Showing posts with label DUOZAMDAILY. Show all posts
Showing posts with label DUOZAMDAILY. Show all posts

Tanda Anak Sehat Anak Aktif Bermain di Luar Rumah

28 February 2019
"Bundaa,, keluar main-main dulu nah, tidak jauh ji ..."

Begitu Maraja minta izin kalau sudah mandi dan pakaian. Biasanya dia lebih pengen main di luar rumah daripada main di ruang mainnya di dalam rumah. Kalau abangzam sih biasanya dia minta nonton, tapi kalau sudah pada sarapan dan mandi, siapa yang duluan minta main di luar, yang satu ngikutin juga. 

Tapi nih biasanya kalau mereka main di luar, saya ngikutin atau minimal ada yang liatin. Hanya saja sejak mereka berusia 3 dan 4 tahun, mereka saya biarin main sendiri di luar. 

Aktifitas mereka kalau main di luar rumah sebenarnya gak terlalu ekstrim amat juga, kalau ketemu teman se kompleks mereka juga cuma lari-larian biasa, atau kalau ada bola main oper-operan aja. 

Maraja lebih suka berlarian, sentra perannya lebih berkembang. Kadang dia berusaha menjadi salah satu tokoh avangers, bikin tinju bayangan sambil lari sendiri. Kalau abangzam dia lebih suka bersepeda atau main scooter, keliling jalanan muter-muter depan rumah. 

Pernah waktu itu mereka lagi asyik main di luar rumah, di sekitar kompleks. beberapa menit kemudian, Maraja lari pulang ke rumah sambil menangis, ternyata dia jatuh. Hahahahaha.. kasian juga sih tapi gak apa-apalah, luka pertama main di luar. 

Saya dan ayahzam termasuk orangtua yang asyik-asyik aja anak-anak main di luar rumah. Kalau mereka kotor emang capek bersihinnya, belum lagi kalau gatel-gatel malam hari hahahahaah. 

Tapi kami tetap konsisten untuk membiasakan anak-anak bermain di luar rumah. Karena banyak banget manfaat yang bisa didapat kalau anak-anak aktif di luar rumah. 

Berikut ya manfaat anak aktif di luar rumah :
  • Pertumbuhan fisik anak lebih optimal 
  • Anak akan lebih kreatif dalam berpikir
  • Memiliki penglihatan yang lebih baik
  • Meningkatkan kemampuan sosial anak
  • Mengurangi resiko obesitas pada anak
  • Konsentrasi dan Fokus anak lebih baik
  • Mendorong untuk berolahraga
  • Tidur jadi lebih nyenyak 
  • Kemampuan motorik anak lebih tinggi 

Memang sih banyak sekali kekhawatiran kalau anak-anak dibiarkan main di luar rumah, pulang-pulang bau apek, keringat bercuccuran, dakit menumpuk, kulit kepalan dan dekil. HAHAHAHAHAHAAH. belum lagi bakteri dan virus yang mengintai di luar rumah, khawatir nanti anak batuk atau apalah.

Kayak anak tetangga tuh, anaknya sih memang masih 2 tahunan, kalau dia main, mamanya selalu ngintilin kemana-mana, tapi sembari nyerocos "Ehhh nak, jangan, kotorrr!!" trus menyergap anaknya sambil ditepuk-tepukin tangan dan bajunya yang berdebu itu.

Protektif memang its okey ya tapi saat anak main di luar ya bebasin shay..  huhehehehe. Entengan banget ya bebasin hihik ya soalnya sudah diproteksi dengan vaksin dan imunisasi lebih dulu, serta di dalam rumah dikasih makanan bergizi, minum multivitamin, dan susu gak lupa.

Faktor makanan  penting untuk menjaga kesehatan anak-anak. Biasakan makan makanan yang sehat dan memiliki gizi seimbang. Saya selalu sediakan Indomilk UHT fullcream untuk melengkapi gizinya.

Susu UHT nya saya pilih Indomilk UHT Kids Full Cream. 
Karena susu UHT Indomilk itu tinggi kalsium dan berasal dari susu sapi segar dan berkualitas. Mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk asupan tubuh anak. Tidak ada tambahan bahan pengawet dan tidak mengandung gula maupun garam loh bund. 

