Assalamualaikum wr.wb.
Mau share tentang kegundahan seorang ibu saat anaknya sakit. Akhirnya saya merasakannya. Hati rasanya bukan lagi patah atau terkoyak, lebih daripada itu rasanya! Sampai susah menjabarkannya. awalnya Selasa malam saat tidur, badan BabyZAM terasa hangat, kupikir karena AC atau karena keringatnya saat tertidur.
Tapi keesokan harinya dia bangun badannya hangat dan kelihatan babyZAM tidak seperti biasanya, yang biasanya dia bangun ketawa ceria dan teriak, pagi itu rewel, menangis kecil dan badannya lemas. Tapi saat diajak main dia menyempatkan untuk tetap tersenyum walaupun cuma sebentar. Sampai sore hari panasnya naik, dia jg mulai batuk.
Jadi saya dan suami segera bawa ke Dokter. Sampai didokter diperiksa katanya radang tenggorokan, jadinya demam dan batuk. Pengaruhnya karena ketularan atau frekuensi suara dan pengaruh cuaca. Dokter memberi obat antibiotik untuk radangnya, obat syrup untuk batuknya dan penurun panas juga. sampai dirumah langsung meminumkannya semua. ada teman BBM yang kasih tau kalau anak sakit jangan terlalu cepat di beri antibiotik. saya share pertanyaan tentang itu, tentang frekuensi pemberian antibiotik pada bayi dibawah satu tahun. sebagian ada yang bilang memang tidak perlu katanya kasian tubuhnya harus memproduksi kimia secepat itu, saya jadi gundah gulana laagi, sedih dan khawatir... tapi sebagian lagi bilang kalau pemberian dokter itu tidak apa-apa karena diberikan dengan dosis yang tepat. babyZAM demam karena pengaruh radangnya, kata dokter. makanya diberi antibiotik agar tidak
terjadi resistensi. ada teman yang profesinya dokter menjelaskan. jadi saya merasa lega lagi.
sudah 4hari babyZAM demam, badannya lemas dan disertai batuk, hari itu demamnya sudah agak turun tapi muncul bintik merah diseluruh badannya. khawatir, bimbang takut, bahkan melihat wajah anak sendiri saya menangis-menangis, sedih melihat wajahnya yang sendu dan sepertinya merasa kesakitan, tangisannya yang melemah dan sesengukan membuat hati saya benar-benar remuk, tubuh jadi ikutan lemas, airmata ini juga terus menetes. sepanjang malam babyZAM tidak bisa tidur, menangis, matanya yang biasanya berbinar, kini redup dan sayup, bahkan enggan/malas terbuka karena memerah. tiap sujud selalu meminta pada Allah pindahkan saja sakitnya anakku ke saya ya Rabb, biar saya yang menanggungnya, ringankan penderitaannya.
pagi itu juga, hari ke 5 meski suhu badannya sudah tidak panas, babyZAM masih rewel karena merah-merah diseluruh badannya, ruam merata dan bintik-bintik. ummiku yang menggendong dan berusaha menidurkannya bilang, "Zydan kena sarampa..." sarampa itu penyakit seperti campak tapi telusur punya telusur, sarampa bukan lah campak. anak bayi seumuran babyZAM (5 bulan lebih) belum bisa kena campak, kata ummi. "Jadi obatnya apa ummi...?" tanyaku dalam kegelisahan yang berketerusan. umi pun lanjut menjelaskan kalau Sarampa adalah penyakit yang sama seperti Campak tapi bukan Campak, penyakit ini hanya menyerang seseorang yang berketurunan orang Sulawesi Selatan atau orang luar pulau sulsel yang bertandang tinggal di sulsel. sekali lagi bukan Campak, berbeda katanya. ummiku bilang kalau Sarampa itu bintik merah harus keluar semua dari telapak kai, tangan, badan dan wajah, karena itu termasuk proses penyembuhan, artinya sakit itu akan segera berlalu. untuk agar supaya bintik merahnya (sarampanya0 keluar semua, babyZAM dikasih obat yang namanya Kasumba Turate. yang dimana orang Sulawesi meyakininya sebagai obat ampuh untuk mengeluarkan sarampa dan menyembuhkannya. kasumba ini diminumkan dengan air kelapa obat (air kelapa yang muda yang masih hijau dan kecil*) disendokkanlah babyZAM sedikit demi sedikit obat ini. oiyah, kasumba Turate tidak ada di jual di Jakarta jadi Papa (DatokZAM) langsung datang ke Jakarta membawanya berikut juga dnegan minyak cowa.
