Iyow apalah kita ini kodong kulicca jaki.."
dan celutukan prasangka demi prasangka pun sambung menyambung. HAHAHA!

well biasanya memang kita kalau ngumpul sama teman-teman, arisan atau event apapun, kita memang sering kok sibuk sama hape masing-masing buat update atau sekedar checkin tempat dan tag-men tag, tapi setelah aktifitas itu, kita simpan handphone dan akhirnya pun larut dalam perbincangan dunia nyata, dunia sosial. Nanti setelah arisan/event selesai baru di perjalanan kita chatting group masing-masing minta share foto dan saling komen-komen di sosmed kalau sudah ada yang upload.

Bagaimana kalau sama suami/istri ???

Kelas MAM : Link Building

16 December 2016
Assalamualaikum wr wb.
Selamat sore semuanya. Yeay bulan desember kelas MAM yang ketujuh. Dan kali ini kelas mam akan membahas sesuatu yang lebih teknis, yaitu tentang link building. Saat saya menghubungi kak nannie untuk jadwal sharing kelas mam, kak nannie mengusulkan materi tersebut, yang memang pada dasarnya para MAM belum mengetahui hal tersebut. Sebenarnya kelas MAM ini sempt terutunda beberapa minggu, karena kak Nanie belum bisa sempat mengisi, sampai akhirnya di tanggal 3 desember, kak Nanie bersedia meluangkan waktunya untuk sharing soal link building ini. Nah, memangnya apa sih link building itu? Silahkan klik, "Lanjut Baca" yaa.. 

Jangan Jadi Istri Over Sharing

14 November 2016
Tahun ini usia pernikahan saya memasuki yang ke 3 tahun, masih terbilang seumur jagung memang, pengalaman yang kami kecap selama ini belum apa-apa dibandingkan dengan jalannya pernikahan Mbak, Kakak, dan teman-teman skalian yang sudah belasan tahun, menempuh golden age anniversary, atau setengahnya mungkin hehe. Lingkungan pertemanan saya tidak berbatas ke yang seusia saya saja, saya juga berbaur dengan kakak-kakak keren yang usia pernikahannya sudah belasan dan puluhan tahun dari saya. Saya biasa dapat wejangan-wejangan penting dari mereka, tentang bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga, hubungan dengan suami, mertua, ipar, merawat anak, dan lain sebagainya. Tentunya ini setelah Ummi dan tante-tante saya :) 

Alhamdulillah juga genap setahun saya dan suami tidak LDR-an, menetap di Makassar. Sudah tidak jauh-jauhan lagi kayak 2 tahun kemarin, bolak-balik Jakarta-Makassar hehehe. Tapi ya semuanya bisa di handle kok, sebagaimana kita ketahui, sekarang tuh sudah masuk era digital, social media pun sudah banyak yang jadikan sebagai profesi. Cinta bisa bersemi, jadi menikah, dan lain sebagainya juga tidak lepas dari bantuan digital. Apalagi kalau cuma pisah jarak, bisa telponan, whatssapp-an, line video call, dan saling stalking timelline sosmed masing-masing. 

Perihal sosmed ini, saya dan suami punya kesepakatan penting, suami tidak menghalang-halangi saya bersosmed, tapi suami saya punya aturan yang dia terapkan untuk saya. Apa saja itu ?

Dilarang Offline Mode

05 November 2016
Yuhu foto di atas tanda larang buat saya memang. Saya termasuk orang yang tidak bisa kalau dalam semenit saja, tidak connect internetnya. Ini memang lebay tapi serius. Selain karena memang tuntutan, saya juga merasa kalau internet itu adalah hak saya.  Internet saya harus Online terus! Meskipun internet termasuk gaya hidup, masa kkni, internet sudah jadi kebutuhan sekunder bagi orang banyak dan primer bagi saya. 

Duozam dan Gadget

27 October 2016
"Bundaaaaaaa.... Gantiii!!! Gantii!!!" 
Teriakan itu terus melengking kalau saya tak beranjak segera setelah Abangzam meneriakkannya. Itu artinya dia sedang menonton youtube di smartphone saya, dan di tengah jalan videonya, Abangzam bosan dan ingin ganti ke channel lain. Dia belum bisa mengganti sendiri, dia cuma tau simbol play dan kalau itu ditekan, video terputar. Selain itu dia masih minta tolong saya. Saya sudah beberapakali sih mengajarinya, tapi kadang dia masih bingung antara simbol play dan simbol next, dia lebih senang langsung menekan simbol play, dan video yang terputar itu lagi itu lagi, dia pun marah. Tantrum pun tak terelakkan, smartphone dibanting karena tidak sesuai dengan keinginannya. 