Silahkan dibaca : Tentang UHT Indomilk rasa fullcream



Setelah bermain di luar ruangan, biasakan anak untuk mencuci tangan secara rutin dan teratur. Mandi dengan sabun antibakteri juga bisa menjadi alat untuk mengantisipasi kuman-kuman masuk dalam tubuh.

Gak susah kan kalau mau anak tetap sehat meski bermain di luar ruangan. Jadi para orangtua sekarang gak perlu deh berlebihan untuk ngelarang anak bermain di luar. Jangan biarkan mereka terkurung terus di dalam rumah.

Kasih kesempatan untuk mereka menjelajahi dunia melalui hal-hal kecil seperti bermain di luar ruangan bersama teman-teman.

Susu Formula Yang Mengandung Serat Yang Tinggi Cocok Untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-5 Tahun Bebelac Gold 3

09 January 2019
Salam semua
Mau cerita lagi tentang duozam nih di blog. Mereka sudah memasuki usia untuk memulai sekolah di Taman Kanak-kanak, yaitu usia 3 dan 4 tahun. Abangzam tahun ini sudah mau mulai masuk TK dan tentunya saya sebagai bundanya, harus mempersiapkan segala kebutuhannya. 

Bukan cuma soal persiapan sekolah dimana, perlengkapannya, dan lain sebagainya. Tapi lebih kepada persiapan kesehatan dan pertumbuhannya. Gak mau kan kalau sementara sekolah tapi mereka jadi sering sakit dan akhirnya jadi jarang masuk sekolah. Ahhh jangan sampai ya. Aamiin

Nah, kalau saya memulai dari mempersiapkan susunya, hehe. Jujur duozam terbilang sudah jarang minum susu saat mereka berusia 2 tahun kemarin, saya lebih ngeboost di makanannya aja. 

Dan waktu itu, pernah si dedek Maraja kena diare, pertanda bahwa pencernaannya mengalami masalah. Sampai diopname di rumah sakit, kata dokter sih memang sebanyak 30 persen anak mengalami gangguan pencernaan, dan 3 dari 10 anak mengalami pencernaan sensitif. Masalah ini pastinya akan mempengaruhi tumbuh kembangnya kan?

Saat Maraja masuk rumah sakit itu, saya jadi banyak dapat pencerahan dari dokter, saya ngasih tau dokternya kalau memang anak-anak saya jarang minum susu, lah dokternya nge gas dan bilang, 
"Bu, kita aja yang dewasa ini masih butuh susu loh! Apalagi anak-anak."

Duozam Daily : Masa Tantrum Manipulatif, Bunda Mengalah Atau Tegas ?

14 November 2018
anak tantrum
 Salam semua. 
(MasyaAllah Tabarakallah) 
Untuk para ibu muda yang usia anaknya masih dua tahunan, trus anaknya tantrum. Santai aja ~ jangan terlalu diangkat emosinya. 

Saya alhamdulillah sudah melewai masa tantrum anak-anak di usia dua tahun kemarin. Dan itu benar-benar menguras energi dan emosi banget. rasa sabar yang ritmenya udah gak beraturan. Paling sedih deh kalau diingat-ingat betapa melelahkannya waktu itu kalau anak lagi tantrum. Selain lelah fisik, ya lelah hati juga. 

Saya paling kesal sama suami (bawa-bawa suami! hahaha) kalau suami itu gak tau nenangin anak, dia sebagai ayah cuma bisa liatin aja anaknya kayak gitu. Saya jadi kesel, dan mikir, ini kenapa sih Ayahzam gak care banget sama anaknya? Tahan banget telinganya dengar rengkan dan tangisan anak sampai lama kayak gitu. Bujuk kek, apain kek gitu yang biasanya dilakukan ayah pada umumnya. 

Duozam Daily : Dede Maraja Toilet Training

08 August 2018

Saya lupa cerita tentang toilet training abangzam sih ini, makanya cerita toilet training nya Maraja harus saya abadikan ke blog hehehe.

Dan ini bukan tips-tips gitu sih, cuma mau cerita biasa aja. Abangzam dulu bisa lepas popok di umur 3 tahun 8 bulan, hehe agak telat ya memang biasanya rata-rata ibu lain memulai toilet training anaknya di usia 2 tahun lebih atau pas 3 tahun sudah bisa minta pipis sendiri.