 |
| Kasumba Turatea (Sari bunga Teratai) |
Minyak cowa ini adalah minyak racikan nenek buyut saya, nenek dari ummi yang sudah turun temurun di pakai untuk menghilangkan "sakit" kulit apa saja, saya kurang tanya apa saja bahan racikannya tapi bahan dasarnya tidak pernah habis, jadi tinggal ditambah minyak apa gitu sama tante atau almarhumah nenek. begitu kasumba turate di sendokkan sedikit demi sedikit ke babyZAM dan minyak cowa di oles keseluruh badannya, alhamdulillah bobonya babyZAM jadi nyenyak tidak seperti kemarin-kemarin yang tiap menit terbangun menangis karena perih dan kesakitan. shukran Allah...
sampai hari ke 7 sarampa babyZAM sudah mengering, tiap 3 kali sehari di sendokin airkelapa dan kesumba turate sampai sarampanya keluar semua, baru dihentikan minumnya. kemudian mandi minyak cowa nya tetap rutin juga tigakali sehari dan saat mau tidur.
hari ke 8 merah-merah dibadannya mulai mengelupas, di wajahnya juga sedikit-sedikit mulai hilang, hanya bersisa bagian mulut yang merah merata, itupun sudah lumayan reda dan kering, tapi babyZAM kembali gelisah, cek suhu tubuhnya masih normal hanya batuknya berdahak tapi sudah tidak menangis lagi kalau batuk.
hari ke 9 sarampanya sudha reda, tapi masih kaishan liat babyZAM mengeluh gatal karena 9 hari tidak mandi >,< mau dimandi dilema juga karena kata orangtua jangan dimandi, gak boleh kena air dan angin. totally dirumah aja. tapi juga jangan dipakein baju yang bikin keringat.nah ditengah kebimbangan inilah saya minta sama papa dan ummi gimana kalau dibawa ke dokter untuk tanya apa bisa dimandi atau sekdar minta obat gatal untuk lap basah badannya. kasihan liay babyZAM kalau mau tidur mukanya di gosok-gosok karena gatal dan jadinya susah tidur.
hari ke 10 saya, papa dan ummi bawa babyZAM ke RSIA Bunda Aliya dekat rumah aja untuk minta saran dokter mandi atau tidak. karena suhu badan babyZAM normal, 36 derajat celcius. timbangan babyZAM selama 10 hari sakit ini 6,9KG turun 100gram dari 7,1kg bulan lalu. nah saat mausk giliran babyZAM di periksa oleh Dokter Spesialis anak, sebut saja dokter E. saya ditanya keluhan babyZAM apa? ya saya jawab, "babyZAM habis kena campak (kalau bilang sarampa, dokter gak akan tau*) ini campaknya sudah kering, sudah baikan tapi masih gatal mukanya dok jadi bikin dia susah tidur, juga batuknya berdahak..." sambil saya menjelaskan itu, dokter E sibuk memeriksa babyZAM pake stetoskopnya. kemudian dada babyZAM ditepuk pelan, mulutnya dilihat. dan dokter E bilang "Ini infeksi radang ini, paru-parunya juga,.." LOH ?? LOH?? kok??