Semua video channel youtube yang memang khusus edukasi anak, saya save offline di smartphone. Jadi masih bisa memutar walaupun mobile data mati, hemat kuota! Sejauh ini sudah ada 52 video yang saya save offline. Saat smartphone saya dipegang Abangzam dan Si adiknya, saya hanya membukakan video offlinenya. 

open offline video 1 : terputar ... belum lima menit.. "Ganti Bunda,,. Ganti!!"
open offline video II : terputar... baru semenit, "Gantiiiiiii..."
open offline video III : terputar... "Gantiiiii, teja' ini... gantiiiiii"
Kembali tantrum! Begitu terus sampai video ke 20an baru dia tenang, itu pun videonya tidak semua selesai dia nonton. Jadilah offline video yang terkumpul itu tidak efisien lagi. Mobile data harus on, dan dia bisa ganti sendiri kalau youtubenya online LOL!! 

Kenapa Duozam bisa lengket sama gadget ?

Ada Apa Dengan Smartphone Samsung ?

22 September 2016
Siapa yang tidak kenal dengan Brand smartphone yang satu ini? Hampir semua pengguna internet memakai merk ini untuk keperluan inetnya masing-masing. Namanya tekhnologi, akan selalu ada yang baru dan terbaik yang terus berdatangan. 

Oh iya sebelum membaca ini saya mau buat disclaimer dulu :)
Postingan ini murni kepedulian saya, untuk men-share sebuah kejadian yang dialami temannya teman saya, yang dimana kami adalah seorang ibu yang anaknya senang ber-gadget. Dan bukan postingan sentimen.

Maysa Course 2016

29 May 2016
Apa sih Maysa Course itu? Segera mungkin ingatan saya kemballi ke tahun 2013 kalau ditanya tentang apa itu Maysa Course? Maysa adalah sebuah nama yang sahabat saya, Dara Alvira Munggaran sebutkan ketika dia, saya, Riny, Ikmal, dan Pak Ian berada dalam satu meja untuk membahas tentang sebuah wadah belajar. Sebuah tempat, yang mampu mewadahi beberapa muslimah di Kota Makassar untuk mempelajari tentang dunia modeling. 

Arti dari Maysa itu sendiri adalah "berjalan dengan penuh kebanggaan" dengan maksud dan tujuan menautkannya pada seorang muslimah yang percaya diri berjalan dengan tetap mengenakan hijabnya. Melawan arus dunia modeling yang notabenenya identik dengan perempuan tak berhijab. Kenapa tidak untuk industri fashion muslim, menggunakan model yang memang muslimah berhijab untuk promosi produk/brandnya? dari pemikiran itulah, kami membuat Maysa. 

Tentang Anging Mammiri

07 December 2015
Saya mengenal dunia blog sejak tahun 2008, tapi baru aktif menulis dan mendokumentasikan berbagai kegiatan saya itu ditahun 2011 dan 2012 antara tahun itulah saya mengenal komunitas Anging Mammiri, tempat kumpulnya blogger makassar. Awalnya karena blog walking ke blog kak Unna, yang di side bar nya ada logo AM (Anging Mammiri) saya mengklik logonya dan sampailah saya di halaman "keanggotaan"nya website itu. Setelah membaca ketentuannya saya iseng juga mengisi formulir pendaftarannya. 

Bukan Super Woman, Tapi Super Wife

01 December 2015
Asslamualaikum wr.wb
Kalau mau ketemuan sahabat pasti excited banget kan ya? apalagi jama sekarang rasanya tuh susah aja atur waktunya kalau mau ketemuan sama sahabat semasa kuliah dulu. Ada saja alasannya, kalau di bbm bilang "terserah kapan kamunya bisa, saya menyesuaikan." trus salah satunya lagi bilang, "iya atur aja" terus nanya begtiu sampai akhirnya gak jadi-jadi ngumpulnya haha. 

