Lagi. Ada yang Salah Paham

01 August 2011

Selama ini banyak orang yang salah paham terhadap apa yang aku katakan atau apa yang aku lakukan, terutama dalam hal penerimaan diri, ada yang bilang aku over PD atau narsis, tapi sesungguhnya tidaklah demikian, karena apa yang selama ini aku lakukan adalah aku dengan senang hati dan gembira menerima diriku apa adanya, sekalipun secara fisik tak sempurna, banyak yang lebih cantik, banyak yang lebih menarik, dll. Namun aku tak pernah ingin membandingkan diri dengan siapapun atau merasa menarik jika menemukan orang lain yang (maaf) kurang menarik.

Mengapa aku mengatakan demikian? adalah karena bukan aku yang menciptakan diriku seperti ini melainkan Allah, dan selama hidupku, aku yakin Allah tak pernah salah, Allah tak pernah keliru, artinya apa yang Dia lakukan selalu benar, tepat dan sempurna, termasuk menciptakan diriku seperti ini. Dari situlah kenapa aku tidak pernah merasa minder atau rendah diri jika bertemu dengan orang yang lebih dari aku. Karena Allah tak pernah salah. Artinya Allah tak pernah salah menciptakan diriku seperti ini.


Jika kita semua menyadari akan kemahasempurnaan Tuhan, kemahakuasaan Allah, maka tidak ada alasan untuk merasa minder atau merasa malu atau merasa rendah diri dengan keadaan fisik yang telah Allah ciptakan. jika kita minder, malu, itu artinya kita menghina Allah, kita melecehkan kuasaNYA, kita meragukan kesempurnaannya dan itu jelas adalah dosa.

Jika kita tak bisa menerima diri kita apa adanya dengan bersyukur, maka jangan harap orang lainpun bisa menerima kita.
Jika kita tak bisa menghargai diri kita apa adanya, maka jangan harap orang lain bisa menghargai kita.
Ingat tak ada manusia yang 100% sempurna atau 100% cacat.

Artinya setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.
bukan berarti juga harus sombong.

tinggal bagaimana kita menampilkan kelebihan kita dan menutupi kekurangan kita.
Jadi jangan lagi pernah minder dengan fisikmu, karena kau begitu menarik, kau begitu berharga, kau begitu berarti
Karena Allah memang membuat kita seperti itu.

Allah Peduli

31 July 2011

Beberapa waktu ini, aku ditimpa berbagai masalah yang datang bertubi-tubi, mulai dari masalah keluarga sampai masalah pribadi, kadang rasanya ingin teriak,
"masalah antri dong, jangan main serbu begini"
seluruh hati, pikiran dan tenaga terkuras abis, lemas tak berdaya, sampai-sampai, aku merasa ingin mengakhiri saja semuanya, mungkin itu lebih baik untukku.

Kadang ada yang mau mengerti dan memberiku semangat untuk bangkit, mereka bilang ayo kamu bisa, kamu mampu, kalo aku bisa, kamupun pasti bisa, karena aku dan kamu sama-sama manusia, sejenak aku tertekun,

ah bener juga kata dia.

Tapi tak sedikit pula yang justru membuatku terpuruk tak berdaya, ibarat kata, sudah jatuh masih tertimpa tangga pula, asli benjol-benjol aku. Tapi mengingat yang memberi semangat lebih banyak, aku jadi semangat dan bangkit untuk membuktikan aku bisa, aku kuat, aku sanggup.

Namun di sisi lain aku menyadari, aku hanyalah manusia biasa yang punya batas kekuatan, itu artinya ada pada suatu titik aku benar-benar kehabisan tenaga dan hanya bisa duduk terdiam, memandang langit-langit yang kian hari kian tak menentu gambarannya. Dan di saat seperti itu aku ingat pada pribadi yang selalu mengerti aku, yang tak pernah tinggalkanku, yang selalu setia menungguku, yang selalu ada untukku, yang selalu siap sedia.


Aku sadar betapa beruntungnya aku, karena aku tak pernah sendirian, aku selalu ditopang dan diberi kekuatan untuk selalu bangkit dan bangkit kembali, bahkan di sisa-sisa tenagaku. karena DIA yang berjanji tak sedikipun diingkari, dan aku beruntung memiliki DIA di dalam hidupku.



Allah yang selalu peduli kan aku disaat yang lainnya tak mau mengerti
Allah yang tak pernah tinggalkan aku, disaat yang lainnya datang dan pergi
Allah yang tak pernah kecewakan aku, di saat yang lainnya suka membuatku terluka
Allah yang selalu membangkitkan aku, di saat yang lainnya membuatku terpuruk
Dan Allah yang selalu ada, disaat yang lainnya tiada
Allah yang selalu ku Puja walau kadang kulupakan
Tetapi Allah tak kan pernah menghitung semua itu
Terbukti dari Allah selalu mencintaiku apa adanya
Terima kasih buat segalanya Ya Rabb...

iyyakanabbudu waiyyakanastain : hanya padaMU lah kami meminta pelindungan & pertolongan.