Itupun awalnya karena kehabisan popok, saya lupa bawain popok ke rumah neneknya, abang waktu itu nginap di rumah neneknya, dua hari kemudian saya datang menjemput, eh neneknya cerita kalau abangzam sudah bisa bilang kalau dia mau pipis.

Nenek : "Abang, bundamu ndak bawakan popok, popok di warung sebelah juga habis, jadi kalau mau pipis, kasih tau nenek ya..., jangan pipisi celananya nanti basah."

Pemberitahuan pertama, abang tetep pipis tanpa bilang, dan celananya basah, lantai jadi basah, dia liatin, nanti di injak, kakinya basah, baru dia teriak panggil neneknya. Nenek berusaha lagi kasih tau, sampai akhirnya selama dua hari pemberitahuan itu, abangzam sudah bisa bilang mau pipis, dan segera minta dibukain celananya.

"Ndak pake popokmi itu tawwa bunda, janganmi pakekan popok lagi, pintarmi bilang mau pipis, sisa di ajar pipis jongkok dan cebok di WC"

Senangnya dengar itu. Sampai di rumah, yang ajarin abang pipis di wc adalah ayahnya, disuruh jongkok, kemudian, cebok, lalu siram pipisnya. INGAT jangan pernah pipis berdiri.

Kemudian sambil abang belajar pipis sendiri, Maraja memperhatikan itu juga, dia selalu bilang "Abang kenapa ndak pakai popok?" saya cuma sounding begini : "Karena Abang sudah besar, sudah bisa bilang kalau mau pipis di wece dan bisami cebok sendiri."

Biar dia jadi punya keinginan untuk bisa juga kayak abangnya, tapi lumayan lama sih, ada beberapa bulan abang lepas popok baru Maraja mulai di ajar toilet training.

Saat memulai dengan Maraja, saya juga pakai alasan kehabisan popok, "Ja, habis popoknya Raja, jadi pakai celana ini dulu nah (celana dalam)" dia heran-heran tapi tetap diam dan iya-iya aja, kemudian dia pipis di lantai dan celananya basah. Dia cuma ngangkang di tempat sambil teriak "Bunda... pipiskaaaa...!" mukanya memelas, rasanya gak enak paha dan betisnya kena pipis HAHAHAHA.

"Aih dede kalau mau pipis bilang, jangan sudah pipis baru bilang..."

Jelas gak ngerti lah dia, hahhaah tapi itu saya sounding terus setiap kali Maraja ganti celana karena pipis. Dan kalau sudah buka celana, masuk wc saya sounding lagi soal cebok sendiri. Sampai akhirnya butuh beberapa bulan, masih isi kososng soal lepas popok, baru akhirnya Maraja bisa mengenali hasrat pengen pipisnya. Hihihi

Dan suatu hari, Maraja sama Abang lg asyik main, bunda lagi makan di ruang makan. Kedengaran maraja pengen pipis

“Bunda mauka pipis... mauka pipis” Maraja panik

Abang : “Raja, ndak usah pigi Bunda, sini buka celana baru masuk WC “

Saya sebenarnya sudah berdiri dari kursi makan tapi tetap diam perhatikan mereka berdua. Maraja sudah di WC , abang bilang “jangan berdiri ! Jongkok ! Yaaaaa jongkok begitu . Yaaa kalau sudah ambil timba, cebok maki. Pegang bajuta nanti basah”

Maraja pun nurut sama apa yang di instruksikan Abangnya.

“Sudahmi toh pipis Raja? Bisami toh ndak pake popok mi. Panggilmi bunda lap burungta pakekan ki celana” kemudian Abang lanjut main susun lego-lego.

Ahhh terharu gak sih ? HAHHAHAAH, di Abang sudah bisa bantuin adeknya begitu, momen-momen kayak gini memang udah sering saya alami, saat dimana Abang membantu adiknya untuk ngapa-ngapain, dia membuktikan dirinya, bisa melakukan hal lebih dulu, mengajari adiknya dan menuntun. Ahh.. nulis ini jadi berkaca. hehehhe.

Balik lagi ke soal toilet training Abang dan Maraja ini, saya sebenarnya yang masih kurang konsisten ke mereka, kadang suka capek kalau mereka selalu minta pipis, capek bolak balik ngikutin mereka ke wc karena biasanya cara mereka siram pipisnya masih belum benar, takutnya wc jadi bau pesing, dan kalau cebok mereka basah sampe paha dan betis, jd harus tetep di keringkan handuk, kadang kalau saya males, udahlah pakein aja mereka popok, WWKKWKWKWKW

Abang sering nyelutuk tuh kalau dipakein popok, "Pipis ma di popok?? Kukira besarma Bunda, bisama pipis di wc," nah tuh kalau begitu saya jadi bingung bilangnya, gak mau juga ketahuan kalau saya malas hahhahahahahaha.