Kalau saya dan vivy ceritanya kami ini sama-sama istri yang ikut suami di rantau, saya sudah balik ke Makassar, tapi vivy belum. Nah kebetulan saat dia mudik ke Makassar, dalam rangka mau natalan di Makassar, saya sempatin untuk ketemuan dengan dia. Banyak juga hal yang mau kami share bersama. Selasa kemarin, kami akhirnya jadi bertemu, makan siang bersama. Vivy makin cantik, tapi tak banyak berubah dari penampilannya, masih tetap dengan ciri khasnya, rambut panjang terurai, blouse yang bold, dan makeup yang minimalist banget. Eh tapi dia makin langsing.

Harus Siap Menjadi Orangtua

23 October 2015
Assalamualaikum wr.wb
apakabar readers :)
Beberapa bulan lalu, saya dan sahabat saya, Dara, janjian di Mall kota kasablanka-Jakarta Pusat. Sebenarnya sudah lama sih janjiannya tapi karena Dara ini super sibuk dengan kantor barunya yang sebagai designer fashion wear brand salah satu seleb Indonesia, jadinya baru kesampaian bulan September kemarin. Waktu itu saya cuma bawa dede Maraja aja, abang di Makassar, padahal sih Dara kangen sama abangZAM terakhir liat abang masih waktu umur 6 bulan. Siang itu, saya, suami dan adik saya sudah tiba duluan di kasablanka, dan langsung ketemuan Dara di tempat makan mie ramen. Saat selesai cipika-cipiki, duduk tenang dan tiba-tiba Dara bilang "Qiah... Aku lagi senang banget nih, aku lagi isi Qiah...

Idul Fitri 1437H Di Pare-Pare

20 July 2015
Assalamualaikum wr.wb
Mau posting cerita tentang pertamakali lebaran di kampung halaman suami nih. Sudah hampir dua tahun menikah tapi belum pernah lebaran bersama keluarga suami di rumah mertua, di kota Parepare. Dan juga baru kali ini merasakan namanya mudik. Secara ya kan saya bukan perantau, domisili juga disini-sini aja haha.
Saat ayahzam tiba di Makassar dari Jakarta, tanggal 11 waktu itu di Gowa dulu, nanti tanggal 15 baru mudik ke Parepare bareng abangzam. Saya diminta Ummi bawa anak satu aja, jangan dua-duanya, soalnya gak ada yang bisa ikut bantu jagain. Jadi saat itu saya memilih membawa abangzam, selain saya gak bisa dan enggan meniggalkan abangzam selama seminggu, saya juga mau mengenalkan abang dengan sepupu-sepupunya di Parepare, kalau di Gowa, abangzam belum punya sepupu (ya saya kan anak pertama dan baru saya yang menikah) heheh. Sudah saatnya abangzam berbaur bermain bersama dengan kesepuluh sepupunya di Parepare. 

Saat berangkat saya sempat di sarankan ummi, bilang bawa dede Raja saja karena kalau abang ribet, harus dibikinin bubur, ditemani main seharian, merangkak kesana-kemari dan sebagainya, sedangkan dedenya ya masih anteng suka tidur. Tapi kan ya bisa lah dong saya mamanya. Saya tau ummi dan papa sebagai nenek dan datok abangzam agak sedih dan sedikit tidak rela, cucu pertamanya yang sedang lincah-lincahnya itu tidak berlebaran bersama. Tapi untung ada si dede Raja yang lumayan menghibur mereka hehehe. 

Saat diperjalanan menuju Parepare, abangzam alhamdulillah tidak rewel, ayahnya menyuruh kami duduk dibelakang saja, abang dincarseat dan saya disampingnya. Tapi ya carseat berubah fungsi jadi alat manjat bagi abang haha!! Kalau abang bosan main dimobil, abang anteng duduk santai dipangkuanku, apalagi kalau pacifernya (empeng*) sudah dimulut, di dogengkan atau diceritakan sesuatu, abang pasti tertidur. Sampai di Parepare, abang minum susu dan segar baru bangun tidur. Masuk ke rumah disambut Bapak aji dan Mama aji juga puang Nani.
Tapi si abang tidak mau ke gendongan siapa-siapa loh! Dalam hati saya bilang "aaaak, gawat ini, ballassi saya" Haha!!! Tapi sebenarnya memang sudah menduga seperti itu, kalau selama disana, abang pasti cuma mau sama mama dan ayahnya saja. Malamnya abang lumayan pintar bobo, cuma makannya tidak dihabiskan. Yang penting susunya diminum lah.