Kita Semua Berharga dimataNYA

30 July 2011

Kemarin aku pernah memposting note di FB :


tidak bisa segelas teh manis mendamba untuk menjadi air laut yang asin.
begitu pula sebaliknya. Tidak ada awan yang mau menjadi serupa tanah untuk di injak.namun tanah pun tak pernah punya mimpi untuk menjadi sebuah awan. Terlebih pada setetes embun, tak mungkin dapat ia hadir di siang benderang tatkala kau telah menikmati hangat sengat mentari. Jadilah dirimu sendiri.

sebenarnya sebelum memposting itu, seorang teman perempuan di facebook mengajakku chating, memuji-muji aku dari fisik dan yg jadi masalah adalah dia merendahkan dirinya sendiri, dia yang namanya tak perlu kusebut, ciri2nya juga tak usah ku umbar, nampak sekali ingin memusnahkan dirinya dan seketika berubah menjadi aku. (aku bukan posting ini buat banggain diri sendiri, ataupun untuk riya' aku cuma sekedar ingin berpesan) kalau menurut kalian ini baik, ambillah dan renungkanlah, semoga bermanfaat. tapi kalau tidak ya langsung aja tutup blog ini, kalau perlu juga hapus aku (nidji*songs) hehehe...
Dulu aku adalah orang yang tidak bisa melihat sisi indah dari diri sendiri, aku selalu merasa sebagai “ugly duck” diantara para angsa putih. Apalagi kalau aku mulai bercermin, aku suka menggerutu terhadap diri, kenapa wajahku begini, coba kalau wajahku mirip si A, pasti cantik deh, kenapa rambutku seperti ini, andai saja bagai si B pasti jauh lebih menarik, belum lagi masalah bentuk gigi atau warna kulit. Ada aja alasan untuk menggerutu.

Sampai suatu hari aku ditegur Tuhan, kira-kira seperti ini, aku (A), Tuhan (T) :

T : Qiah, mengapa kamu gak menghormati Aku dan bersyukur ?

A : ga Tuhan, aku sangat bersyukur dan menghormatiMu, bahkan selalu berdoa, memuji dan beribadah kepadaMu

T : Ah, itu kan hanya kelihatannya saja, tetapi sesungguhnya tidak sepenuh hatimu.

A : ga Ya Rabb, aku memuji dan menyembahMu benar-benar dari hati, bahkan sampai menangis.

T : Itu kan katamu, tetapi kenyataannya bertolak belakang.

A : Kok bisa sih, kan aku dah tiap hari berdoa, bahkan saat mau melakukan apapun selalu berdoa dulu, menjalankan kewajiban dan melaksanakan sunnah, serta menjauhi laranganMU

T : Qiah..., kamu benar-benar ga ngerti

A : Apa yang aku ga ngerti Ya Allah?

T : Qiah.... kamu suka menggerutu dengan kondisi fisikmu, itu artinya kamu ga menghargai apa yang Aku buat pada dirimu, wajahmu, rambutmu, tubuhmu dan semua yang kamu punya, Aku merancangnya dengan sungguh-sungguh, ga ada yang asal jadi, atau salah buat, semua pas untuk kamu. Aku membuat kamu khusus, beda dengan orang lain, special.

A : oooh (dengan wajah tertunduk malu) aku mengerti sekarang, ampuni aku Ya Allah, aku kira beribadah, berdoa, sudah cukup untuk memuji, dan bersyukur, namun ternyata, Engkau mau aku menerima diriku apa adanya dan benar-benar bersyukur.

Sejak saat itu aku gak lagi mengeluh atau menggerutu soal diriku, soal wajahku, soal tubuhku, dll. Bahkan sekarang apabila aku bercermin, aku melihat buatan tangan Tuhan yang istimewa, yang “limited edition” ini, yang unik dan benar-benar maha karya Tuhan yang luar biasa. Aku ga lagi menganggap diriku ciptaan asal jadi, melainkan ciptaan yang dibuat khusus, dan karena itulah aku sekarang bisa menerima diriku apa adanya dengan hati yang berlimpah syukur. “Ku istimewa, ku rancangan special dari Sang Pencipta”.
Jangan pernah minder dengan keadaan diri, karena Tuhan yang merancang kita, telah membuat kita sebagai “special edition” dengan keunikan dan keistimewaan masing-masing, karena itu kembangkan potensi yang sudah Allah berikan untuk kemuliaanNya, karena kita, anda dan saya, berharga di mataNya.

Trend Gaya Manyun :D

Ada bermacam-macam ekspresi wajah manusia di dunia ini, sebagaimana Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai macam bentuk wajah, juga dengan berbagai macam ekspresi sebagai aplikasi pelengkapnya. Tentu ada maksudnya manusia diberikan ekspresi, misalnya menunjukkan suasana hati, menunjukkan wibawa, menunjukkan apa yang kita inginkan, bahkan ada yang secara default orang yang memiliki wajah dengan ekspresi tertentu. Orang bisa dianggap lucu, aneh atau jelek jika dalam kondisi normal wajahnya masih juga memperlihatkan ekspresi default nya. biasanya kalau upload foto manyun di fb pasti ada komentar begini :

"Qiee.. kok manyun?"
"biasa ... gaya..."

ada juga
"Lagi mikir apa qie? manyun gitu..."
"lagi bete aja. hihi"

Hahahaha, memang susah membedakan kalau sedang manyun beneran dengan manyun default yang aslinya lagi ketawa atau gaya2an, Tapi begitulah adanya.