Intinya cerita toilet training anak-anak saya ini, karena memang merekanya yang udah siap dan udah waktunya bisa merasakan hasrat pipis mereka, saya cuma bantu mengarahkannya aja. Gak ada training nya sebenarnya, ya karena memang udah waktunya aja hihihihihi. 

Duo Zam Daily : Tom and Jerry Tapi Hasan Husein

09 July 2018
Satu malam, saat bunda lagi beresin mainan, Abangzam gak suka kalau mainannya di beresin, dia masih mau main dengan mainan itu, padahal di tangannya dia lagi pegang beberapa mainan lain, sama adiknya, si Maraja. 

Tapi Bunda tetap beresin mainan, berantakan sekali kamar kami, mana lagi Bunda harus kerja sesuatu di komputer,meja komputer juga berserakan mainan Duozam. 

Tempat Kursus Bahasa Inggris Untuk Anak 3 Tahun di Makassar : English First Makassar

13 December 2017
Halo apakabar semua
Semoga tetap ceria ya di weekend ini.
Awal bulan lalu saya menghadiri event kompas Edu Fair. Tapi ya baru saya post belakangan, soalnya entah kenapa akhir-akhir ini agak mager, apalagi menghadap komputer, kayak hilang semangat aja gitu (cariin si semangat dong hehehe) Well ya, Event tahunan yang diselenggarakan Dyandra Organizer di Kota Makassar ini diadakannya di Mall Ratu Indah. Tujuan saya kesana mau liat-liat pameran edukasi seperti sekolahan, tempat kursus, mainan stimulasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat menyaksikan beragam lomba anak TK dan anak SD dalam bidang keterampilan seninya mereka, seperti menari, menyanyi. 

Yang bikin saya takjub adalah lomba nyanyi anak TK yang pakai bahasa Inggris, keren bangedd mereka udah lincah gitu nyanyi lagi englishnya, saya jadi kebayang sama duozam nanti kalau mereka juga masuk TK trus nyanyi in english. Ahhhh excited sendiri pasti saya hihohoho. 

Lawan Koloni Bakteri Jahat di Saluran Cerna Dengan Interlac Probiotics

17 October 2017

Suatu hari, saat saya sibuk menyiapkan makanan untuk duozam, si Abang datang menghampiri. 
"Bunda, saya jadi siapa?"
"Kapten Amerika..." Jawabku, karena melihat dia sudah berpakaian lengkap biru merah putih.
"Senjatanya apa?"
"Perisai..."
"Untuk apa perisainya?"
"Lawan penjahat nak, lindungi badannya biar kapten gak sakit"
"Tidak masuk rumah sakit kapten?"
"Iya dong tidak.. kan punya perisainya"
"Saya juga tidak masuk rumahsakit, kalau ada bakteri ku lawan pake perisai ini!"
Kemudian si Abang berlalu sambil lompat-lompat memperagakan gaya Captain Ameria yang biasa dia liat di televisi.
"Ciaaaaaaaattt... !!!"

Ya, beberapa waktu lalu, abangzam pernah masuk rumah sakit, diopname karena gangguan pencernaan.  Abangzam diare selama dua hari, dalam sehari bisa sampai 6 kali ganti popok, tinjanya kuning cerah dan hampir sama sekali tidak ada ampasnya, disusul dengan dia sering muntah dan hilang nafsu makan, akhirnya dia jadi lemas, gak ada pilihan lain selain saya membawanya ke IGD rumah sakit, dan langsung opname. 

Persiapan Buat Abangzam Smart Di Sekolah Nanti Dengan Vidoran Xmart Milk

12 October 2017
 Halooo mommiess..
Anak saya yang pertama, si Abangzam termasuk anak yang sangat aktif.  Dia cenderung tidak bisa diam, selalu ingin mengetahui semua yang ada di sekitarnya, sampai sempat bikin saya marah-marah karena kelakuannya, tapi saya bersyukur dia tidak tantrum tempat umum, kalau diajak keluar biasanya dia akan patuh. Padahal dulu waktu usianya setahun dua tahun, bandel sih gak bisa dibilangin hehehe. Alhamdulillah usianya makin bertambah, dia makin bisa diajak ngobrol. Atau sifat bawaan genetiknya sudah ketahuan ngikut siapa? heheh. 