Keesokan paginya, kami mengantar mama aji ke Pasar belanja persiapan masakan lebaran. Lalu ayahnya bawa kami jalan-jalan ke pantai mattirotasi sambil keliling-keliling juga, mutar di pantai Lumpue.
Akhirnya abang ketemu Maharani, sepupunya yang lebih tua tiga bulan dengannya. Mereka main bersama, awalnya mereka saling heran-heranan dulu, tapi pas mainan dihamburkan, mereka langsung main bareng. Tapi ya abang agak pelit sama sepupunya. Mainannya dipinjam dia malah teriak. Ugh! Kemudian agak bisa anteng saat main sama kakak Qadri yang lincah juga. Mungkin karena sama-sama cowok jadi saling tau selera ya main yang agak ekstrem sedikit. Haha!
Malam tiba, takbiran menggema, abang bobo seperti biasa dan alhamdulillah hari kedua, makannya habis terus. Walaupun masih belum mau digendong sama siapa-siapa selain saya dan ayahnya. Malam takbiran di Parepare berlangsung sederhana saja, ada sih pawai takbir keliling seru juga meski tak semeriah di kota besar. 

Pagi itu abang juga bangun cepat, lalu saya memandikannya airhangat, abang heran kenapa cepat sekali dia dimandiin sama mama padahal biasanya mandi jam sembilan :P untungnya tempat kita sholat ied tidak jauh, masjid nur ihsan, dekat rumah. Kakak ipar sudah ambil tempat duluan dilantai dua.

Sayangnya saya gak bisa ikutan sholat ied, bukan karena sedang berhalangan tapi karena jagain abang! Mama mertua bilang gak bisalah saya sholat, abang nanti nangis dan nanti suara tangisnya mengganggu kekhusyukan jamaah sholat ied. Jadi ya saya duduk saja sambil menjaga abang, walaupun mukena terpasang tapi saya cuma bisa jagain abang.
Usai sholat ied, bertemu dengan seluruh keluarga suami, semua kakak-kakak ipar saya dan sepupunya abangzam pada datang kerumah berkumpul. Ayahzam enam bersaudara dan dia paling bungsu. 

Kakak pertamanya, Kak Haerul Mannan, yang punya anak dua. Perempuam semua, sudah remaja. Kemudian kak Marwani Mannan, belum berkeluarga, yang ketiga Marliani Mannan, kak Lily punya anak tiga laki-laki semua dan masih kecil-kecil semua. Yang keempat Marwin Mannan, punya anak tiga perempuan dua, satu laki-laki. Ke lima kak Marlina Mannan punya anak tiga, satu lakilaki. 

Nah kak Marlina ini tinggal di Sidrap, hari itu tidak datang kerumah, rencananya kami semua yang mau ke Sidrap untuk sekalian lanjut ziarah kubur. Perjalanan ke Sidrap memakan waktu satu jam dari Parepare. Ba'dha dhuhur kami langsung jalan. Semua keluarga berziarah kubur dulu didaerah Kadidi. Tapi saya, keponakan dan kakak ipar tidak ikut ziarah kubur, di drop di rumah kerabat yang dekat dari perkuburan, disana kita makan siang. Yang khas dari suku Bugis kalau lebaran itu adalah Tape hitam. Hampir semua warga pasti membuat tape saat berlebaran. Di Gowa mana ada! Saya lupa foto tapenya hiks. 

Sehabis dari Kadidi, kami lanjut ke Pangsid (Pangkajene Sidrap) rumah kakak ipar, Kak Marlina. Disana abangzam istirahat, ganti baju dan makan. Kami pulang selepas magribh. Senang melihat abangzam ceria bermain sama sepupunya.
Sekian dulu cerita idulfitri 1436H dari saya, yang telat banged ya hehehhe.. Tapi kan masih suasana halal bi halal ya.. Juga Katanya kan tak apa terlambat daripada tidak sama sekali ohohohho. 

Taqabballalahi minna waminkum
Minal aidin walfaidzin
Mohon maaf lahir dan bathin
Salaam. 
Mardiansyah's family.

Auto Post Signature