WING

19 March 2009
aku baru tahu rupanya dia memiliki sayap.


Aku baru tahu ketika dia membelakangiku


Sayap yang dia gunakan untuk terbang …


Dipunggungnya, dapat kulihat jelas

ICE CREAM

25 February 2009
Siang ini kuliah lagi engkau duduk dibangku taman, meringgis, dan menyeringai, berusaha menepis teriknya mentari yang terus menyorotimu. Betapa tidak, karena kau begitu tampan dan memesona!!

seperti biasa, aku hanya mampu memandangimu dari kejauhan, dikantin, duduk sendiri menatapmu. kau yang telah mencuri hatiku, mengganggu malamku, dan membunuh kebencianku padamu. akhirnya, aku menyukaimu. Aku tak bisa menepis keberadaanmu didalam hatiku.

aku baru menyadari sejak hari itu, hari yang sama panasnya dengan hari ini. aku yang tengah mengantri untuk membeli sebuah ice cream, dan kurang beruntung untuk mendapatkan ice cream terlaris itu. kau menghampiriku dan menawarkan ice cream yang meleleh ditaganmu. ice cream itu kuterima, namun kembali kulemparkan ke wajahmu.

oh betapa jahatnya. yah aku sadari itu. aku sangat membenci rupawanmu, lelaki norak yang memakai kacamata tebal, sungguh kucel dan sembrautan, mana mungkin aku mau menikmati ice cream darimu?

Setelah insiden itu, kau kembali muncul dihadapanku, menologku dari orang jahat yang ingin merampas tas ku, aku tak tahu harus bilang apa. Aku berpikir kau mungkin sekongkol dengan pencopet itu. tapi kau berlalu pergi begitu saja. Kuperiksa tasku mungkin kau mengambil sesuatu. Tak ada kepercayaan sedikitpun untukmu. Tapi setelah memeriksa semuanya,
aku terkesiap.

Tak ada yang hilang dari tasku. Aku merasa ada sedikit perasaan bersalah. Bukan sedikit tapi agak banyak sampai aku belum bisa menemukan tindakan untuk berterimakasih padamu, seharusnyakah atau tidak perlu.

aku mengejarmu, dan terjadilah perbincangan yang menarik hatiku.
disitulah aku tertipu, ternyata kau mencuri hatiku.
Tpai aku ikhlas. Sejak itu aku melihatmu sangat berkemilau dimataku. hanya kau yang bercahaya diantara ribuan lelaki dihadapanku.
kini aku menghampirimu, menawarkan ice cream padamu.
kau tolak!

oh tidak.
Mengapa? apa karena ada ‘dia’ dibelakagmu yang lebih dulu memeberikan ice cream padamu? tidak! tidak… berikutnya harus akulah yang memberikan ice cream lebih dulu padamu.

Esok nya aku bangun pagi sekali, amat pagi, kemudian menuju kampus, sempat berlari mengejar kendaraan, walau terjatuh, aku berusaha bangun kembali.

Langkahku terhenti ketika melihat seorang wanita terkapar di aspal, orang-orang mulai mengerumuninya. dan kudengar orang-orang berteriak histeris.
Jalanan jadi macet.
Bagaimana ini? aku tak boleh terhadang sesuatu untuk segera menuju kampus, menemuimu.

Aku harus jadi wanita pertama yang membuatmu terkesan dengan pemberian ice cream itu.
kuperhatikan wajah wanita yang terkapar itu, penuh darah.
Walaupun begitu, aku mengenalinya.

Persis sepertiku.

Rasanya aneh ada orang yang mengenakan pakaian yang sama denganku pagi itu, tapi sialnya dia tak bisa melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju. Aku melihat angkutan umum aku segera naik, dan sampai kekampus.

Aku tak melihatmu. Aku menunggu hingga siang hari, dank au kutemui dikantin, kali ini aku tak mau hanya melihatmu dari jauh aku ingin menghampirimu tapi sebelumnya aku harus membeli ice cream. Kucari tukang ice cream itu ada banyak orang yang mengerumuninya. Aku menyerobot dan langsung berhasil berada dihadapan tukang ice cream itu, biasanya aku harus menunggu lama. Aku memesan tapi tukang ice cream itu tidak memperhatikanku. Aku menoleh kesekeliling, semua tak memperhatikanku. Tak ada yang mau memandangku sekalipun.
Mungkin orang-orang ini iri padaku.

Aku lebih baik menemuimu saja walau tak membawakanmu apa-apa, aha… aku akan mengajakmu kekantin, aku akan mentraktirmu. Kuperiksa tasku. Tak ada. Tasku tak ada, dimana aku menaruhnya? Ah sial! Mungkin tercecer waktu aku terjatuh dijalan raya tadi.
Bagaimana ini?