Tapi satu hal yang bikin saya kewalahan, dia sudah memasuki tahap "banyak tanya" heheheh dan semua harus saya jawab, saya harus aktif menjawab pertanyaannya, ada ribuan! kalau gak dijawab ya bakal nanya terus AHAHA. 

Milestone Abangzam bisa dibilang berkembang dengan pesat, Tau gak mom, memiliki anak yang pintar dan cerdas tidak hanya tergantung dari genetik yang diturunkan oleh orang tua. Kunci utamanya adalah cara mendidik dan melatih anak dalam belajar yang diterapkan dan diterima oleh anak utama anak bisa memahami dan menerapkan apa yang mereka dapatkan dan juga nutrisi pendukungnya yang tepat.

Sepanjang Waktu Terlindungi Bersama Mustela Bebe

07 September 2017
Anak saya yang kedua, Maraja, pernah terkena gejala imptigo bullosa. Iritasi kulit yang parah dan hampir mirip dengan cacar air, iritasi itu disebabkan oleh bakteri, berupa lepuh atau bercak luka terbuka pada kulit, yang kemudian menimbulkan kerak berwarna kuning atau cokelat. Meskipun itu tidak mengganggu aktifitasnya tapi tetap saja saya yang melihatnya merasa sedih.

Saya merasa tidak memberikan perlindungan untuk kulitnya dengan baik dan tepat. Sejak dia bayi saya memilihkannya skin care yang kekinian, yang orang banyak pakai pada umumnya, yang sering-sering ada di etalase toko baby, "Ini aja, kan sama aja semua kulit bayi..." Ternyata tidak loh bunda sekalian. 

Untung tiap anak bayi, kulit adalah bagaikan pelindung tubuhnya. Meskipun sebenarnya kulit bayi yang strukturnya masih sangat halus dan lembut, memiliki fungsi yang sama dengan kulit orang dewasa. Di awal kelahirannya, kulit bayi belum sesempurna yang kita bayangkan. Justru terlihat seram kan bunda? hehe, saya search beberapa artikel dan ternyata penyebabnya :
  • Permukaannya berselaput vernix caseosa, berfungsi sebagai pelindung kulit di dalam rahim. Lapisan itu bertahan pada minggu pertama, setelah itu mengelupas, seolah-olah bayi berganti kulit. Setelah lapisan itu luruh, barulah muncul kulit bayi yang sebenarnya.
  • Terkadang ditumbuhi bulu-bulu halus yang disebut lanugo, yang dibawa sejak di dalam rahim.
  • Kulit tampak keriput, permukaannya lebih tipis sehingga pembuluh darah dapat membayang.
  • Berwarna kemerahan, kemudian berubah menjadi kuning akibat produksi bilirubin di dalam darah. Warna kuning akan hilang dalam 2X 24 jam. Pada beberapa bayi, kulit baru lahir berwarna sangat merah, biru atau pucat, yang menandakan adanya gangguan kesehatan, misalnya kurang pasokan oksigen.

Duozam Daily : Beli Mainan Yes Or No ?

27 July 2017
Haloo semua.
Postingan kali ini mau cerita-cerita soal duozam dan mainannya. Duozam mengenal segala macam bentuk mainan itu dari usia 2 tahun abang dan setahun maraja, saat mereka diberi banyak kado ulangtahunnya. Alhamdulillah banyak yang sayang sama duozam. Saat sesi buka kado, saya sama datoknya sampai capek menjelaskan nama mainan itu heheheh ada mobil truck, boneka doraemon, senjata panahan, pistol, sampai mainan golf dan billyard pun ada.

Keesokan harinya, duozam mulai memainkan mainan yang biasa dia lihat dikesehariannya, misal :
  • mobil-mobilan
  • senjata-senjataan
  • bola-bolaan
  • boneka kartun
Saat itu cuma ke empat macam itu yang sering diambil mainannya untuk dimainkan, ketika bosan mereka mulai menengok mainan lain yang belum pernah mereka mainkan, misal :
  • Robot-robotan
  • lego
  • mainan golf
  • mainan bilyard
  • roger
Akhirnya semuanya mau dimainkan dan dibongkar, saat itu malahan mereka sampai merusak semua mainannya. HUHUHU hiks... T_T dipukul-pukulin ke lantai, dilemparin jauh-jauh. Mungkin sudah sering saya cerita kalau beli mainan harus dua yang sama persis, kalau tidak bakalan memicu perang saudara HAHAH. 