Manyun, entah darimana asal istilah itu. Yang kutahu sih bahasa wikipedianya (halah*) ‘merengut’, dimana bibir kita menurun berbentuk cembung keatas (silahkan diperagakan sendiri ya). Berikut ini adalah penyebab orang menjadi manyun :

Merasa kurang senang dengan sesuatu.
Misalnya saat melihat orang yang tidak disukai sedang lewat atau melihat suatu barang yang tidak disukai berada dalam lingkungannya. Kita bisa mengambil contoh dengan menemui orang yang tidak menyukai kita, misalnya mantan pacar atau guru killer saat masih sekolah dulu (kalau ada). Perhatikan mukanya, pasti manyun.
Sedang berada dalam masalah.
Masalah memang selalu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Hanya saja tinggal bagaimana kita menyikapinya. Disaat kita tidak dapat menyikapinya dengan tenang dan bahkan selalu terpikir sampai berlarut-larut, itu dapat membuat muka kita kelihatan manyun. Yang seperti ini biasanya tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan malasah yang terjadi pada dirinya sehingga orang bisa tahu hanya dengan melihat raut wajahnya.

Kekecewaan.
Saat sedang memperoleh sesuatu dan apa yang didapat tidak sesuai dengan harapan, maka orang akan kecewa dan mukanya akan mengerut dan bibirnya akan turun kebawah sehingga jadilah manyun. Kecewa juga bisa karena dikhianati atau diputus pacar, tidak mencapai target, atau gagal melakukan sesuatu. Itu juga bisa bikin manyun.

Kesedihan.
Orang yang sedang sedih jika tidak ingin menangis akan berusaha menahan agar tidak menangis. Upaya untuk menahan tangis itu juga bisa membuat manyun.


Suka mengejek orang manyun.
Orang yang suka mengejek orang manyun dengan memanyun-manyunkan mukanya itu tar lama-lama bisa jadi ikutan manyun dengan sendirinya. Suka manyun-manyunin muka tar ga bisa balik lagi seperti semula XD

Pada dasarnya, semua yang diciptakan Tuhan itu adalah baik. Begitu juga dengan manyun, ekspresi atau orangnya.

Biarkan Kebaikan Tetap Jadi Kebaikan


Setiap kita diajarkan oleh agama adalah untuk berbuat baik, tapi lebih tepatnya berbuat benar, karena yang baik belom tentu benar dan yang benar belum tentu baik.

Namun tak semua kita dapat menerima kebaikan sebagai kebaikan, karena pikiran kita telah tercemar oleh dosa sehingga kadang kebaikan kita artikan sebagai ada niat terselubung, tetapi ada juga kebaikan yang digunakan untuk menyelubungi (alias kebaikan yang pura-pura). Nah untuk kasus yang seperti ini sebaiknya yang terlalu cepat mencurigai tetapi jangan juga terlalu naif menerima, tetapi berhati-hatilah dan tetap waspada.

Pernah temanku berkata,
aku merasa sia-sia melakukan kebaikan kepada dia, karena ternyata dia menyalahgunakan kebaikanku, dia mensia-siakan kebaikanku, dan akhirnya aku merasa seperti orang bodoh, kok mau-maunya berbuat baik kepada orang seperti itu.

Aku sih bilang,
sebenarnya tidak ada kebaikan yang sia-sia, karena apapun yang kita lakukan ke orang lain, sebenarnya adalah kita melakukan untuk diri kita, maksudnya jika kita melakukan kebaikan kepada orang lain sekalipun orang lain itu memanfaatkan atau tidak menghargai kebaikan kita, suatu saat kita akan mendapat perlakukan baik atau kebaikan dari orang lain atau dari orang yang sama, atau lebih tepatnya apa yang kita lakukan itu juga yang kita terima.


Jika bercermin dari hal itu , maka bisa dikatakan bahwa jangan jemu berbuat baik, jangan capek berbuat baik, jangan berhenti berbuat baik, karena kelak kita akan menerima kebaikan bahkan berlipat (itulah anugrah).

Namun jika Kita menganggap kebaikan orang sebagai niat yang terselubung, dan jika kenyataan itu adalah benar-benar kebaikan, maka kita telah berbuat dosa (sekalipun hanya dalam hati).

Tetapi jika Ada diantara kita memakai kebaikan sebagai kedok/topeng untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain, maka kita telah melakukan dosa.

Soal dosa itu telah menjadi urusan kita dengan Tuhan.

Intinya di sini adalah, biarlah kebaikan tetap menjadi kebaikan sebagaimana hakikat kebaikan itu sendiri
Dan biarlah kebenaran adalah kebenaran dan tetap menjadi kebenaran sebagaimana hakikat kebenaran itu sendiri.

Dan di atas segalanya Allah tahu apa yang kita perbuat.

Auto Post Signature