Aku ternyata tak punya apapun untuk menemuimu, tapi tenang saja aku punya cinta untukmu. Aku berani! Berani sekali menghampirimu.

Aku yakin kau akan memandangku. Memang memandangku. Aku senang dan bahagia kau tak sama dengan orang-orang tadi yang begitu tidak sopan mengabaikan orang.
Sesuatu ingin kukatakan, dan baru saja ingin terucap kau sudah lebih dulu menyapaku, bahkan beranjak dari tempatmu duduk dan menghampiriku.

“Hai Nina…”

Tunggu dulu. Dasar bodoh!

Namaku bukan Nina, tapi Tiya. Aku tertawa. Kau lucu sekali bercanda seperti itu, kau begitu senang sekali melihat tawaku ini hah? Sampai tak berhenti tersenyum seperti itu. Sungguh menawan.

“Hai Dzul…”

Suara siapa itu? Aku menoleh kebelakang. Seorang gadis lain. Aku mengenalinya, dia Nina yang sekelas denganku tadi. Dia menghampirimu, melewatiku.

“Maaf baru datang, tadi dijalan sana macet, ada kecelakaan. Kayaknya korbannya mati ditempat. Anak kampus sini loh, tadi digerbang kampus baru kaget setengah mati, orang-orang bilang ada yang menemukan identitas ternyata dia teman kelasku namanya Tiya. Kasihan dia…”




Cerita Cinta Fadhil dan Tiara

Teman-teman sekalian yang sudah baca buku "Ketika Cinta Bertasbih (1)" pastilah tau siapa Fadhi dan Tiara ini. tapi kalau belum baca, saya terangkan sedikit tentang mereka berdua. isi surat balasan Fadhil untuk Tiara yang membuatku terkagum-kagum.

Fadhil adalah tipe lelaki yang memendam perasaannya, sama saja dengan Tiara, mereka berdua saling cinta. namun takut untuk menyampaikannya. hingga saat Tiara di khitbah (dilamar) oleh Zulkifli, yang tak lain adalah teman seangkatan Fadhil. Tiara gak kenal baik sama Zulkifli, dia meminta saran Fadhil untuk terima atau tidak lamaran Zulkifli. fadhil bimbang, tiba-tiba saja dia merasa begitu mencintai Tiara, hatinya sempat perih walau sebenarnya Fadhil memang niat akan mempersunting Tiara setelah lulus tapi didahului oleh temannya sendiri...

dengan tegas Fashil memberi saran pada Tiara untuk menerima saja lamaran Zulkifli, dengan alasan bahwa "teman gak boleh makan teman"
Tiara merasa Fadhil tidak mencintainya seperti dia mencintai lelaki itu...
Tiara mengirim surat saat pernikahan itu hampir tiba.

inti suratnya Tiara mengajak Fadhil untuk pergi bersama...
Fadhil membalas suratnya..
ada kata

"Aku memncintaimu tapi aku lebih cinta Pada Allah...
Aku menginginkanmu tapi aku lebih ingin cinta Allah"

subhanallah ...

cinta tidak untuk dipaksakan... jodoh benar-benar ditangan TUHAN.
aku terkesima dengan ketegaran dan ketegasan FADHIL yang menjadi lelaki tidak munafik... dia mengakui cintanya tapi tidak menabur dosa yang menjadikan cintanya bernoda.

KANGEN KAMPUS !

23 February 2009
Qie pengen bisa kembali beraktifitas dikampus... berceloteh tentang politik masa kini, berdebat tentang asumsi-asumsi para caleg dan tentunya bergosip tentang cinta dan gaya... hahahah !!!