Kalau saya termasuk mama yang gak sempat bikin DIY mainan sendiri buat anak, entah gak sempat atau memang gak bisa atau memang malas ya T_T huhuk, belum tau pastinya, mau nanya ke dalam hati sanubari dulu (jiahhaha*) atau saya cuma berpikir pengen yang simple aja selagi memang bisa beliin mainan. Kupikir juga kalau beli bahannya, bikin di rumah, yang ada malah duozam berantakin dan grasagrusu saat ngerjainnya dan akhirnya gak beres-beres. Kadang ngiri sama mama-mama yang setip saat bisa poating hasil DIY nya di sosmed dan video main bareng anaknya dengan hasil DIY mainan itu. Memang sih di usia duozam sekarang ini saya belum mau produktif buat DIY-an karena mereka lagi masa senang membongkar hihi. Mungkin nanti kalau mereka sudah TK liat mainan di sekolahnya, baru saya berjuang untuk DIY-in mereka mainan yang mereka mau. [negelesss*]

Duozam Daily : Kakak Adik Berantem Melulu!

13 June 2017
Kalau ada yang tanya, "Gimana sih rasanya punya dua anak cowok yang umurnya deketan?" dan mereka sekarang masih dalam tahap pertumbuhan di usia emas, aliasnya ya lagi aktif-aktifnya bermain. Saya cuma bisa memberi ilustrasi, tentang membayangkan saja sebuah rempah-rempah, banyak rempah, termasuk cabe dan bawang-bawang yang sedang dimasukkan dalam blender, blender dinyalakan tanpa penutup! yup! i feel that way mom...

Saya dan keluarga besar saya, termasuk Papa Ummi saya memang sangat menginginkan sosok bayi laki-laki dalam rumah kami, beda ya dengan suami datang ke rumah hihihi. Empat bersaudara cewek semua, Ummi dan Papa yang pengen sekali menimang bayi laki-laki, diberi oleh Allah alhamdulillah. Tapi tak disangka duga, diberinya malah double HAHAHA, 10 bulan setelah Abangzam lahir, lahir pula Maraja :D 

Baca juga : Ulangtahun DuoZam

Sekarang mereka sudah berusia 2 -3 tahun, saya gak lagi ngupdate status berbau "Indahnya merawat bayi laki-laki" HAHAH udah bukan masanya, sekarang masanya rempong-rempongan dan aduk emosi mom. Gimana nggak? Mereka kalau kalau main pasti berantem! dan berantemnya bukan gertak-gertakan, sudah malah langsung pukul-pukulan.

Ibu Sehat Anak Ceria

01 April 2017
Assalamualaikum wr wb 
Hai semua, 
mungkin sudah pada paham ya judul postingan saya kali ini. Dan benar saja kondisi kesehatan seorang mama yang prima, akan berpengaruh pada perkembangan anak, karena seorang mama adalah yang berperan paling utama dalam mengurus dan memperlakukan anak agar terurus dengan baik. Seminggu belakangan ini saya sering meninggalkan duozam di rumah neneknya, mereka lebih banyak bermain dengan tante-tantenya.

Saya sadar akan hal itu, saya bukan mama yang sempurna, tapi bukan berarti saya tidak mengurusi anak-anak saya. Saya biasanya rutin menanyakan kegiatan mereka, sudah makan apa belum, sudah mandi? apakah tidur siang atau tidak. Bersyukur adik-adik saya sayang sama duozam, meski pun capek abis pulang kampus atau sekolah mereka tetap pasang muka senang ngajak main duozam hehehe. 

Beda Anak Beda Pintar : Jangan Paksa & Jangan Larang Abangzam

20 January 2017
Assalamualaikum wr.wb 

Mau share nih pengalaman saya selama 2 tahun ini jadi ibu. Ya memang baru dua tahun sih ya hihihi blum banyak yang bisa saya share sebenarnya. Tapi ga apalah ya biar jadi mommy diary dulu huheueheheh. 