dsa E kembali duduk, nulis-nulis resep, "ini karena virus ini yang bikin infeksi, jadinya dia gatal sampai ke muka, ini bahaya bisa merambat ke seluruh badan." duuuuuuuuuh... kan saya udah jelasin kalau babyZAM ini udah kena campak yang artinya merah-merahnya udah keluar semua, udah kering makanya saya bawa kesini mau minta saran obat gatal. kenapa malah di diagnosa lain? satu hal lagi, dokter E malah bilang, "Ini merah2nya mau di observasi, saya kasih surat rawat inap ya untuk observasi, cek darahnya juga skalian..." OH NO!! seketika itu jantung saya setengah copot, mugkin ibarat tali sisa seutas lagi di tarik putus sudah!!! saya nanya lagi dengan nada suara berat, "virus apa namanya dok? apa musti rawat inap?" saya sebelumnya juga sudah searching2 kok di internet, kalau soal virus saya musti tau virus apa namanya. tapi si dokter E itu diam aja sambil sok fokus nulis resep.
"begini saja, ini saya kasih obat untuk menghilangkan virusnya ya, kalau dalam dua hari blum hilang segera bawa ke UGD ya buat rawat inap..., kemudian untuk obat batuk pereda dahaknya saya kasih puyer...habiskan ya" katanya santai sambil menyobek kertas resep yg kemudian dikasih ke suster. saya keluar ruang periksa dengan hati dongkol sama dokter E itu, resah juga hati sebenarnya,. saya menenangkan diri sendiri, jangan takabur...dan merasa leebih pintar dari dokter, pelan-pelan coba dengan seksama menghayati diagnosa dokter. kerutan di wajah saya terlihat oleh papa, papa menyemangati,papa sama ummi juga menyatakan ketidak setujuannya sama diagnosa dokter E itu, orang kita cuma pengen minta obat gatal kok ya di diagnosa sampai segitunya? kalaupun infeksi mungkin babyZAM badannya panas tinggi terus... ini Zydan ceria aja kok cuma resah sama gatalnya jaa karena 10 hari nggak mandi, coba kamu, ngga mandi 10 hari pasti gelisah hehehe..
di apotek sudah dipanggil, obatnya sudah siap, apoteker menjelaskan kalau obat ISOPRINOSINE ini harus dihabiskan 3xsehari insyaaAllah merah-merah dan gatalnya hilang. isoprinosine yang isinya methisoprinol yang dosisnya 50-100 mg/kgbb diminum 3-4 kali sehari (tiap 5 jam tanpa dosis malam hari) jadi bila tertulis isopronusine 250 mg/5 ml, berarti untuk anak yang beratnya 10 kg, maka diberikan 1/2-1 sendok teh tiap kali minum obat. saya beberapakali juga konsul sama teman-teman bunda-bunda sebelum meminumkan ini pada babyZAM, saya kasihan sama anak saya harus masuk lagi kimia kedalam badannya, tapi dengan bismillah saya meminumkannya. alhamdulilah 2 hari ini setelah minum teratur, merah-merahya benar hilang, dan gatal babyZAM mulai berkurang.
dan untuk piyernya saya tidak lagi meminumkannya ke babyZAM, coba ya di apotek tadi saya bilang aja yg puyer gak usah!!! hhehe.. sayang nih dirumah mumbadzi hihi. shukran Allah batuknya juga sudah tidak.
hari ke 12 babyZAM mulai kembali ceria, teriak-teriak, guling-guling, dan hiperaktif nya mulai meloading unutk full charger hihihihi... tapi saya masih khawatir, nanti kalau terlalu banyak main, dia bisa drop lagi tapi banyak yg meyakinkan kalau babyZAM sudah semangatitu tanda sudah sembuh insyaaAllah. masih harus sehat-sehat lagi dan lagi ya nak.
"Bismillahil kabiir, na'udzu billahil 'adlimm min fyarri 'irqin na'aarr, wa min fyarri harrin naar".
Artinya : "Dengan menyebut nama Allah yg Maha Agung, kami memohon kepada Allah yg Maha Agung dari kejahatan keringat yg bercucuran dan dari kejahatan panasnya api neraka. (HR. Ibn as- Sunni).