PROLOG

16 December 2008
Aku sering membuat cerita. Tapi aku jarang menamatkannya, membuat akhir dari suatu cerita adalah hal yang tersulit. Hal yang berkali-kali harus di asah lagi, harus diperiksa lagi, harus dibenarkan lagi dan sebagainya, serta semua harus terasa sempurna. Happy ending… akhir yang bahagia, bila sebuah cerita tidak mempunyai akhir yang bahagia, maka cerita itu belum selesai, pasti dan akan selalu ada kelanjutannya dikemudian hari, sampai sebuah cerita menemukan arti kebahagiaan.
Contoh yang ringan, yang sehari-hari terjadi dikampusku. Seorang mahasiswa lain begitu rajin mengikuti perkuliahan, keaktifannya dikelas sudah menjanjikan huruf abjad A akan bertengger dengan rapi dikertas laporan nilai semsternya (spesifikasi mahasiswa ini ku beri inisial A). Ada juga seorang mahasiswa yang hanya tahu menghadiri perkuliahan tanpa mengeluarkan sepatah katapun tentang materi kuliah hanya datang, duduk diam, pulang (B). Ada pula yang tidak datang tetapi rajin mengumpulkan bahan-bahan kuliah yang terlewat(C), bahkan ada yang tidak datang, dan sama sekali melewatkan semua mata kuliah (Spesifikasi mahasiswa (D).
Sewajarnya si (A) berhak mendapatkan kebahagiaanya dengan memandangi rentetan nilai A di laporan nilai semesternya. Dan si (B) yang tetap bisa merasa bahagia dengan nilai kehadirannya yang bagus, si (C) mungkin agak merasa sedikit bahagia, walau dia tak hadir, tapi dia tetap mengetahui arus kuliah. Berbeda dengan si (D) yang sama sekali tidak bisa merasa bahagia untuk memperoleh nilai yang sama dengan ketiganya, jelas dia kehilangan sebuah nilai bantu untuknya, dia tak pernah hadir, juga tak pernah tau jalannya mata kuliah, tertinggal, itu istilahnya. Tapi apakah (D) adalah sebuah akhir dari cerita? Apakah (D) hanya akan sampai disitu? Tidak! (D) tidak akan dibiarkan lulus kuliah dengan nilai seperti itu, tidak ada seorang mahasiswa yang akan diberi ijazah kelulusan dengan nilai yang belum mencukupi, (D) harus mengulang kuliahnya, memperbaharui sikapnya terhadap mata kuliah agar nilainya lebih tinggi dan memenuhi standar nilai IP kelulusan. Cerita (D) belum berakhir, (D) masih akan berjuang, mengubah nasibnya, mengubah takdirnya, dengan kesempatan yang telah diberikan dan percayalah, kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Ibarat sebuah nilai yang bagus, angka yang tinggi, dan score yang sempurna akan datang bila kalian berusaha mengerjakannya dengan baik.
Tapi ingat !
Tetaplah berdoa, berharap, dan memohon kepada-NYA untuk mendapat sebuah berkah yang akan membantu segalanya, karena sesungguhnya, kita selalu diawasi oleh-NYA.
Aku adalah seorang mahasiswa yang hanya tahu mendengar dan memahami, tapi seringkali ada pergolakan dalam diriku. Tentang piiranku dan kata hatiku.setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda, tapi aku nobatkan setiap orang mempunyai kata hati yang sama, yaitu ingin bahagia dimasa depan. Siapa yang tidak ingin bahagia? Semua orang ingin bahagia, bukankah? Nah itu termasuk seberapa jauh usahamu untuk memperoleh kebahagiaan itu. Aku sering berpikir, kita bersekolah hingga kuliah untuk mendapatkan sebuah ijazah agar dapat diterima disebuah lapangan pekerjaan, untuk memperoleh uang dan akhirnya bisa membalas jasa orangtua. Tak cukup sampai disitu, ada lagi tujuan daripada bekerja dan mendapatkan gaji, membina rumahtangga, berkeluarga, dan setelah itu apa? Kita lahir dari sebuah keluarga, dan bila kita telah berkeluarga, memelihara keluarga dan menjaganya dengan sepenuh hati, lalu apa? Oleh waktu, kita akan bertambah tua, memiliki anak, anak kita nanti akan menikah dan kita memiliki cucu, cicit, hingga kita menjadi seorang jompo, diserang penyakit, dan semakin melemah, lalu… kembali padaNya . apakah cerita sudah tamat?
Belum.
Masih ada lagi cerita setelah kita ‘mati’ masih ada jalan yang harus ditempuh untuk mendapat ‘surga’ atau ‘neraka’ bahagia atau sengsara. Menuju bahagia adalah akhir dari cerita, namun bila menuju kesengsaraan, ceritamu hanya sampai disitu saja, sungguh sia-sia. Dan terciptalah sebuah penyesalan yang tiada akhir.
Akan kutuliskan, tentang seseorang dengan perjuangannya untuk memperoleh kebahagian, perjuangannya memperoleh sebuah kesempatan, dan usahanya melenyapkan penyesalan. Kisah jatuh bangun hidupnya dan sepak terjang tentang dirinya, mulai dari keluarganya, bagaimana dia lahir, bagaimana, dia tumbuh, dan bagaimana dia merusaha meraih sebuah kebahagiaan itu. Seseorang ini adalah AKU.
Maksudku bisa saja adalah Aku, tapi apa yang menarik dari mengulas cerita tentangku? Aku hanya anak biasa saja yang berasal dari keluarga yang luarbisa, bukan luarbiasa dari materi atau fisik, tapi luarbiasa dari hati, dari jiwa sebuah keluarga. Aku dengan bangga menyatakan bahwa keluargaku adalah keluarga yang sempurna. Dan kami juga pasti di’paksa’ menanti akhir dari cerita kami. Bahagia atau sengsara.

Auto Post Signature