Kapan Mulai Memarahi Anak ?

21 December 2016
Teruntuk para ibu yang masih memiliki balita, pun jarak usianya yang berdekatan ...
Teruntuk para ibu yang sering melampiaskan kemarahannya pada anak, dan kemudian menyesal setelahnya, lalu esok harinya, mengulanginya kembali...

Gemuruh dalam dada saya ketika melihat abangzam mencakar-cakar adiknya, sekaligus memukul wajah adiknya, kemudian menjambak rambutnya. Dengan spontan saya memisahkan mereka, mendorong abangzam dan membentaknya dengan suara keras, "Kenapa kasih begitu adek??!!" Abangzam tersungkur, saya tidak memperhatikan wajahnya, dia juga langsung menangis sambil saya memeluk adiknya, mengusap kepalanya dan meniup bekas cakarnya. 

"Bundaaa...huaaaaaaa,, bundaaaaaa... aaaaaaaa... " teriak dan rengek abangzam sambil mengikuti saya ke kamar, dia berusaha mendapat perhatian saya kembali. Abangzam menarik baju saya, saya dengan ketus menghempas tangannya. Saya sedang berusaha mendiamkan tangisan adiknya, abangzam juga tak berhenti menangis. 

Tangis adiknya mulai reda. Saya berbalik ke arah abangzam yang masih menangis meraung-raung, dan "JESSSSSSSs...." rasanya tulang-tulang saya seperti dilolosi satu persatu saat melihat wajahnya. Dia menangis karena saya bentak dan saya dorong, Ya Rabb... gemetar hati ini karena menyesal. 

Kupeluk tubuh kecilnya, kemudian saya yang menangis... !
***

Kakak Idola Adik. Benarkah ?

08 November 2016
"Ini anaknya ya?" Tanya beberapa orang yang saya temui kalau ke Mall
"Iya ini si Adeknya, ini Abangnya..." Sambil tarik abangzam, sulungku.
yang nanya jadi kaget bin ketawa, "Haaa? ini dia adek? kok ga mirip ya bersaudara... trus beda berapa tahun ini mereka?"
Dengan senyum manis nan berbangga hati, saya jawab : "Beda 10 bulan aja..."
Yes Mom, jaman masih gadis, saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti Saya sebagai seorang Ibu menghadapi anak. Waktu gadis ya mikirinnya kapan nikah? HAHA! Pas Alhamdulillah bertemu jodoh, hidup saya mulai berubah. BOOM Life nya adalah saya cepat diberikan keturunan. Dan lanjut lagi selesai nifas, langsung isi lagi. "Rencana memang ya Moms? Atau kebobolan?" itu banyak yang bertanya seperti itu, tapi ya mau dijawab gimana. senyum-senyum aja.
"Kasihan anak pertamanya, nanti kasih sayangnya terbagi..."
"Kasihan anaknya gak bisa ASI dong..."
"Hati-hati loh Moms, bisa berpengaruh juga sama kesehatan rahim..."
Enesbrah ... endesbrah ... bla.. blaa.. dan banyak lagi asumsi-asumsi tentang Ibu yang melahirkan dari jarak dekat. 

Duozam dan Gadget

27 October 2016
"Bundaaaaaaa.... Gantiii!!! Gantii!!!" 
Teriakan itu terus melengking kalau saya tak beranjak segera setelah Abangzam meneriakkannya. Itu artinya dia sedang menonton youtube di smartphone saya, dan di tengah jalan videonya, Abangzam bosan dan ingin ganti ke channel lain. Dia belum bisa mengganti sendiri, dia cuma tau simbol play dan kalau itu ditekan, video terputar. Selain itu dia masih minta tolong saya. Saya sudah beberapakali sih mengajarinya, tapi kadang dia masih bingung antara simbol play dan simbol next, dia lebih senang langsung menekan simbol play, dan video yang terputar itu lagi itu lagi, dia pun marah. Tantrum pun tak terelakkan, smartphone dibanting karena tidak sesuai dengan keinginannya. 

Semua video channel youtube yang memang khusus edukasi anak, saya save offline di smartphone. Jadi masih bisa memutar walaupun mobile data mati, hemat kuota! Sejauh ini sudah ada 52 video yang saya save offline. Saat smartphone saya dipegang Abangzam dan Si adiknya, saya hanya membukakan video offlinenya. 

open offline video 1 : terputar ... belum lima menit.. "Ganti Bunda,,. Ganti!!"
open offline video II : terputar... baru semenit, "Gantiiiiiii..."
open offline video III : terputar... "Gantiiiii, teja' ini... gantiiiiii"
Kembali tantrum! Begitu terus sampai video ke 20an baru dia tenang, itu pun videonya tidak semua selesai dia nonton. Jadilah offline video yang terkumpul itu tidak efisien lagi. Mobile data harus on, dan dia bisa ganti sendiri kalau youtubenya online LOL!! 

Kenapa Duozam bisa lengket sama gadget ?

Anak Batuk Tapi Sehat

24 September 2016
Ya namanya mamak-mama ya kalau ada apa-apa sama anaknya pasti khawatir, BINGUNG! huhuhu. Ini cerita tentang anak kedua saya, Maraja. Belakangan ini dia sering batuk, terhitung sejak bulan Juli kemarin mulai batuk-batuk, dan itu mengganggunya, kadang malah sampai dia mual dan akhirnya muntah. Tapi kata beberapa teman yang kuanggap senior di permasalahan parenting bilang, kalau anak batuk trus muntah malah bagus, lendirnya keluar berarti. Awalnya tiga hari dia batuk berdahak dan paling sering kalau malam, jadi bobonya terganggu. Saya pastilah langsung membawanya ke dokter, gak tega saya liat anak mau bobo enak tapi keganggu sama batuknya, mau main, makan, dan jalan-jalan keganggu sama batuknya. Akhirnya sampai di dokter diberi antibiotik pembunuh bakteri dan obat pengencer dahak dalam bentuk puyer. Obat antibiotik itu harus habis dalam seminggu, jadi Maraja konsumsi antibiotik lagi T_T tapi alhamdulillah baru dua harian obatnya diminum, batuknya sudah jarang, dan sembuh. Tapi obat yang antibiotik masih harus terus dihabiskan agar tidak terjadi resistensi bakteri

Ulangtahun Duozam | Construction Birthday Party at KFC

24 July 2016
Assalamualaikum, wr.wb
Sejak lebaran kemarin saya belum update blog nih, uhuhuhu banyak skali alasannya T_T ya maklum namanya mama muda yang punya dua anak super aktif, dan mama mudanya ini belum bisa atur waktu yang efisien. Ya gimana soalnya yang satu tidur, satunya lagi bangun, malem kalau dua2nya barengan bobo, emaknya ngurus suami dong yang baru pulang kantor kecapean dan kelaparan, hahaha. Dan masa-masa itu alhamdulillah bisa dibilang sudah bisa diatasi, jadi bisa update blog barang sebentar. Banyak sekali kegiatan seru yang harus saya abadikan di blog ini, apalagi itu berhubungan dengan cerita tentang DUOZAM. 

Jadiiiii, postingan ini adalah tentang dokumentasi ulangtahun Duozam hihihih. Akhirnya saya bisa merayakan ulangtahun anak saya barengan. HAHA! ya gak apa-apa barengan, bulan lahir merek a cuma beda dua bulan. Si adek, #Maraja masuk usia 1 tahun di bulan Mei, dan si #AbangZAM genap 2 tahun di tgl 24 Juli 2016. Kenapa sih dirayakan segala?

Ramai Seru Acara Berbagi Morinaga Chil-Go! Ala Abangzam

19 March 2016
 "Ibu-ibu yang punya anak berusia 1-12 tahun, boleh segera merapat ke rumah mamazam, karena di sana ada pembagian susu pertumbuhan. GRATIS!!! loh bu ibu! ditunggu ya..." 

Dengan lantang, tante saya mengumumkan ajakan itu di Masjid dusun. Iya loh masjid bok! HAHA! setelah persiapannya beres sedari kemarin, dan dilanjut siang hari. Syukurlah, sore harinya bisa mengajak teman-teman abangzam untuk bersama-sama ber-Chil-Go! ria di halaman rumah.

"Kenapa bagi-bagi Morinaga Chil-Go! ? Dalam rangka apa? "

Saatnya Abang ZAM Belajar Berbagi !

Salam semuanya ! :)

Saya sepertinya baru posting lagi tentang abangzam, si abang kecil yang cerewetnya lumayan minta ampun, pengulangan katanya itu loh. Haha! 

Auto Post Signature